KUALITAS HIDUP

Sering keluar rumah perpanjang harapan hidup

Ilustrasi pasangan lanjut usia beraktivitas di luar rumah
Ilustrasi pasangan lanjut usia beraktivitas di luar rumah | Halfpoint /Shutterstock

Makan sehat, olahraga teratur, dan pikiran positif, merupakan beberapa aturan untuk mendapatkan kesehatan optimal. Sebuah studi menambahkan temuan baru yang bermanfaat agar hidup lebih lama.

Periset dari Israel mengungkapkan bahwa lingkungan baru, sering terkena penerangan natural, dan bersosialisasi dapat memberikan efek samping menguntungkan agar bisa hidup lebih dari 70 tahun.

Peneliti mengumpulkan 3.300 partisipan. Mereka dianalisis sedari usia partisipan remaja sampai dengan 70 tahun, mulai dari 1990 sampai 2017.

Seluruh partisipan dimonitor kesehatan, aktivitas, dan gaya hidup mereka selama 27 tahun.

Peneliti berhasil menyimpulkan bahwa partisipan suami istri yang hidup lebih lama memiliki kebiasaan sederhana, yaitu sering keluar rumah.

Bahkan, mereka memperoleh manfaat lebih jika aktivitas tersebut diaplikasikan setiap hari.

Aktivitas ringan seperti jalan-jalan keliling komplek rumah, bersepeda, atau bermain di taman memberikan dampak positif untuk kesehatan mental dan fisik.

Sebaliknya, partisipan yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah cenderung mudah sakit dan cemas berkepanjangan.

Peneliti menemukan, orang-orang yang jarang keluar rumah, mereka menua menjadi tidak aktif dan rentan menderita kesepian.

Partisipan usia lanjut usia yang hidup sendiri tetapi sering keluar rumah, kata hasil penelitian, kecil kemungkinan merasa kesepian, tidak mudah sakit, dan mendapatkan tidur malam lebih nyenyak.

Selain itu, partisipan dalam kelompok sering keluar rumah juga ditemukan tidak mudah mengalami gangguan visual, pendengaran, sakit punggung belakang, dan tubuh lemah.

Para peneliti pun memantau lebih khusus partisipan yang telah berusia 70 tahun dengan menyesuaikan masalah medis, status perkawinan, keuangan, dan faktor-faktor lainnya.

Ternyata, tak sedikit partisipan lanjut usia membatasi waktu keluar rumah, bukan karena kondisi kesehatan, tetapi akibat urusan rumah tangga. Salah satunya seperti menjaga cucu.

Peneliti membeberkan hasil studi yang cukup mencengangkan mengenai harapan hidup. Ternyata, 64,4 persen partisipan berusia 70 tahun yang setiap hari keluar rumah, hidup sampai dengan 20 tahun mendatang.

Kemudian, 56,2 persen partisipan berusia 70 tahun yang keluar rumah hanya beberapa kali dalam seminggu bisa hidup sampai usia 90 tahun.

Lalu, partisipan usia 70 tahun yang benar-benar jarang keluar rumah, hanya 37 persen hidup sampai 90 tahun.

Dr Jeremy Jacobs, seorang ketua penelitian dari Hadassah Hebrew-University Medical Centrel di Jerusalem, mengatakan, temuan ini sangat menarik karena kebiasaan yang sangat sederhana bisa meningkatkan harapan hidup secara signifikan, misalnya, jalan kaki setiap pagi, beraktivitas, dan liburan.

“Kami terkejut dan tertarik bahwa beraktivitas ringan bisa meningkatkan kelangsungan hidup. Hal ini juga terjadi pada mereka dengan gangguan mobilitas,” terang Jacobs mengenai hasil yang dipublikasikan dalam Journal of American Geriatric Studies.

Studi di masa lalu yang diproduksi oleh University of Michigan menguatkan penjelasan Jacobs.

Hasil studi tersebut menemukan bahwa kelompok yang sering berpergian dan berjalan-jalan di alam terbuka mengalami penurunan potensi menderita depresi, stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental.

"Berjalan adalah hal yang murah, risiko rendah, dan latihan yang mudah dilakukan oleh semua kalangan. Kombinasi berjalan dan alam terbuka menghasilkan efek samping yang kuat dalam mereduksi stres," jelas Sara Warber,M.D.

Temuan Warber tersebut menyimpulkan, aktivitas sederhana di luar rumah memang ampuh dalam memperbaiki gangguan kesehatan fisik sekaligus memberikan kebahagiaan, sehingga Anda tidak mudah terserang penyakit mental berkepanjangan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR