Sindrom penglihatan komputer, penyakit orang modern

Ilustrasi
Ilustrasi
© g-stock studio /Shutterstock

Apapun pekerjaannya, kemungkinan besar Anda menghabiskan lebih dari delapan jam sehari menatap layar, baik itu komputer pun ponsel atau sabak digital.

Jika hal tersebut rutin dilakukan, pastilah Anda familier dengan kondisi mata yang lelah, teriritasi, dan berkunang-kunang, di pengujung hari. Penglihatan sedikit kabur, tak jarang Anda juga sakit kepala.

Nah, kondisi ini dikenal dengan sindrom penglihatan komputer atau ketegangan mata. Anda tak sendirian. Ini adalah penyakit orang modern, yang dialami lebih dari 60 persen populasi.

Bilamana seseorang dinyatakan mengalami ketegangan mata? Ternyata tak butuh waktu lama. Dua jam saja nonsetop menatap layar, maka risiko seseorang mengalaminya pun meningkat.

Sekarang coba Anda bayangkan, dalam satu hari, berapa jam dan berapa banyak layar yang Anda tatap. Layar komputer, layar televisi, layar ponsel, begitu banyak dan begitu lama.

Penting untuk mengetahui dan berusaha mencegah sindrom ini, karena jika dibiarkan berkelanjutan, ini dapat meningkatkan potensi rusaknya retina mata. Apalagi ternyata bukan hanya orang dewasa yang bisa menderita karenanya, melainkan juga anak-anak yang akrab dengan gawai.

Dijelaskan dalam WebMD, sindrom ini terjadi karena saat berada di depan layar mata harus terus menerus fokus, dan mengubah fokus. Selagi Anda membaca, mata bergerak maju mundur, ke bawah ke atas.

Hal-hal tersebut ternyata memforsir kerja otot mata. Apalagi, tak seperti buku atau kertas, tulisan atau gambar di layar lebih silau, kontras, dan mengilap. Kelihaian mata menata fokus memudar seiring usia. Biasanya mulai usia 40-an, kemampuan ini menurun.

Anda dapat mengenali tanda-tanda sindrom ini saat penglihatan mulai agak kabur, mata kering dan merah karena iritasi. Selain itu, sakit kepala dan sakit leher atau sakit punggung juga bisa jadi pertanda.

Untuk menjaga penglihatan tetap prima, American Optometric Association (AOA) merekomendasikan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan Anda dari layar untuk menatap sesuatu yang berjarak 20 kaki--sekitar 6 meter--selama 20 detik.

Selain itu, beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ketegangan mata, menurut ophthalmologis adalah sebagai berikut. Gunakan monitor LCD atau layar anti-glare.

Sesuaikan posisi monitor agar tak terlalu dekat dengan mata. Jarak antara Anda dan layar yang disarankan adalah sekitar 50 sampai 70 sentimeter.

Selain itu, pastikan cahaya di sekitar tempat kerja cukup memadai. Terakhir, pastikan ukuran huruf, tingkat terang layar, warna latar layar, dan resolusi dalam kondisi sesuai.

Lebih dari itu, yang juga terkesan sepele padahal penting adalah berkedip. Setiap kita berkedip, kelopak mata melapisi mata dengan cairan yang melembapkan serta membersihkan mata.

Sementara tanpa sadar, saat menatap layar frekuensi berkedip kerap berkurang. Karena itu mulai sekarang, ingatlah untuk berkedip.

Cara terakhir yang juga dapat Anda coba adalah menggunakan kacamata berlensa khusus. Biasanya kacamata ini memiliki lapisan antireflektif yang menyerap pancaran cahaya dari layar, juga dilengkapi lapisan blue-blocking yang menyerap cahaya biru layar yang kerap mengganggu tidur.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.