KESEHATAN

Sindrom yang mengintai pencinta hewan

Guillain-Barré Syndrome
Guillain-Barré Syndrome | Designer491 /Shutterstock

Memelihara hewan memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, tetaplah berhati-hati sebab ada penyakit yang mungkin mengintai para pencinta hewan.

Gemma Birch, pencinta hewan asal Southport, Inggris, mengalami Guillain-Barré Syndrome (GBS) akibat tertular infeksi dari kucing saat dirinya tengah liburan di Portugal selama seminggu. Selama itu juga, Gemma memiliki teman baru, seekor kucing, yang ia beri susu dan dibiarkan masuk ke penginapan.

Pada malam terakhir liburan, Gemma muntah parah, diare, lalu pingsan. Kemudian, perutnya bengkak, seperti hamil sembilan bulan. "Sepertinya aku akan meledak," kata Gemma.

Tak sampai di situ, selama seminggu Gemma dirawat di unit gawat darurat dan menjalani serangkaian tes, sampai dokter mendiagnosis GBS.

GBS adalah masalah dengan sistem saraf yang dapat menyebabkan kelemahan otot, kehilangan refleks, dan mati rasa atau kesemutan. Pada akhirnya dapat menyebabkan kelumpuhan.

Penyebab kondisi ini tidak diketahui, tetapi biasanya dipicu oleh penyakit menular, seperti flu perut atau infeksi paru-paru.

Infeksi campylobacter pun telah dikaitkan dengan GBS. Campylobacter, yang sering ditemukan pada makanan kurang matang, terutama unggas, adalah salah satu bakteri penyebab diare yang paling umum di Amerika Serikat. Itu juga merupakan faktor risiko paling umum untuk GBS.

Dalam beberapa kasus, GBS berasal dari virus zika, tetapi ada juga yang mulai dari kuman. Sindrom ini juga dapat dipicu oleh virus influenza, HIV, serta hepatitis A, B, C, dan E.

Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki GBS, diagnosis oleh dokter perlu dilakukan, misalnya dengan cara pengambilan sejumlah kecil cairan dari tulang belakang, tes konduksi saraf, atau elektromiografi.

Pada awalnya kondisi ini sulit didiagnosis karena gejalanya sangat mirip dengan kelainan neurologis lain atau kondisi yang memengaruhi sistem saraf, seperti botulisme, meningitis, atau keracunan logam beram yang disebabkan oleh zat-zat seperti timbal, merkuri, dan arsenik.

Ketika seseorang didiagnosis dengan GBS, ada beberapa gejala yang mungkin muncul, misalnya kesemutan pada jari kaki yang menyebar ke lengan. Anda pun akan alami kelemahan otot di kaki, lalu menyebar ke tubuh bagian atas dan kondisinya menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Gejala lain ialah kesulitan berjalan, menggerakkan mata atau wajah, berbicara, mengunyah, atau menelan. Selain itu, Anda akan merasakan nyeri punggung bagian bawah, kehilangan kontrol kandung kemih, detak jantung lebih cepat, sulit bernapas, dan mengalami kelumpuhan.

Orang dengan GBS harus dirawat di rumah sakit untuk untuk mendapatkan perawatan intensif. Apalagi gejalanya bisa semakin parah dan berakibat fatal, misalnya kelumpuhan seluruh tubuh dan mengancam jiwa.

Meski belum ada obat untuk kondisi ini, perawatan dilakukan untuk mengurangi keparahan serangan kekebalan dan mendukung fungsi tubuh Anda, misalnya fungsi paru-paru.

Beberapa perawatan yang mungkin disarankan antara lain plasmapheresis atau pertukaran plasma, menghilangkan antibodi yang menyerang saraf dari darah.

Plasmapheresis dimaksudkan untuk menghilangkan antibodi yang menyerang saraf dari darah Anda. Selama prosedur ini, darah dikeluarkan dari tubuh dengan mesin. Mesin ini menghilangkan antibodi dari darah dan kemudian mengembalikan darah ke tubuh.

Perawatan lain ialah imunoglobulin intravena dosis tinggi untuk membantu memblokir antibodi yang menyebabkan GBS. Imunoglobulin mengandung antibodi sehat dari donor.

Dokter pun akan memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah pembekuan darah saat Anda tidak bergerak. Juga bisa dilakukan terapi fisik untuk memperkuat otot dan membantu Anda beraktivitas seperti biasa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR