BUDAYA DIGITAL

Sleep texting, penyakit yang menjangkiti orang muda

Ilustrasi sleep texting.
Ilustrasi sleep texting. | Kittirat Roekburi /Shutterstock

Istilah sleep walking mungkin sudah cukup familier di telinga. Kini ada penyakit baru yang menjangkiti orang muda, yakni sleep texting.

Pernahkah Anda tanpa sadar mengirim pesan lewat ponsel di tengah malam, lalu tak ingat apa yang terjadi saat melihat ponsel keesokan harinya? Nah, perilaku inilah yang disebut sleep texting.

Sleep texting adalah bagian dari kategori perilaku yang disebut parasomnia. Tindakan ini bisa meliputi hal-hal seperti berjalan, berbicara, atau mengirim pesan saat tidur.

Biasanya sleep texting terjadi ketika seseorang memasuki fase tidur REM--tahap yang ditandai dengan gerakan mata cepat dan bermimpi--yang memungkinkan orang mengirim pesan tanpa memikirkannya.

Para ahli tidak 100 persen yakin apa penyebab dari jenis parasomnia ini. Namun, mereka memperhatikan para pengguna ponsel tepat sebelum mereka tertidur mungkin cenderung secara otomatis mengambil ponsel di tengah malam dan mengirimkan pesan yang tidak dapat dipahami.

Hal ini bisa saja terjadi karena perilaku khusus ini adalah hal terakhir yang diingat otak. Bisa juga hanya karena ponsel mudah dijangkau.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American College Health menemukan, sleep texting adalah tren yang berkembang di kalangan anak muda.

"Sleep texting terjadi ketika seseorang merespons atau mengirim pesan teks elektronik dalam keadaan tidur. Bunyi bip atau buzz ponsel menunjukkan bahwa ada panggilan masuk membangunkan pemiliknya, yang secara naluriah menjangkau dan menanggapi pesan tersebut. Tindakan ini bisa terjadi sekali atau beberapa kali selama siklus tidur, mempengaruhi kualitas dan durasi tidur individu," jelas para peneliti.

Untuk itu para peneliti di Pennsylvania's Villanova University menyurvei 372 mahasiswa. Menanyakan beberapa pertanyaan tentang penggunaan ponsel, kualitas tidur mereka, dan bagaimana keduanya berhubungan.

Para mahasiswa ditanyai berapa jam mereka tidur di hari biasa dan akhir pekan. Juga di mana mereka menyimpan ponsel saat tidur.

Tidak mengherankan, para periset menemukan 93 persen mahasiswa mengaku menyimpan ponsel di dekat mereka di malam hari. Namun, yang mengejutkan adalah seperempat dari responden mengatakan mereka berpengalaman mengirim SMS saat tidur.

Sebanyak 72 persen dari pengirim pesan saat tidur tidak bisa mengingat SMS dan 25 persen dari mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka utarakan dalam pesan itu.

"Kaburnya ingatan tidak mengherankan karena penelitian tidur menemukan, orang yang terbangun setelah tidur lebih dari beberapa menit biasanya tidak bisa mengingat beberapa menit terakhir sebelum mereka tertidur," kata penulis utama studi Elizabeth B. Dowdell.

Para ilmuwan mencatat mahasiswa cenderung kurang tidur jika dibandingkan dengan orang dari kelompok usia lain. Mereka hanya tidur rata-rata sekitar 6,9 jam setiap malam, karena jadwal padat, kurang pengawasan orang dewasa dan faktor lainnya.

Kata Dowdell dan tim, munculnya kecanduan ponsel pintar dan gaya hidup 'selalu aktif' telah menyebabkan wabah sleep texting di kalangan remaja dan dewasa muda. Remaja dan orang dewasa muda rata-rata mengirim sekitar 60 hingga 100 pesan teks per hari.

Sama seperti sleep walking dan sleep eating, melakukan sesuatu dalam kondisi tidur bisa mengindikasikan seseorang tidak cukup tidur.

"Kita telah menjadi masyarakat yang sangat melekat dengan ponsel. Berada di depan cahaya terang terus-menerus, terus-terusan terpapar ponsel semakin mengganggu tidur Anda," ujar Dr. Alison Kole, spesialis tidur di Summit Medical Group.

Jika Anda merasa berpotensi sleep texting dan takut salah kirim pesan untuk pasangan atau atasan, tak perlu khawatir. Studi ini juga menemukan, sebagian besar pesan yang dikirim saat tidur isinya sama sekali tidak masuk akal.

Riset ini memuat beberapa contoh. Misal "Lips I dripped it," "I legittt wish veggird were enough to fuelme," dan "It means Girls tonight. It I 10."

Pun demikian lebih baik mencegah daripada menyesal. Ada beberapa hal mudah yang bisa Anda lakukan.

Pertama, jangan tidur dengan ponsel di bawah bantal, di samping tempat tidur, atau di mana pun yang bisa Anda raih dengan mudah.

Kedua, gunakan pengaturan nada dering diam sebelum Anda tertidur. Alih-alih menatap layar ponsel, cobalah membaca buku, menonton televisi, atau mendengarkan musik.

Ini tidak hanya membantu mencegah sleep texting, kemungkinan juga akan menghasilkan tidur yang lebih berkualitas.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR