Stroberi, buah paling kotor 2018

Stroberi
Stroberi | Svetlana Lukienko /Shutterstock

Walau kelihatan menarik, stroberi yang merah merona ternyata juga pemegang gelar buah paling kotor tahun ini.

Buah berwarna merah ini terkenal memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan. Meski lezat dan sehat, buah yang rasanya asam ini ternyata ada di peringkat pertama dalam daftar 12 buah dan sayuran paling kotor atau Dirty Dozen 2018.

Kotor yang dimaksud adalah paling terkontaminasi pestisida. Daftar tersebut dirilis oleh Environmental Working Group (EWG), organisasi nirlaba, non-partisan yang didedikasikan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Setelah stroberi, sayur dan buah yang masuk dalam daftar Dirty Dozen 2018 adalah bayam, apel, anggur, persik, ceri, pir, tomat, seledri, kentang, dan paprika. Makanan tersebut dinyatakan positif mengandung residu pestisida dan mengandung konsentrasi pestisida yang lebih tinggi.

Selain Dirty Dozen, EWG juga membuat daftar Clean 15 bagi buah dan sayur yang mengandung jumlah pestisida paling sedikit. Pada daftar ini avokad jadi pemimpin, diikuti oleh jagung manis, nanas, kubis, bawang, kacang polong beku, pepaya, asparagus, mangga, terung, melon, kiwi, blewah, kembang kol, dan brokoli.

Pestisida dalam buah dan sayur

Pestisida merupakan bahan kimia untuk membunuh hama, baik itu berupa tumbuhan, serangga, maupun hewan. Penggunaan pestisida dinilai berbahaya karena berisiko bagi kesehatan.

Pusat Informasi Pestisida Nasional juga mengatakan bahwa anak-anak, ibu hamil, orang sakit, dan orang tua mungkin lebih sensitif terhadap efek pestisida daripada yang lain.

Penelitian dari American Academy of Pediatricians menunjukkan bahwa pestisida dapat menyebabkan komplikasi kesehatan kronis pada anak-anak, termasuk perkembangan saraf atau masalah perilaku, gangguan keterampilan motorik, cacat lahir, asma, dan kanker.

Anak-anak yang terpapar organophosphate dan pyrethroid pestisida yang tinggi lebih mungkin didiagnosis dengan ADHD. Ilmuwan juga telah mengevaluasi kembali bukti yang menunjukkan pestisida organophosphate dapat memengaruhi otak dan perilaku anak-anak.

Dilansir Mother Nature Network, ada penelitian yang menemukan hubungan antara paparan pestisida dengan leukemia, kanker otak, limfoma, dan kanker payudara.

Menurut Environmental Health Perspectives, semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa pestisida dalam makanan dapat dikaitkan dengan beberapa kasus kanker payudara. Risikonya juga akan meningkat bila ada tambahan faktor gaya hidup, diet, dan keturunan.

Beberapa bahan kimia dalam pestisida juga dapat mengganggu hormon seperti estrogen, tiroid dan androgen, yang dapat berdampak pada reproduksi dan kesuburan.

Bahkan, petani yang terpapar pestisida tertentu memiliki risiko 70 persen lebih tinggi terkena penyakit Parkinson. Selain itu, ada juga risiko mengalami masalah pada mata, kulit, dan paru-paru, tergantung pada seberapa banyak mereka terpapar.

Bagi Anda yang terbiasa mengonsumsi buah dan sayur dalam daftar Dirty Dozen, saran dari EWG adalah beralih pada produk organik. Namun, produk organik pun tidak bebas pestisida. Ada pestisida yang digunakan dalam pertanian organik, tetapi mereka berasal dari bahan alami.

Untuk memastikan buah dan sayur bebas residu pestisida dari hasil panen, Anda bisa mencucinya di bawah air keran minimal 30 detik sebelum digunakan.

Para ahli dari Connecticut Agricultural Experiment Station mengatakan bahwa air saja sudah cukup sebagai deterjen ringan atau pencuci sayuran.

Namun, ada juga penelitian lain yang menyatakan bahwa merendam dalam larutan soda kue dan air adalah cara yang lebih efektif untuk membersihkan buah dan sayuran dari pestisida.

Terlepas dari pengaruh pestisida pada tubuh, risiko nyata sebenarnya adalah ketika Anda kurang makan buah dan sayur. Anda patut waspada akan dampak dari pestisida tetapi bukan berarti menjadi tidak makan keduanya.

EWG juga menyatakan bahwa manfaat kesehatan dari diet yang kaya buah dan sayuran lebih besar daripada risiko paparan pestisida. Makan produk yang ditanam secara konvensional jauh lebih baik daripada melewatkan buah dan sayuran

BACA JUGA