Studi ungkap bau badan laki-laki lajang

ilustrasi laki-laki bau badan
ilustrasi laki-laki bau badan | namtipStudio /Shutterstock

Ulasan mengenai temuan ilmiah terbaru terbilang cukup menarik. Para peneliti mengungkapkan bahwa laki-laki jomlo alias masih melajang memiliki bau badan yang lebih kuat dibandingkan laki-laki yang telah memiliki pasangan.

Tantangan memiliki status lajang benar-benar nyata dan tidak selalu mudah, mulai dari tekanan keluarga, melawan kesepian, jumlah teman yang terus berkurang, dan rasa percaya diri yang luruh seiring waktu.

Sekarang, tim ilmuwan menambah daftar panjang merugi karena belum memiliki pasangan dengan merilis hasil temuan yang menyatakan, tubuh laki-laki jomlo lebih berbau daripada yang telah berpasangan.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology tersebut menjelaskan, bau badan yang lebih kuat pada kelompok laki-laki jomlo karena kadar testosteron yang lebih tinggi.

Para peneliti dari Macquarie University merekrut 82 wanita heteroseksual untuk menilai bau badan dan wajah pria berusia antara 18 dan 35 tahun.

Dalam percobaan, para lajang harus berkeringat sebelum wanita mencium bagian ketiak kaus mereka.

Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan menilai bau badan laki-laki lajang dari skala satu sampai dengan enam adalah 3,5. Sementara itu, laki-laki yang telah menikah mendapatkan nilai tiga.

Hal menarik lainnya yang berhasil disimpulkan peneliti adalah perempuan menilai, wajah laki-laki yang jomlo justru tampak lebih maskulin dibandingkan yang sudah menjalin hubungan dan menikah.

"Konsisten dengan hipotesis bau badan laki-laki lajang lebih kuat daripada laki-laki menikah. Wajah mereka juga dianggap lebih maskulin daripada yang sudah punya pasangan," tulis para peneliti.

Peneliti dari Macquarie University juga pernah menganalisis soal bau badan laki-laki dari sudut pandang asupan makanan.

Peneliti menuliskan, keringat ketiak manusia sebenarnya dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan keterkaitan genetik dan status kesehatan.

Dua hal tersebut dianggap sebagai kontributor penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang untuk kesehatan dan aroma tubuh manusia.

Makanan kaya buah dan sayuran masih menjadi jawara dalam hal menyumbangkan manfaat kesehatan pada tubuh. Selain itu, juga baik dalam menciptakan aroma yang lebih baik.

Penelitian yang dipimpin oleh Andrea Zuniga ini menguji apakan buah dan sayuran secara tidak langsung terkait dengan bau badan dan aroma keringat yang tidak mengganggu orang-orang sekitar.

Partisipan laki-laki diminta untuk memberikan sampel keringat dan informasi diet harian mereka.

Peserta perempuan kemudian mengevaluasi sampel-sampel ini pada beberapa dimensi afektif, kualitatif, dan psikofisik.

Hasilnya, peneliti merangkum bahwa partisipan laki-laki yang lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan memiliki aroma keringat yang tidak menebarkan bau asam.

Sementara itu, partisipan yang sering mengonsumsi daging dan karbohdirat dinilai berbau badan kurang sedap.

Oleh karena itu, sebaiknya laki-laki yang masih melajang mungkin bisa menerapkan pola diet lebih banyak asupan sayuran dan buah-buahan.

Tujuannya, selain memiliki tubuh yang lebih sehat, juga untuk menjaga supaya aroma tubuh Anda terjaga lebih bersahabat setidaknya bagi orang-orang di lingkungan terdekat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR