Suasana hati ibu pengaruhi ASI

Ibu menyusui
Ibu menyusui | GOLFX /Shutterstock

Selain masalah kesehatan, ternyata emosi ibu juga dapat berpengaruh pada air susu ibu (ASI). Mengapa demikian?

Kata psikolog Hanlie Muliani, penting untuk merajut hubungan emosional antara ibu dan anak, bahkan sejak mengandung. Salah satu caranya adalah memberikan ASI dengan ikhlas dan bahagia.

Menurut Hanlie, perasaan ibu yang bahagia akan membuat ASI lebih berkualitas. Namun, tetap saja harus dibarengi dengan asupan makanan bergizi.

“Jika ada perasaan gembira, bahagia, senang saat menyusui, tentu ASI yang keluar akan berkualitas. Hubungan anak dan ibu pun akan semakin dekat,” ujarnya.

Ketika ibu bahagia, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini dikenal dengan hormon cinta, efeknya yang menenangkan membuat momen menyusui pun jadi lebih santai.

Oksitosin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. Hormon ini dapat meningkatkan relaksasi, menurunkan stres dan kecemasan, menurunkan tekanan darah, dan menyebabkan kontraksi otot. Oksitosin juga merupakan hormon yang terlibat dalam hubungan sosial, ikatan, kepercayaan, dan cinta.

Hormon ini termasuk penting dalam berbagai fase kehidupan perempuan. Oksitosin berperan dalam orgasme, ketika melahirkan hormon ini menyebabkan rahim berkontraksi dan mendorong bayi keluar. Oksitosin juga berperan penting dalam menyusui.

Menyusui juga merangsang pelepasan oksitosin dari otak, memungkinkan bayi mendapatkan ASI, menyebabkan rahim menyusut setelah melahirkan, serta menumbuhkan cinta, pengasuhan, dan ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak.

Bagaimana agar bisa menyusui dengan bahagia? Ada beberapa tip yang bisa diikuti. Salah satunya, pastikan menyusui dengan posisi nyaman, baik itu duduk atau sambil berbaring di tempat tidur.

Anda pun perlu memilih pakaian yang nyaman ketika menyusui. Pilihlah pakaian yang terbuka di bagian depan sehingga memudahkan saat menyusui.

Beberapa ibu merasa bermanfaat untuk menopang payudara dengan tangan yang berlawanan saat bayi menempel. Jika melakukan ini, pastikan tangan Anda jauh dari areola agar tidak menghalangi mulut bayi.

Selain itu, Anda juga perlu belajar manajemen stres yang lebih baik. Sebab, stres dapat memengaruhi menyusui dalam beberapa cara. Misalnya, tingkat stres tinggi dapat menurunkan suplai asi.

Namun, momen menyusui juga dapat membantu menurunkan stres. Jadi, sering menyusui sebenarnya dapat membantu Anda melawan stres sehari-hari.

Menghindari stres mungkin sulit, tetapi Anda bisa belajar mengatasinya dengan cara sehat. Mulailah dengan menjaga dan merawat diri sendiri.

Cobalah makan makanan sehat dan cukup tidur. Sebab, ketika Anda merasa baik dan cukup istirahat, ini akan berdampak pada penanganan hal-hal yang membuat stres dengan lebih baik.

Ketika merasa stres, Anda bisa menjauhi situasinya, meski itu hanya jalan-jalan di sekitar rumah. Ambil napas dalam-dalam yang lambat. Berkonsentrasi pada menghirup dan menghembuskan napas dapat menenangkan.

Bicaralah dengan orang lain, misalnya teman, keluarga, atau pasangan. Ini akan membuat perasaan lebih baik. Anda juga dapat mendiskusikan perasaan dengan dokter atau terapis.

Kemudian, cobalah berolahraga. Ini akan melepaskan endorfin ke dalam tubuh. Endorfin adalah bahan kimia alami yang dapat mengurangi stres dan membuat Anda merasa bahagia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR