Swiss, bangsa yang takut telat

Ilustrasi
Ilustrasi
© Master1305 /Shutterstock

Tepat waktu adalah suatu hal yang sudah mendarah daging bagi bangsa Swiss. Bukan lagi sekadar basa-basi, atau pemanis saja, melainkan dapat dikatakan sebagai sumber utama kebahagiaan. Mereka sangat tepat waktu, efisien dan bersih.

Negara Swiss terkenal dengan industri jam kelas dunia. Kita akan sulit menemukan jawaban, mana yang terlebih dulu ada, pencatat waktu yang tepat atau orang-orang yang tepat waktu. Akan tetapi kenyataannya adalah di negara ini alat transportasi umum seperti bis dan kereta api, serta hal lainnya, benar-benar berjalan tepat waktu.

Bagi orang yang baru pertama kali datang ke negara di pegunungan Alpen ini, keadaan itu membuat berbagai perasaan bercampur aduk, antara kagum dan merasa kesal. Apalagi jika mereka sering terlambat, tidak efisien dan jorok.

Ketika penulis buku Man Seeks God, Eric Weiner, tiba di Swiss untuk pertama kalinya, dia sempat mengalami beberapa tahap reaksi terhadap ketepatan waktu. Awalnya dia merasa senang karena kehidupan di Swiss begitu dapat diandalkan, terutama dia datang dari negara yang lebih santai dalam menghadapi ketepatan waktu, seperti Prancis.

Di Swiss, jika Anda dijanjikan akan bertemu pukul 14.00, maka Anda akan bertemu pukul 14.00, tepat. Bukan pukul 13.55 siang atau pukul 14.05 siang.

Akan tetapi, kemudian Eric merasa terganggu. "Ketepatan waktu yang ekstrem mengejutkan saya. Dan saya sependapat dengan penulis Inggris Evelyn Waugh yang mengatakan 'Punctuality is the virtue of the bored' ". Kendati demikian, Eric tetap menghargai sikap bangsa Swiss yang selalu tepat waktu ini.

Seorang yang tepat waktu, kata Eric Weiner, adalah orang yang penuh perhatian. Bangsa Swiss berprinsip"Saya menghargai waktu Anda, dengan demikian saya menghargai Anda.". Bahkan mereka tidak akan menggunakan telepon genggam untuk mengirimkan pesan tertulis untuk memberitahu bahwa mereka akan terlambat beberapa menit.

Konon, letak geografis negara Swiss yang berada di wilayah pegunungan yang keras dan dingin lah yang membentuk karakter ini. Bayangkan jika mereka tidak menanam bibit tanaman pangan dan memanennya tepat waktu, maka mereka dipastikan akan kelaparan sepanjang tahun.

Kekurangan terlalu tepat waktu

Hal yang baik ini bukannya tidak memiliki kekurangan.

Misalnya, karena semua kantor beristirahat tepat pada pukul 16.00, maka mendapatkan tempat kosong di warung-warung kopi di berbagai kota di negara itu menjadi hal yang sulit. Semua orang beristirahat dan berkumpul di jam yang sama, setiap hari. Atau setiap penghuni di gedung-gedung apartemen, harus mematuhi jadwal harian yang ketat untuk mencuci baju.

Ketepatan waktu juga dapat meningkatkan rasa frustrasi dan stres. Terutama karena terjadi sesuatu hal yang tidak mereka harapkan terkait dengan ketepatan waktu--yang sebenarnya sangat jarang terjadi--akan membuat orang-orang Swiss merasa marah dan bingung.

Negara ini pernah dibuat gelisah oleh sebuah berita yang mengetengahkan temuan bahwa hanya 87.5 persen dari perjalanan kereta api yang dijalankan oleh kereta federal datang terlambat kurang dari tiga menit. Hal ini membuat mereka malu, karena mereka menargetkan sebanyak 89 persen yang terlambat kurang dari tiga menit. Alhasil rakyat Swiss kemudian melakukan pemungutan suara untuk mengamandemen peraturan tentang skema keuangan bagi infrastruktur perkeretaapian.

Belakangan, negara ini mempunyai saingan berat dalam hal ketepatan waktu. Shinkansen di Jepang, membuat kereta api-kereta api di Swiss tampak benar-benar lambat, dengan rata-rata keterlambatan dalam setahun selama 36 detik.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.