Tanaman-tanaman ampuh penangkal nyamuk

Tanaman zodia (Evodia sauveolens) salah satu penangkal nyamuk.
Tanaman zodia (Evodia sauveolens) salah satu penangkal nyamuk. | Dedhik Art /Shutterstock

Selain mengandalkan penyemprot serangga dan rutin bersih-bersih untuk memberantas sarang sekaligus jentik nyamuk. Anda juga bisa memanfaatkan tanaman untuk menangkal nyamuk.

Seiring meningkatnya curah hujan dan banjir, dan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di beberapa daerah Indonesia, Kemenkes mengimbau agar kita lebih waspada mengantisipasi potensi terpapar DBD.

Salah satu caranya dengan memanfaatkan tanaman untuk menangkal gigitan nyamuk. Pasalnya, tanaman tertentu diketahui memiliki senyawa kimia alami.

Mereka bisa bekerja dalam satu dari tiga cara. Yakni menutupi aroma manusia, mengusir nyamuk secara aktif hingga tingkat tertentu, atau mengandung zat beracun bagi nyamuk dan serangga.

Zodia (Evodia sauveolens)

Tanaman asli Papua yang kini sudah menyebar di seluruh Nusantara ini masih tergolong suku jeruk-jerukan (rutaceae). Masyarakat Papua terbiasa menggosok-gosokkan daun zodia sebelum masuk hutan agar terlindung dari gigitan berbagai serangga, terutama nyamuk.

Daunnya dianggap efektif dan ampuh menangkal nyamuk karena mengandung evodiamine dan rutaecarpine, juga minyak atsiri dengan senyawa Limonen, linalool dan α-pinen.

Menariknya, zodia juga bisa difungsikan sebagai tanaman hias untuk luar atau dalam ruangan.

Agar efektif menangkal nyamuk, biarkan aroma zodia tersebar merata dengan meletakkannya di titik akses angin berembus ke dalam ruangan. Namun, hindari menempatkan zodia di ruangan sempit karena aromanya yang kuat bisa membuat pusing.

Selasih atau basil

Ocimum basilicum atau selasih.
Ocimum basilicum atau selasih. | Cat Act Art /Shutterstock

Selain berguna sebagai bumbu dapur atau pengharum masakan, selasih (Ocimum basilicum) merupakan salah satu dari sedikit tanaman beraroma menyengat yang mampu menangkal nyamuk tanpa perlu menghancurkan daunnya. Studi tahun 2009 bahkan menunjukkan minyak esens selasih sangat beracun bagi jentik nyamuk.

Untuk mengendalikan laju pertumbuhan jentik, Anda disarankan menanamnya di sekitar mata air, kolam, dan sumber air lain.

Tapak dara atau geranium

Catharanthus roseus atau Geranium.
Catharanthus roseus atau Geranium. | Nuttapong Kodmanon /Shutterstock

Tanaman berwarna merah muda dengan nama ilmiah Catharanthus roseus ini biasa dijadikan tanaman hias. Namun, ia juga ampuh menangkal nyamuk karena di dalamnya terkandung geraniol dan sitronelol, dua zat berbau harum yang sangat dibenci nyamuk.ketika menguap di udara.

Anda bisa menanam geranium di halaman atau di dalam pot untuk menangkal nyamuk masuk ke rumah. Lebih baik lagi jika Anda menempatkannya di lokasi yang mudah terkena tiupan angin. Gesekan antar daun geranium bisa membantu menguapkan zat di dalamnya.

Serai wangi atau sereh

Cymbopogon citratus
Cymbopogon citratus | Nannie_iiuu /Shutterstock

Tanaman bernama ilmiah Cymbopogon citratus ini biasa dimanfaatkan sebagai penyedap makanan dan bumbu dapur. Namun, kandungannya yang serupa geranium juga ampuh menangkal nyamuk.

Serai merupakan anggota suku rumput-rumputan yang bisa tumbuh subur di berbagai iklim dan jenis tanah sehingga lebih cocok ditanam dekat jendela rumah aih-alih di dalam pot.

Anda bisa memanfaatkan serai dengan memotong-motong atau menggeprek bagian batang dan menaruhnya di ruangan. Namun, serai akan lebih efektif jika diolah lewat penyulingan sehingga menghasilkan minyak atsiri yang mengandung sitronela tinggi.

Bandotan atau ageratum

Tanaman berwarna biru dengan bunga yang mudah terbawa angin ini memiliki banyak jenis. Setelah kawin silang, warnanya akan berubah menjadi putih, merah jambu, unggu hingga keemasan. Beberapa nama ilmiahnya yaitu Ageratum houstounianum dan Ageratum conyzoides linn.

Para petani kurang menyukai bandotan karena sulit diberantas dan menjadi gulma bagi tanaman. Namun, seluruh jenisnya justru bermanfaat bagi kita karena memproduksi coumarin, suatu aroma yang tidak disukai nyamuk—tapi sangat disukai kupu-kupu—dan banyak dipakai dalam obat nyamuk komersial.

Daun bandotan yang ditumbuk dan disemprotkan ke tanaman juaga sangat disukai petani organik karena memiliki manfaat sebagai pestisida alami. Bahkan, ekstrak bandotan terbukti berpotensi sebagai obat infeksi dan zat antibakteri.

Kenanga (Cananga odorata)

Cananga odorata.
Cananga odorata. | Krungchingpixs /Shutterstock

Tumbuhan asli Indonesia yang akrab menghiasi acara pernikahan ini termasuk salah satu tanaman penangkal nyamuk dengan potensi paling tinggi—selain serai, kemangi, jeruk dan zodia.

Di dalam bunganya, terdapat komposisi minyak atsiri yang mengandung senyawa linalool, geraniol, dan eugenol. Seluruhnya sangat dihindari nyamuk dan serangga lainnya.

Tanaman lainnya

Tanaman lainnya yang terbukti ampuh menangkal nyamuk di antaranya adalah Lavender, citronella, marigold, catnip, jenis lemon-lemonan seperti lemon thyme dan lemon balm, juga tanaman anggota mint seperti peppermint.

Namun, penting dicatat bahwa tanaman-tanaman itu hanya akan berfungsi efektif jika diekstrak terlebih dahulu, bukan sekadar ditanam.

Mengekstrak, kata Daniel Cunningham, seorang ahli hortikultura di Pusat Penelitian dan Penyuluhan AgriLife Texas A&M di Dallas, bisa sesederhana menghancurkan daun lalu menaburnya di dekat Anda dan sekitar rumah, atau lebih baik lagi jika sampai menghasilkan minyak.

Selain itu, tulis Bustle, rosemary lebih ampuh jika daunnya yang sudah dikeringkan kemudian dibakar. Asap pembakarannya mengeluarkan aroma menyengat penangkal nyamuk.

Sementara tanaman seperti adas, timi, cengkeh, dan seledri, masih diteliti efektivitasnya dalam menangkal nyamuk.

Pun sejauh ini, bawang putih tidak terbukti menangkal nyamuk baik saat dimakan atau dioles ke tubuh.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR