Tas pakai ulang asli dari Indonesia

MITRA: Woman Talk
Warga Kampung Linggang Melapeh menganyam tas Anjat di Kecamatan Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Warga Kampung Linggang Melapeh menganyam tas Anjat di Kecamatan Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur. | Sugeng Hendratno /ANTARA FOTO

Beberapa tahun belakangan, banyak kampanye untuk menggunakan tas pakai ulang (reusable bag) sebagai pengganti kantung plastik. Tahukah Anda kalau sebenarnya bangsa kita sudah lama mengenal tas yang bisa terus dipakai ulang?

Beberapa suku di tanah air bahkan masih memelihara budaya membuat tas tradisional dengan berbagai teknik. Ada yang berupa rajutan, anyaman, serta tenunan.

Tas tradisional ini awet dan sangat kuat untuk membawa barang yang berat, bahkan di beberapa daerah digunakan untuk menggendong anaknya. Berikut tas-tas tradisional dari berbagai suku di Indonesia yang sudah digunakan sejak dahulu kala:

1. Noken (Papua)

Tas ini terbuat dari serat kulit kayu. Uniknya, tidak seperti tas biasa yang disangkutkan ke bahu, tas ini dipakai dengan cara disangkutkan di kepala sementara bagian kantungnya menjuntai ke punggung.

Masyarakat Papua selalu menggunakan noken sebagai wadah untuk membawa barang bawaan saat bepergian dan dipakai untuk membawa anaknya.

Noken memiliki filosofi sebagai simbol kehidupan yang baik, perdamaian, serta kesuburan bagi masyarakat Papua. Noken juga menjadi simbol kedewasaan seorang wanita. Dulu, salah satu syarat bagi perempuan Papua agar bisa menikah adalah harus bisa membuat Noken.

Perlu waktu yang cukup lama untuk membuat sebuah noken karena agak rumit dan tidak menggunakan mesin. Noken berukuran sedang butuh waktu satu sampai dua minggu, sedangkan ukuran besar bisa mencapai 3 minggu.

Bahan baku yang digunakan adalah kayu pohon Manduam dan pohon Nawa (Anggrek hutan) yang diolah dan dikeringkan. Kayu ini kemudian dipintal menjadi benang dan diwarnai dengan pewarna alami, selanjutnya benang kayu dirajut menjadi noken.

Tak heran jika harganya bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Sejak 2012, noken resmi masuk dalam daftar UNESCO Warisan Budaya Tak Benda.

2. Tas Koja dan Kepek (Baduy-Jawa Barat)

Tas koja terbuat dari kulit pohon Teureup. Kulit pohon dijemur hingga kering, kemudian dibelah kecil-kecil dan dianyam menjadi benang. Selanjutnya benang-benang itu dirajut menjadi tas koja.

Masyarakat Baduy menggunakan tas ini untuk mengangkut alat-alat pertanian atau membawa barang-barang saat bepergian. Harga tas ini bervariasi tergantung dari ukurannya, yakni Rp45 ribu sampai Rp100 ribu.

Sama seperti tas koja, tas kepek juga digunakan masyarakat Baduy untuk menyimpan perbekalan dan pakaian selama bepergian. Selain itu, tas ini juga digunakan untuk menyerahkan mas kawin saat pernikahan anggota suku Baduy.

Tas ini terbuat dari daun Sarai (sejenis aren), rotan, kulit pohon Teureup, kulit pohon Handam, serta anyaman bambu di bagian dalam tasnya. Tas Kepek biasanya dijual mulai harga Rp200 ribu hingga Rp250 ribu.

3. Tas Anjat (Dayak-Kalimantan Timur)

Tas anyaman dari rotan ini berbentuk bundar seperti tabung dan merupakan hasil kerajinan anyam suku dayak Kenyah Bakung di Kalimantan Timur. Tas Anjat dijual mulai dari Rp130 ribu hingga Rp400 ribu.

Bagi kaum laki-laki, Anjat digunakan sebagai wadah untuk perbekalan saat berburu ke hutan. Sedangkan kaum perempuan menggunakan Anjat untuk menyimpan baju atau makanan saat pergi berkebun.

Proses pembuatan Anjat cukup rumit, rotan harus dibelah dan dihaluskan kemudian dirangkai membentuk Anjat. Proses pengayaman Anjat dilakukan dengan berputar dari kiri ke kanan. Selanjutnya, diberi lapisan penutup dari kain dan diberi hiasan manik-manik yang dirangkai menjadi berbagai motif.

4. Tas Sepu (Toraja)

Tas khas Toraja, Sulawesi Selatan, ini biasanya digunakan perempuan Toraja untuk mengikuti pesta adat Rambu Tuka' (perkawinan), Rambu Solo' (kematian), dan Ma'rara Banua (syukuran rumah).

Biasanya tas berbahan kain tenun ini digunakan berpasangan dengan baju adat Toraja. Kini, tas sepu menjadi salah satu suvenir khas Toraja dan Anda bisa mendapatkannya seharga Rp400 ribu.

Melihat bentuknya yang unik dan menarik, apakah Anda tertarik untuk mulai memakaireusable bag tradisional ini?

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR