Tegal proklamirkan menjadi kota kuliner

Masakan khas Tegal yang dipamerkan dalam ajang lomba masak dalam rangka peresmian Tegal Kota Kuliner, Jumat (17/03/2017)
Masakan khas Tegal yang dipamerkan dalam ajang lomba masak dalam rangka peresmian Tegal Kota Kuliner, Jumat (17/03/2017)
© Dian Afrillia /Beritagar.id

Tegal resmi jadi Kota Kuliner. Acara pengesahan dilakukan pada Jumat sore, (17/03/2017) di Jalan Veteran, Tegal.

Wali Kota Tegal, KMT. Siti Masitha Soeparno, optimis menjadikan Tegal sebagai Kota Kuliner. Kenapa? Karena, kata dia, warteg yang kini telah mendunia dan Tegal juga memiliki tradisi minum teh poci yang identik dengan budaya musyawarah.

"Pariwisata itu seperti raksasa tidur. Jika kita bisa mengemasnya akan jadi luar biasa. Juga dapat meningkatkan perekonomian daerah," ujar Siti Masitha saat memberi kata sambutan dalam acara peresmian Tegal Kota Kuliner.

Siti mengatakan pariwisata bisa jadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan. Ia yakin bahwa Tegal mempunyai daya tarik untuk wistawan, masyarakat yang dinamis, serta potensi lokal yang luar biasa.

Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, menyampaikan kata sambutan  dalam acara peresmian Tegal sebagai Kota Kuliner, Jumat (17/03/2017).
Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, menyampaikan kata sambutan dalam acara peresmian Tegal sebagai Kota Kuliner, Jumat (17/03/2017).
© Dian Afrillia /Beritagar.id

Bajari, Ketua Panitia, menyatakan harapannya agar Tegal bisa jadi kota tujuan wisata. "Tujuan dari peresmian ini adalah mempopulerkan makanan khas Tegal dan menjadikan Tegal sebagai tujuan wisata kuliner. Misalnya, jika wisatawan ingin makan sauto bisa datang ke Tegal," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kelenteng Tek Hay Kiong.

Dalam acara peresmian, turut hadir Santhi Serad mewakili ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) yang sekaligus menjadi juri dalam lomba masak yang diikuti 34 peserta dari 27 kelurahan dan 4 kecamatan yang ada di Tegal, serta hotel dan SMK.

Lomba masak menjadi daya tarik di hari pertama. Pasalnya, perwakilan dari setiap daerah di Tegal mengikuti lomba tersebut. Pesertanya didominasi oleh ibu-ibu. Mereka menyajikan makanan wajib berupa sauto dan sambal, beserta masakan khas Tegal lain seperti aneka masakan ikan dan jajanan.

Menurut Santhi, semua sauto yang disajikan memiliki perbedaan, terutama dari segi bumbu. Santhi juga mengatakan bahwa adanya lomba masak ini untuk mencari bibit unggul dari warga Tegal.

Chef Muto, koki asal Tegal yang juga menjadi juri dalam lomba masak, turut menampilkan demo masak. Kali itu, ia membuat kupat blengong dengan penyajian modern serta sushi ubi roll dengan gaya memasak ala kungfu yang menjadi ciri khasnya.

Peresmian juga dimeriahkan oleh bazar makanan dan produk lokal sebanyak 84 stan yang diadakan di sepanjang Jalan Veteran. Di antaranya ada stan Tahu Pletok Nata Jaya, Pempek Palembang Linda, Es Salju Pelangi, Es Krim Roll, Kecap Asli Tegal, Sate Jepang, Kueh Tiong Chiu Phia, dan masih banyak lagi.

Pameran makanan diselenggarakan selama 3 hari sejak Jumat hingga Minggu. Pengunjung dapat masuk secara gratis dan mencicipi aneka jajanan khas Tegal dan berkunjung ke kelenteng tua di Jalan Gurame.

Terselenggaranya kegiatan ini berkaitan dengan perayaan hari jadi Kelenteng Tek Hay Kiong yang ke-180 tahun.

Awalnya, pemerintah kota Tegal dan Yayasan Tri Dharma akan membuat acara untuk ulang tahun kelenteng. Namun, acara dibuat lebih besar dengan adanya pameran kuliner, lomba masak yang melibatkan tim ACMI, sekaligus menjadikan Tegal sebagai Kota Kuliner.

Siti menyatakan, kegiatan semacam ini siap menjadi agenda tahunan di tegal dan menjadikannya sebagai daya tarik wisatawan baik nasional mau pun internasional dalam rangka mendukung program Pesona Indonesia.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.