Tentang clubfoot, kelainan kaki bayi

Ilustrasi
Ilustrasi | aijiro /Shutterstock

Selebritas Joanna Alexandra yang melahirkan pada tanggal 24 Mei 2017 lalu, baru mengetahui kelainan yang dialami anak keempatnya sesaat setelah dilahirkan.

"Di kandungan semuanya normal," jelas Joanna, seperti yang dilansir dari Detik, "Kelainan di kaki juga aku bacanya, ketahuannya pas sudah lahir."

Ternyata, bayi perempuan artis muda ini mengalami kelainan pada kakinya, yang dikenal dengan istilah clubfoot.

Menurut National Health Service dari Inggris, istilah medis untuk kelainan itu adalah congenital talipes equinovarus. Clubfoot adalah suatu kelainan bentuk dan pergelangan kaki bayi, dapat terjadi pada satu atau kedua belah kaki.

Ini ditandai dengan posisi kaki bengkok ke bawah dan telapak kaki menghadap ke belakang. Untuk kasus yang lebih parah lagi, bagian bawah kaki menunjuk ke atas.

Kelainan ini tidak menyebabkan bayi merasa kesakitan. Tetapi seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi, kelainan tersebut dapat menimbulkan kesakitan dan kesulitan berjalan. Terutama jika tidak ditangani dengan benar.

Sebenarnya apa yang menyebabkan terjadinya kelainan ini?

Dalam situs Mayo Clinic disebutkan bahwa penyebabnya tidak diketahui secara pasti, tetapi diduga merupakan kombinasi dari faktor genetika dan lingkungan. Misalkan ada salah satu anggota keluarga yang mengalami clubfoot, maka kelainan tersebut dapat terjadi pada salah seorang anggota keluarga lain.

Atau jika anak pertama mengalami clubfoot, maka kemungkinan anak kedua mengalaminya akan meningkat. Sementara situs WebMD menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, clubfoot disebabkan karena posisi bayi ketika masih berada dalam kandungan ibu, atau disebut dengan postural clubfoot.

Dokter Fathurachman, SpOT, MKes, dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, seperti dikutip dari Detik, mengatakan bahwa pernikahan antar saudara dekat juga meningkatkan risiko terjadinya clubfoot.

Selain itu, ibu hamil yang pernah menjalani pemeriksaan cairan ketuban untuk mengetahui kelainan genetik janin, serta ibu hamil yang memiliki masalah kekurangan cairan ketuban, juga berisiko melahirkan anak dengan kelainan tersebut.

Apakah clubfoot dapat disembuhkan?

Dokter Fathur mengatakan bahwa tingkat keberhasilan penanganan clubfoot pada bayi mencapai 80 sampai 90 persen, tanpa operasi, jika ditangani sedini mungkin.

Hal ini ditegaskan juga oleh dokter Andri Primadhi, SpOT, dari Divisi Foot and Ankle Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, seperti dikutip dari Detikhealth.

Menurutnya, penanganan sedini mungkin harus segera dilakukan kecuali ada keadaan khusus pada bayi, sehingga perlu ditunda hingga beberapa minggu kemudian.

Akan dilakukan manipulasi pada kaki clubfoot supaya kembali ke posisi normal, lalu dipertahankan dengan strap atau gips, demikian jelas dokter Andri. Lalu dokter akan mengevaluasi setiap minggu, sekaligus memperbaiki posisi kaki hingga ke bentuk normal. Biasanya dibutuhkan waktu sampai sekitar enam minggu. Lalu dokter akan membuatkan sepatu khusus untuk mempertahankan posisi kaki.

Dokter Andri menambahkan, umumnya clubfoot memang dapat diatasi dengan tindakan non-operatif, terlebih untuk kasus yang tergolong ringan. Penanganan yang lebih dini juga dilakukan untuk meminimalisir tindakan operasi.

Tindakan operasi baru dilakukan jika tidak ada kemajuan selama dilakukan penanganan non-operatif, karena adanya kelainan lain yang menyertai seperti gangguan sistem saraf. Tindakan operasi atau pembedahan juga kemungkinan besar akan dilakukan untuk menangani clubfoot pada anak yang lebih besar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR