Tidur dan seks, dua kunci hidup bahagia

Ilustrasi perempuan tidur
Ilustrasi perempuan tidur | Golubovy /Shutterstock

Selama ini, mungkin Anda berpikir bahwa hal yang membuat hidup lebih bahagia adalah uang. Padahal menurut penelitian, tidur dan seks memiliki dampak yang jauh lebih besar pada kesejahteraan.

Klaim tersebut berasal dari Living Well Index terbaru. Mereka melihat bagaimana orang mengatasi tantangan dengan kehidupan modern.

Mereka juga melihat antara kualitas tidur, kehidupan seks, keamanan kerja, kesehatan kerabat dekat, dan bercakap-cakap dengan tetangga adalah lima faktor teratas yang menentukan siapa sebenarnya yang hidup dengan baik.

Lewat penelitian, Oxford Economics dan National Centre for Social Research menemukan bahwa rata-rata orang memiliki skor Living Well 62,2 dari 100, sementara skor tertinggi antara 72 dan 92.

Menurut peneliti, orang-orang yang secara teratur mendapatkan tidur nyenyak menikmati peningkatan kesejahteraan yang lebih besar. Orang yang paling banyak beristirahat rata-rata mencetak 15 poin lebih tinggi daripada mereka yang kurang istirahat.

"Tidur yang lebih baik adalah kontributor terbesar untuk hidup lebih baik," kata penulis penelitian yang berbasis di Inggris.

Presiden Asosiasi Tidur Australasia, Dr Maree Barnes, mengatakan bahwa melihat penelitian di Inggris yang memvalidasi peran tidur terhadap kesejahteraan seseorang merupakan hal menarik.

"Kami selalu percaya bahwa tidur yang baik memiliki peran dalam kesejahteraan dan ini adalah kabar baik untuk melihatnya dikenali," kata Maree.

"Tidur memberi Anda kemampuan untuk mengatasi hal-hal lain dalam kehidupan, apakah itu pendapatan yang buruk, atau tekanan hidup, itu memiliki efek yang mengalir," tambahnya.

Sedangkan, pelatih kesehatan Micah Christian, yang menjalani sesi pelatihan pribadi untuk para pekerja di kota Surry yang sibuk, mengatakan dia memberi tahu kliennya bahwa mereka memerlukan waktu minimal delapan jam semalam untuk tetap sehat.

"Orang perlu mengingat berapa banyak tidur yang seharusnya mereka dapatkan," kata Christian.

Orang-orang yang paling bahagia juga cenderung melaporkan bahwa mereka memiliki kehidupan seks yang memuaskan. Dari jajak pendapat terhadap 8.250 orang dewasa, hampir dua pertiga menyatakan demikian.

Contohnya Abril Benedit (24 tahun) dan Facundo Arguello (25 tahun). Mereka menyudahi karier di bidang psikologi dan pemasaran di Argentina untuk melakukan perjalanan keliling dunia dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Mereka mengatakan, berhubungan seks membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini juga menstabilkan tingkat energi, dan memperkuat hubungan satu sama lain.

"Kami mencari cara untuk menemukan kebahagiaan dengan bepergian dan menjalani hidup sehat, pergi ke tempat baru, menemukan budaya baru," kata Abril. "Kami pikir berhubungan seks itu sangat penting untuk mewujudkan hubungan yang baik."

Para periset mengatakan bahwa analisis tersebut menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kualitas dan kekuatan hubungan, orang bisa hidup lebih bahagia dan lebih puas.

Secara keseluruhan, orang yang berusia di atas 50 tahun secara konsisten lebih senang. Penelitian ini menemukan, hal ini terutama berlaku pada mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Living Well Index, yang mencetak angka 0 sampai 100, juga mengelompokkan orang ke dalam enam tahap kehidupan yang berbeda. Mereka menemukan orang berusia 35 sampai 54 tahun yang tidak memiliki anak memiliki skor terendah karena jaringan pendukung yang lemah dan kepuasan hidup seks yang lebih buruk.

Penelitian juga menemukan bahwa orang tua cenderung lebih bahagia daripada anak muda, dan demografi terindah dimiliki oleh orang tua dengan anak kecil, diikuti oleh generasi baby boomer yang masih meniti karier.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR