Tip Lebaran aman dan nyaman untuk ibu hamil

Ilustrasi momen silaturahmi saat Idulfitri bagi ibu hamil
Ilustrasi momen silaturahmi saat Idulfitri bagi ibu hamil | nokkaew /Shutterstock

Momen menyambut hari raya Idulfitri tentu sangat menyenangkan. Bagi ibu hamil, kondisi tubuh dan asupan makanan tentu akan memengaruhi janin. Anda bisa mengikuti beberapa saran para ahli agar momen lebaran tetap dapat menyenangkan dan menyehatkan untuk ibu dan janin.

Pada trimester awal, keluhan yang paling banyak dialami oleh ibu hamil adalah mual dan muntah. Agar terhindar dari rasa yang tidak enak ini sebaiknya perhatikan porsi makanan.

Lebih baik makan sedikit tapi sering, juga hindari makanan berlemak dan beraroma tajam atau menyengat. Sebaiknya jangan biarkan perut kosong. Isi perut sebelum Anda mulai pergi silaturahmi.

Jeruk, apel dan tomat adalah buah-buahan yang disarankan bagi ibu hamil dengan gejala mual yang hebat. Atau bila suka, makan buah kiwi yang kaya vitamin C akan mampu meredam rasa mual sekaligus punya nutrisi baik bagi janin.

Untuk ibu yang sudah masuk trimester kedua, umumnya keluhan seperti di awal kehamilan sudah mereda. Jika dokter menyatakan kehamilan Anda sehat, maka boleh saja mempertimbangkan ikut mudik atau bersilaturahmi agak jauh.

Anda tetap harus memperhitungkan stamina tubuh, menjaga agar tidak terlalu lelah. Mintalah suplemen dan vitamin dari dokter sebelum pergi mudik.

Biasanya karena kondisi kehamilan yang dirasa cukup nyaman, ibu hamil lupa dan mengonsumsi banyak asupan manis. Imbangi dengan air putih, hindari soda.

Dalam satu sendok makan sirup mengandung 53 kalori yang hampir seluruhnya berasal dari karbohidrat. Sementara satu sendok makan sirup mengandung 10 gram gula pasir. Soda pun tidak jauh berbeda, tiap porsinya mengandung pemanis, terlebih lagi soda diet yang biasanya menggunakan pemanis buatan.

Pada kehamilan di trimester ketiga, karena perut sudah makin besar, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya batasi kunjungan hanya ke tempat-tempat yang dekat saja. Lebih baik perbanyak istirahat.

Jangan sampai Anda kelelahan, karena dapat menyebabkan penimbunan asam laktat di otot. Akibatnya, terjadi pelepasan hormon prostaglandin yang menyebabkan kontraksi.

Perhatikan juga pakaian yang dikenakan. Pilih bahan yang mudah menyerap keringat karena ibu hamil akan lebih mudah berkeringat. Misal kenakan pakaian dari bahan katun atau sutera, dan hindari bahan polyester.

Menurut perancang busana muslim, Dian Pelangi, pilihan baju untuk lebaran sebaiknya multi fungsi. Dian menyarankan pilihan warna pastel dan putih.

"Tampilan saat lebaran itu kalau bisa multi fungsi, tidak monoton, jadi bajunya dapat dibuat berbagai macam gaya sehingga tetap terlihat segar," kata Dian dinukil dari CNNIndonesia.

Untuk perempuan berhijab, Dian menyarankan hijab yang simpel, tak banyak penggunaan jarum pentul. Lebih baik cepat dikenakan untuk menjaga kenyamanan beraktivitas.

Siapkan juga pakaian ganti dan pilih sepatu dengan alas yang rata, misal selop bertumit rendah agar dapat lebih leluasa bergerak.

"Kalau untuk make up saat lebaran saya senangnya minimalis, tapi biar tetap segar saya maksimalkan di pewarna bibir atau lip cream agar tak terlalu terlihat pucat. Lalu perhatikan penggunaan eye liner agar mata tidak terlihat tengah mengantuk,” pungkasnya.

Namun, untuk pilihan riasan ibu hamil sebaiknya lebih waspada. Dilansir Popsugar beberapa bahan dalam produk riasan mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kandungan dan ibu menyusui.

Misal bahan aluminium klorida heksahidrat yang ditemukan dalam deodoran. Lalu phthalates yang ditemukan dalam produk wewangian dan cat kuku. Juga ada avobenzone, homosalat, oktasio, oktokrin, oksibenzon, oksoksoksat, mentil anthranilat dan oktokril yang ditemukan dalam tabir surya.

Bahan atau zat di dalam makeup tersebut bila berkontak langsung pada kulit bisa berisiko terhadap janin.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR