PELECEHAN SEKSUAL

Kiat melaporkan pelecehan seksual di tempat kerja

Ilustrasi
Ilustrasi | Doidam 10 /Shutterstock

Dalam laporan Asian Correspondent, dinyatakan bahwa ada delapan jurnalis dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina telah menjadi korban pelecehan seksual saat melakukan pekerjaannya.

Para jurnalis mengalami pelecehan dalam berbagai bentuk. Mulai dari pesan teks, kontak fisik, serta undangan makan malam yang dinilai tidak biasa.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyesalkan fakta bahwa pelecehan yang dialami jurnalis ini dimanfaatkan untuk mendapatkan berita lebih eksklusif. Hal ini terjadi saat korban melaporkan pelecehan ini kepada editornya.

Pelecehan seksual memang bisa terjadi di mana saja, termasuk saat seseorang sedang bekerja.

Namun, tak semua korban pelecehan melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya dengan berbagai alasan seperti takut dianggap sebagai pembuat onar bahkan takut kehilangan pekerjaan.

Survei dari CareerBuilder menyatakan, 12 persen pekerja yang mengatakan bahwa mereka pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja, 72 persen belum melaporkannya. Bahkan lebih dari setengah (54 persen) tidak menghadapi pelaku.

"Ada stigma rasa malu, penyangkalan dan ketakutan akan konsekuensi yang mengelilingi korban ini, sehingga sering kali sulit bagi mereka untuk maju," kata Rosemary Haefner, kepala staf sumber daya manusia di CareerBuilder, seperti dikutip CNBC.

Survei ini dilakukan terhadap 809 pekerja sektoral penuh waktu di berbagai industri dan ukuran perusahaan.

Survei berlangsung pada 28 November sampai 20 Desember, bersamaan dengan gerakan #MeToo yang mendorong banyak korban pelecehan seksual untuk buka mulut.

Haefner mengatakan bahwa siapa pun yang merasa dilecehkan harus maju dan merasa nyaman untuk mendatangi perusahaan tempatnya bekerja untuk mengatasi situasi tersebut.

Menurut Haefner, perusahaan perlu memastikan semua karyawan memahami bahwa pelecehan seksual tidak akan ditolerir di tempat kerja dan segala laporan akan dianggap serius.

Definisi pelecehan seksual

Definisi pelecehan seksual mencakup perilaku seksual yang tidak diinginkan, baik secara langsung atau implikasinya. Kata kuncinya adalah tidak diinginkan.

Pelecehan seksual di tempat kerja mencakup komentar, perilaku yang tidak diundang terkait seks, jenis kelamin, atau orientasi seksual. Ini juga merupakan bentuk diskriminasi.

Contoh pelecehan seksual di tempat kerja antara lain dikirimi gambar atau video pornografi, menceritakan lelucon cabul atau berbagi anekdot seksual, membuat isyarat seksual yang tidak pantas, menatap secara seksual sugestif atau menyinggung, serta membuat komentar seksual tentang penampilan, pakaian, atau bagian tubuh.

Selain itu, yang dianggap pelecehan seksual bila seseorang memberikan sentuhan atau mengajukan pertanyaan seksual, seperti pertanyaan tentang riwayat seksual seseorang atau orientasi seksual mereka.

Berkomentar tentang orientasi seksual seseorang atau identitas gender juga termasuk pelecehan.

Menghadapi pelecehan seksual

Saat mengalami pelecehan seksual, buatlah pengakuan bahwa perilaku, tindakan, atau ucapan seseorang membuat Anda merasa tidak nyaman. Bertindak untuk mengatasi situasi tersebut adalah hal yang sudah sewajarnya dilakukan.

Ketika mengalami pelecehan oleh rekan kerja, Anda mungkin khawatir akan terjadi kecanggungan. Bila pelecehan dilakukan oleh klien, atasan, atau vendor, kemungkinan Anda mempertimbangkan bagaimana ini akan memengaruhi karier.

Pelecehan seksual memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental dan perkembangan ekonomi orang yang menghadapinya. Jadi apakah Anda melaporkan atau tidak, pelecehan akan tetap memiliki efek negatif pada karier.

Mengapa korban pelecehan harus berani buka mulut? Ingat saja bahwa apa yang Anda lakukan bertujuan untuk menghentikan perilaku yang membuat Anda tidak nyaman.

Menurut U.S. Equal Employment Opportunity Commission, seseorang harus bisa mengatakan kepada orang yang melakukan pelecehan untuk berhenti. Namun, jika tidak, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu melalui jalur hukum atau mengadu pada bagian personalia untuk mengetahui kebijakan di tempat kerja Anda.

Untuk melaporkan kasus pada bagian personalia, siapkan dokumen dengan bukti bahwa Anda telah dilecehkan di tempat kerja. Bila pelecehan terjadi secara digital, seperti lewat surel, pesan suara, atau chat, Anda bisa menyertakan tangkapan layar sebagai bukti.

Namun, jika pelecehan itu dilakukan secara langsung, catatlah semua detail tentang pertemuan yang mengganggu, panggilan telepon, atau percakapan langsung.

Segera setelah mengalami pelecehan, catat segala detail yang terjadi sespesifik mungkin, termasuk tanggal, tempat, waktu, dan saksi bila ada. Saat Anda melapor, tuliskan siapa yang Anda laporkan, apa yang orang tersebut katakan, dan apa yang terjadi sebagai tanggapan.

Dokumentasikan pertemuan Anda dengan bagian personalia, dan siapa pun yang Anda temui beserta waktu dan apa yang Anda bicarakan, barangkali catatan ini akan Anda butuhkan dalam kasus hukum.

Anda juga bisa meminta dukungan dari teman dan keluarga. Berbicara dengan orang lain tentang pelecehan dapat memberi Anda dukungan yang sangat dibutuhkan dan membantu mengklarifikasi dan memproses semua hal yang terjadi. Dengan cara ini, Anda tidak perlu merasa sendirian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR