KESEHATAN PEREMPUAN

Toxemia, kondisi yang mengancam nyawa Beyonce

Beyoncé di Super Bowl XLVII halftime show 2012.
Beyoncé di Super Bowl XLVII halftime show 2012. | Pete Sekesan /Wikipedia

Beyonce angkat bicara soal kehamilan anak kembarnya Sir dan Rumi. Ternyata saat mengandung anak keduanya, penyanyi kenamaan ini menderita toxemia yang mengancam nyawa.

Tampil dalam sampul Vogue edisi September 2018, Beyonce berbagi kisah tentang tubuh, anak-anak, dan perjalanan hidupnya. Istri produser dan musisi Jay-Z ini juga mengungkapkan perjuangannya melawan toxemia, komplikasi kehamilan kedua yang membuatnya harus beristirahat di tempat tidur selama sebulan penuh sebelum dia melahirkan Sir dan Rumi.

Toxemia adalah istilah lain untuk preeklamsia. Yayasan ini mencatat bahwa toxemia terjadi pada sekitar lima hingga delapan persen kehamilan.

Jika tidak ditangani secara tanggap, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang berbahaya bagi nyawa bayi dan ibu. Sebab toxemia menyebabkan tekanan darah tinggi.

Karena tekanan darah memengaruhi arteri yang mengantarkan darah ke janin, tekanan darah tinggi dapat membatasi aliran darah. Alhasil, mengurangi oksigen dan nutrisi yang dihantarkan untuk bayi.

Toxemia juga bisa memicu kerusakan potensial pada organ seperti hati atau ginjal.

Refinery 29 melaporkan, dulu orang meyakini toxemia atau preeklamsia disebabkan oleh racun di dalam darah--ini menjelaskan sebutan toxemia--tetapi dokter sekarang tahu bahwa masalahnya bukan itu.

Risiko preeklamsia lebih tinggi bagi perempuan yang mengandung lebih dari satu bayi atau anak pertama. Menurut National Institute of Child Health and Development, mereka yang menderita tekanan darah tinggi atau obesitas lebih berisiko mengalami preeklamsia.

Kondisi ini lebih umum ditemukan pada perempuan di atas 40 tahun, perempuan kulit hitam, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga preeklamsia.

Biasanya, ibu hamil didiagnosis preeklamsia ketika tekanan darahnya tinggi. Selain itu, ada setidaknya satu tanda lain bahwa sistem organ tubuhnya tidak berfungsi dengan benar, misal hati atau ginjal.

Normal bagi orang dengan preeklamsia untuk mengalami kenaikan berat badan mendadak dan pembengkakan di tangan dan wajah, seperti yang dialami Beyoncé. Bersamaan dengan itu, gejala seperti sakit kepala, perubahan penglihatan, sakit perut, mual, dan muntah, juga frekuensi buang air kecil yang meningkat juga masuk daftar gejala.

Preeklamsia biasanya terdeteksi selama pemeriksaan tekanan darah rutin atau urin. Jika ibu hamil memiliki tekanan darah di atas 140/90 mm Hg lebih dari sekali, atau tekanan darah yang terlampau tinggi dari biasanya, itu biasanya merupakan indikasi bahwa ia mengalami preeklamsia.

Sering kali penderita preeklamsia dianjurkan rehat sampai istirahat total. Ini dilakukan untuk mengatur tekanan darah dan menjaga bayi di dalam rahim selama mungkin.

Sebab, preeklamsia dalam tingkat sangat parah dapat menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani. Mulai dari kejang, abrupsi plasenta, dan strok.

Preeklamsia biasanya dimulai setelah usia kehamilan 20 minggu. Jika ibu hamil dengan preeklamsia berada di usia kehamilan 37 minggu, dokter akan menginduksi persalinan atau melakukan prosedur caesar darurat untuk melahirkan bayi.

Pasalnya, satu-satunya obat untuk preeklamsia sebenarnya adalah melahirkan. Itu pula yang akhirnya dilakoni Beyonce.

"Berat badan saya 218 pound (hampir 100 kilogram) pada hari saya melahirkan Rumi dan Sir. Saya membengkak akibat toxemia, dan telah beristirahat di tempat tidur selama lebih dari satu bulan. Kesehatan saya dan bayi dalam bahaya, jadi saya menjalani operasi caesar darurat," katanya kepada Vogue.

Menurut garis waktu yang dibuat oleh Harper's Bazaar, Beyonce cukup aktif sepanjang kehamilan. Ia aktif mengunggah foto di akun Instagram hingga 30 Mei 2018.

Pentolan Destiny's Child ini kemudian menghilang selama beberapa pekan. Beyonce membuat orang bertanya-tanya apakah dia sudah melahirkan anak kembarnya.

Diduga pada periode inilah ia harus menjalani bed rest. Setelah si kembar lahir, Beyonce bercerita pada Vogue bahwa mereka menghabiskan berminggu-minggu di NICU.

"Suami saya [Jay-Z] adalah seorang pejuang dan pendukung yang kuat bagi saya. Saya bangga telah menjadi saksi kekuatan dan evolusinya sebagai seorang laki-laki, sahabat, dan ayah. Kala itu saya bertahan hidup dan tidak menyadari semua perjuangannya sampai berbulan-bulan kemudian," papar Beyonce.

Selain pendampingan Jay-Z, salah satu alasan Beyonce bisa bertahan melalui kondisinya adalah penerimaan diri. Tak terburu-buru ingin mengembalikan bentuk tubuh, ia menunggu sekitar enam bulan sebelum mulai kembali bekerja keras untuk tampil di Coachella.

“Saya sabar, dan menikmati bentuk tubuh yang lebih berisi. Anak-anak dan suami saya juga mendukung,” tukas Beyonce.

Penyanyi berjuluk Queen Bey ini bahkan merayakan "mommy pouch" yang disebutnya FUPA--kependekan dari fat upper pubic area. Ia mengatakan ketika sudah siap untuk berperut six-pack lagi, dia akan berusaha semaksimal mungkin. Media sosial pun menyambut sikap positif Beyonce atas citra tubuhnya.

Selain Beyonce, SELF melaporkan, Kim Kardashian West juga berjuang melawan preeklamsia selama kehamilannya. Itu mengapa Kim dan suaminya kemudian mengeksplorasi pilihan ibu pengganti (surrogate) untuk anak ketiga mereka.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR