Tren produk dan pernak-pernik dari kayu

SPONSOR: Bekraf
Ilustrasi tren produk kayu
Ilustrasi tren produk kayu | Shutterstock

Industri pengolahan kayu tengah menggeliat. Olahan kayu tak hanya digunakan sebagai furnitur semata, namun juga diolah menjadi produk yang bersentuhan gaya hidup, khususnya fesyen.

Berbagai produk olahan kayu sebagai dekorasi untuk mempercantik rumah hingga aneka produk kreatif dapat dengan mudah ditemui di pasaran. Semakin bertambahnya minat pasar terhadap produk olahan kayu maka lahirlah beberapa perusahaan rintisan pengolahan kayu berskala kecil.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi triwulan tiga Industri Mikro dan Kecil kategori kayu, gabus (tidak termasuk furnitur) dan anyaman dari bambu, rotan, dan sebagainya pada 2016 mencapai 103,45 ton, sedangkan 2015 pada triwulan yang sama sebesar 96,05 ton atau naik 7,70 persen. Angka produksi kategori di atas pada 2015 adalah 99,57 ton. Angka ini turun 3,73 persen dibanding periode yang sama pada 2014 yang mencapai 103,43 ton.

Berikut adalah produk dan pernak-pernik kayu yang tengah menjadi tren saat ini.

Speaker

Tak banyak pengeras suara kayu portable asal Indonesia. Jika ada, jenama tersebut bisa dihitung dengan tangan. Salah satunya pengeras suara dari Ruaya. Jenama ini membuat pengeras suara dari kayu yang tidak memiliki komponen listrik maupun menggunakan baterai dan hanya memanfaatkan resonansi alami kayu.

Pengeras suara berukuran 10 x 10 x 8 sentimeter terbuat dari kayu munggur (trembesi) dan sonokeling. Keduanya memiliki keistimewaan, yaitu mudah dibentuk dan memiliki pola serat kayu menarik. Produk Ruaya lain yang juga menarik perhatian adalah sling bag dan clutch. Keduanya dibentuk dari gabungan kayu mindi dan akasia dengan penutup dari kulit sapi. Untuk sling bag, jenama memberikan adjustable strap.

Jam tangan

Selain pengeras suara, jam tangan kayu pun tak sepi peminat. Hal ini dibuktikan oleh Woodka, sebagai salah satu produsen dalam pengolahan kayu. Jenama ini mengolah kayu jati, maple, sonokeling, dan ebony yang terkenal awet dan kuat menjadi jam tangan. Dalam setiap produknya, Woodka memberikan yang terbaik melalui detail dan presisi. Namun jangan kaget, jika kepala jam tangan berubah warna karena jam tangan Woodka menggunakan warna natural, sehingga perubahan jam dipengaruhi sinar matahari, suhu, dan kelembapan.

Dompet kayu

Produk olahan kayu tak semata mengutamakan keuntungan. Produsen juga memikirkan tentang keberlangsungan lingkungan. Adalah Schors, produsen dompet kayu yang memilih cork oak (pohon ek gabus) sebagai material utama. Menurut keterangan di laman Facebook, pohon ek gabus tidak pernah berhenti menghasilkan lapisan kulit hingga 25 sentimeter jika tidak dipanen. Jika dipanen, lapisan baru akan tumbuh dalam kurun sembilan tahun. Selain itu, Schors bisa memanen lapisan kulit untuk memproduksi barang tanpa harus menebang pohonnya.

Meski terbuat dari kayu, dompet Schors memiliki tekstur lentur, ringan, dan awet. Koleksi dompet dari Schors tersedia laki-laki dan perempuan.

Pelindung ponsel

Di samping produk kayu, terdapat pula produk dari bambu. BatikGeek merupakan jenama yang memproduksi phone case (pelindung ponsel) berbahan dasar polikarbonat dan bambu. Bahan tersebut membuat produk tahan lama dan tidak licin ketika dipegang. Nuansa budaya Indonesia juga terasa pada produk ini karena pelindung ponsel diukir secara handmade, bermotif batik, wayang, tribal, dan barong.

SPONSOR: Bekraf
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR