HEWAN PELIHARAAN

Tulang, kudapan berbahaya bagi anjing

Anjing menggerogoti tulang buatan.
Anjing menggerogoti tulang buatan. | David ODell /Shutterstock

Anjing menggerogoti tulang bukanlah pemandangan asing. Namun, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, hal ini dapat berakibat fatal.

Itu mengapa FDA merilis peringatan bagi para pemilik anjing untuk tidak memberikan tulang sebagai kudapan. Peringatan ini dilansir Syracuse.com dikeluarkan setelah FDA menerima 68 laporan, di mana sebanyak 90 anjing menderita karena mengudap tulang, termasuk di antaranya 15 kasus kematian.

Hal ini benar adanya. Namun, penting untuk diketahui bahwa tulang yang dimaksud FDA bukanlah tulang hewan biasa.

Tulang hewan asli biasanya tidak dimasak, apalagi memiliki tambahan rasa lain. Sementara tulang yang dianggap berbahaya adalah tulang buatan yang banyak dijual di toko kebutuhan hewan peliharaan.

Di Amerika Serikat, tulang buatan ini biasanya diberi label "Ham Bones", "Pork Femur Bones", "Rib Bones", dan "Smokey Knuckle Bones." Di Indonesia, tulang serupa juga banyak diperjualbelikan dengan berbagai rasa.

Biasanya tulang-tulang ini telah melalui pemrosesan. Mulai dari dikeringkan, dimasak, dan diberi rasa lewat proses pengasapan, dan pengawetan.

Dalam laporan yang diterima FDA tentang kudapan tulang buatan, sejumlah anjing mati atau sakit setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Sebab produk tersebut telah menyebabkan obstruksi pada gastrointestinal, penyumbatan saluran udara, perdarahan internal, muntah dan diare.

"Memberikan tulang buatan untuk kudapan dapat berujung pada kondisi darurat yang membuat pemilik hewan peliharaan harus mengunjungi dokter hewan secara mendadak, bahkan mungkin kematian," ujar Carmela Stamper, dokter hewan di Center for Veterinary Medicine (CVM) di FDA dikutip Time.com.

Dalam kesempatan lain, Dr. John de Jong, ketua American Veterinary Medical Association juga menyatakan hal senada pada Newsweek.com. Kata Dr de Jong, banyak dokter hewan sudah paham hal ini dan menyarankan klien mereka untuk tidak memberikan tulang buatan untuk anjing mereka karena masalah yang mungkin timbul.

Ia menjelaskan bahwa efek buruk dari konsumsi tulang buatan ini bisa dialami oleh semua anjing. Apapun jenis dan ukurannya.

"Masih banyak produk komersial lain di luar sana yang bisa Anda berikan pada anjing dan dapat memuaskan kebutuhan mereka untuk mengunyah dan mendukung kesehatan giginya," ujar Dr. de Jong.

Mengunyah adalah bagian alami dari perilaku anjing. ASPCA mencatat bahwa hal ini terlihat pada anjing liar dan peliharaan, dan bahwa anjing mengunyah untuk bersenang-senang, menstimulasi, dan untuk menghilangkan kecemasan.

Masalahnya, mengunyah tulang buatan bukanlah sesuatu yang tidak normal, jadi tidak masuk akal bagi pemilik anjing untuk menghentikan aktivitas mengunyah peliharaan mereka.

Maka dari itu, FDA mengimbau pemilik anjing untuk tidak memberikan tulang buatan pada anjingnya. FDA juga membuka portal dalam situs mereka untuk para pemilik hewan peliharaan yang ingin melaporkan masalah dengan kudapan anjing mereka.

Huffington Post melansir, sebenarnya peringatan tentang bahaya tulang anjing ini bukan sesuatu yang benar-benar baru. FDA sudah mengeluarkannya sejak 2010 silam. Wayback Machine merekamnya dalam situs mereka.

Pernyataan tersebut diperbarui secara berkala dari tahun ke tahun, menyesuaikan jumlah laporan anjing sakit atau mati yang telah diterima FDA. Seorang juru bicara FDA mengatakan pada HuffPost bahwa peringatan terbaru ini dibuat berdasarkan laporan yang mereka terima mulai (1/11/2010) hingga (12/09/2017).

Boleh jadi lebih baik pemilik hewan peliharaan memberikan tulang ayam, kalkun, atau tulang hewan asli lain untuk anjing mereka.

Meski demikian, bukan berarti tulang asli 100 persen aman untuk dikonsumsi anjing.

Pasalnya, sebagian tulang hewan cukup mudah retak dan bisa memicu bahaya kesehatan bagi anjing. Jadi, pastikan anjing Anda tidak dapat menjangkau piring kotor di rak dapur, juga tempat sampah yang di dalamnya mungkin terdapat sisa-sisa tulang.

FDA merekomendasikan agar para pemilik hewan peliharaan berkonsultasi dengan dokter hewan. Minta saran mainan apa yang pas untuk digerogoti, atau kudapan lain yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Bukan hanya itu, layaknya balita, sebaiknya Anda juga memperhatikan anjing peliharaan dengan saksama saat mereka menggerogoti mainan pun kudapan.

Sementara itu, American Kennel Club menyatakan bahwa tulang sapi atau bison yang berukuran besar aman untuk dikonsumsi anjing.

Namun, menurut American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, risiko konsumsi tulang asli sekalipun tetap ada. Sebab, serpihan tulang dapat melukai saluran pencernaan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR