KAIN TRADISIONAL

Ulos ulos yang mulai langka

Pembuatan kain ulos dengan cara ditenun.
Pembuatan kain ulos dengan cara ditenun. | Julian Somadewa /Shutterstock

Pada 20 September hingga 7 Oktober, Museum Tekstil Jakarta akan menggelar pameran koleksi ulos langka. Para pengunjung yang datang akan melihat ragam keindahan motif kain tenun khas Batak.

Mengusung tema Ulos, Hangoluan, dan Tondi pameran ini ingin mempresentasikan karya tenun karya tenun yang menjadi simbol ikatan kasih sayang, restu dan persatuan dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat Batak.

Pemeran ulos ini merupakan persembahan Yayasan Del dan Tobatenun, serta didukung Kementerian Pariwisata.

"Hangoluan yang berarti kehidupan dan tondi berarti jiwa. Hal ini menggambarkan kain Ulos merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak," jelas Devi Pandjaitan yang menampilkan ulos koleksi pribadinya selama pameran.

Bagi masyarakat Batak, kain ulos bukan sekadar hasil kerajinan tenun. Ditambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.

Ulos sangat penting digunakan oleh orang Batak untuk upacara adat, pernikahan hingga kematian.

Bahkan di setiap motif, pilihan warna, jenis, hingga cara pemakaian dan pemberian ulos, semua punya makna tersendiri. Jadi pada sehelai ulos yang dikenakan seseorang sarat dengan nilai seni, sejarah, religi, dan budaya.

Ada banyak jenis ulos dengan fungsi yang berbeda-beda. Ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos juga simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Dikatakan salah satu pengrajin tenun ulos di Tarutung, Tapanuli Utara, Sarsoi Simorangkir (45), kepada Kompas.com, sebenarnya ada lebih dari 50 jenis motif ulos belum, termasuk turunan motifnya. Setiap motif memiliki arti tersendiri karena pada zaman dahulu, ulos menjadi media doa dari pemberi kepada penerima yang dimintakan kepada Sang Pencipta.

Salah satu jenis yang menjadi rajanya ulos dari Tanah Batak adalah ulos Harungguan. Disebut raja ulos, karena pada ulos Harungguan, semua motif ulos ada.

Ulos Harungguan adalah jenis ulos yang sudah langka.

Ulos Harungguan hanya dibuat oleh para penenun di desa Hutanagodang, kecamatan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Menurut sejarah, ulos Hutanagodang pada waktu jaman Sisingamangaraja dan marga Siregar.

Tidak hanya motif yang membuat ulos Harungguan menjadi rajanya ulos. Tapi dalam proses pembuatannya dibentuk dari ribuan benang. Setiap motif dalam ulos Harungguan memiliki jumlah benang masing-masing.

Bahkan ada hitung-hitungannya untuk setiap motif. Proses tenun untuk satu ulos Harungguan makan waktu sekitar tiga sampai tujuh hari. Sebelum proses menenun dimulai, pembentukan pola motif, pengikatan, hingga pencelupan butuh waktu sekitar dua pekan.

Dahulu para penenun menggunakan pewarna alami. Namun, kini pewarna alami itu sudah digantikan dengan pewarna kimia.

Sehelai ulos berukuran 210 x 93 sentimeter memiliki beberapa warna dasar seperti merah hati dan hijau. Para penenun Muara mematok harga mulai dari Rp1,2 juta untuk rajanya ulos tersebut.

Ulos yang juga mulai sulit ditemukan adalah ulos Bintang Maratur. Ulos Bintang Maratur merupakan jenis ulos yang paling banyak digunakan di dalam acara-acara adat Batak.

Ada dua jenis ulos Bintang Maratur yang dikategorikan dari asal daerah pembuatan. Yaitu dari Tapanuli (Tarutung) dan Toba (Balige dan Samosir sekitarnya).

Kedua jenis ulos ini sebenarnya memiliki motif dan corak hampir sama, yaitu motif berliku-liku mirip gambar gelombang suara yang naik turun. Dari segi makna dan fungsi, ulos Bintang Maratur ini memiliki fungsi yang berbeda sesuai daerah masing-masing.

Khususnya di daerah Toba, ulos ini biasanya diberikan pada saat syukuran atau selamatan atas kehamilan ibu di bulan ke tujuh. Tapi di daerah Tapanuli (Tarutung sekitarnya), ulos Bintang Maratur khusus diberikan kepada keluarga yang melakukan adat memasuki rumah baru.

Ulos Bintang Maratur memang banyak dipakai sebagai perantara ucapan suka cita atau berita gembira yang diberikan kepada orang-orang tertentu yang mendapat rezeki. Dengan maksud agar semua orang di sekitarnya juga turut merasakan kebahagiaan.

Beberapa jenis ulos yang masih dapat ditemukan adalah ulos ragi idup silindung, ragi idup, mangiring yang memiliki corak saling iring-beriring. Ulos ini melambangkan kesuburan dan kesepakatan.

Lalu ada lagi ulos Sadum yang memiliki warna cerah, sehingga sangat cocok dipakai untuk suasana suka cita.

BACA JUGA