PANGGUNG TITIAN

Uniknya kostum nasional kontestan Miss Universe 2018

Miss Vietnam H'Hen Nie saat membawakan kostum nasionalnya pada salah satu penjurian dalam ajang Miss Universe 2018 (10/12/2018).
Miss Vietnam H'Hen Nie saat membawakan kostum nasionalnya pada salah satu penjurian dalam ajang Miss Universe 2018 (10/12/2018). | Rungroj Yongrit /EPA-EFE

Ajang Miss Universe kembali digelar. Tahun ini, kontes ratu kecantikan yang akan disiarkan secara langsung pada malam final 17 Desember 2018 tersebut sudah mulai masa penjurian.

Salah satu tahap penilaian yang selalu mencuri perhatian ialah peragaan kostum nasional oleh masing-masing peserta yang dilangsungkan pada Senin (10/12) di Nong Nooch Tropical Garden, Pattaya, Thailand.

Biasanya, pada momen ini setiap peserta akan mengenakan kostum yang mewakili ciri khas negara masing-masing.

Dari antara 95 kontestan yang mengadu keindahan busana yang ditampilkan, ada beberapa yang namanya tercatat sebagai yang ekstra istimewa.

Bánh mì dari Vietnam

Wakil dari Vietnam, H'Hen Nie, mengenakan busana yang terinspirasi dari bánh mì, makanan khas negara tersebut.

Kostum ini membuat Nie seolah dikepung oleh puluhan baguette, roti panjang ala Prancis. Bánh mì merupakan jajanan yang banyak ditemukan di sepanjang jalan di kota-kota besar Vietnam.

Selain roti, bánh mì biasanya akan diisi dengan irisan daging babi, pate (olahan hati babi atau sapi), dan sayur-sayuran.

Busana ini dirancang oleh Phạm Phước Điền. Karena keunikannya, beberapa media menyematkan predikat sebagai salah satu kostum yang paling aneh dan tidak lazim.

Candi 47 kilogram dari India

Jika Vietnam membuat warganet terpana karena idenya yang unik, berbeda dengan India. Kontestan bernama Nehal Chudasama sukses membuat warganet memperbincangkan busana yang dirancang oleh Neeta Lulla dan Melvyn Dominic Noronha.

Pasalnya, baju itu terinspirasi dari sosok Rani Rudrama Devi, sang putri peperangan. Busana yang dikenakan Chudasama tersebut juga dihiasi replika candi yang memiliki berat sekitar 47 kilogram.

Seperti dilansir The South African, busana ini dikenakannya untuk mengingatkan Chudasama pada masa-masa remaja yang penuh perundungan karena kulit gelapnya. Belum lagi perjuangannya melawan kesedihan saat ibunya meninggal karena kanker saat ia berusia 13 tahun.

Cenderawasih dari Indonesia

Tepat setelah kontestan dari India selesai memamerkan busananya, giliran peserta dari Indonesia, Sonia Fergina Citra, melenggang di panggung.

Sonia berjalan dalam balutan busana yang dipenuhi bulu-bulu putih. Kostum ini merupakan rancangan Dynand Fariz yang merupakan pendiri dari Jember Fashion Carnival (JFC).

Pada beberapa bagian tubuhnya ada replika burung-burung cenderawasih berbulu cokelat-kuning. Ketika ia berjalan membalikkan badan, beberapa burung cenderawasih itu tampak melayang seolah terbang mengekor.

Mengusung tema The Bird of Paradise, Sonia memang ingin mengenalkan hewan endemik Papua tersebut ke ajang Miss Universe sebagai salah satu kekayaan fauna Tanah Air.

Sailormoon khas Jepang

Berbeda dengan negara-negara lain yang memilih untuk mengangkat makanan, hewan, atau kebudayaan tradisional lainnya, Jepang yang diwakilkan oleh Yuumi Kato justru memilih Sailormoon.

Sailormoon adalah tokoh anime yang sangat populer di Jepang. Sosok Sailormoon merupakan ciptaan penulis komik Naoko Takeuchi pada 1991.

Di panggung, Kato pada awalnya mengenakan kostum ala kunoichi, atau ninja perempuan. Sambil berjalan, ia kemudian mengubah kostumnya menjadi Sailormoon.

View this post on Instagram

. 2018 Miss Universe National Costume Show - JAPAN 🇯🇵 - Female NINJA " KUNOICHI " to Sailor Moon🌙cool japan‼︎ ©︎Naoko Takeuchi ・national director @hirokomima ・costume design @kioi_akiyama * * 2018年ミス・ユニバース ナショナル コスチューム くノ一から美少女戦士セーラームーンに変身! https://www.missuniverse.com/watch/ * #missuniverse #missuniverse2018 #nationalcostume #missuniversejapan #missuniversejapan2018 #ミスユニバース #ミスユニバースジャパン #ミスユニバースジャパン2018 #美少女戦士セーラームーン #セーラームーン #sailormoon #cooljapan #JAPAN #日本 #日本代表

A post shared by Miss Universe Japan Official (@missuniversejapan) on

Kato menyebutkan bahwa kostumnya saat itu merepresentasikan budaya baru Jepang. Busana ini pun masuk dalam barisan kostum terunik kontestan Asia versi Channel News Asia.

Putri duyung dari Peru

Sepintas kostum Romina Lozano, kontestan dari peru tampak tak mencerminkan budaya negaranya. Namun, ternyata kisah tentang puteri duyung merupakan salah satu cerita rakyat yang populer di sana.

"(Miss Peru) tumbuh mendengar kisah-kisah roh yang tinggal di hutan. Salah satu sirene mengubah dirinya menjadi sesosok perempuan cantik dengan suara indah," ucap sang narator saat itu (h/t New York Post), Senin (10/12).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR