Upaya netralisasi setelah banyak mengonsumsi makanan manis

Makanan manis
Makanan manis | Pressmaster /Shutterstock

Sulit rasanya menghindari makanan manis saat hari Lebaran dan liburan Hari Raya, mulai dari aneka kue kering, kue tradisional khas daerah, es buah, dan minuman bersoda.

Mungkin Anda merasa hanya mencoba sedikit demi sedikit, tapi bisa jadi Anda tak sadar telah mengonsumsi banyak makanan dan minuman manis. Masalahnya, makan gula berlebihan bisa berdampak pada kesehatan, salah satunya membuat kadar gula darah melonjak.

Saat makan atau minum manis, tubuh memecah gula menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai respons tubuh melepaskan insulin untuk membantu mengembalikan kadar gula. Lalu, gula yang tidak digunakan tubuh akan disimpan sebagai lemak.

Mengonsumsi makanan manis juga bisa membuat Anda cepat merasa lapar dan mengidam makanan yang lebih manis lagi. Siklus ini sebaiknya segera diakhiri.

Jika sudah telanjur banyak makan manis, cobalah untuk mengalihkan pikiran ke makanan yang kaya protein dan serat untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Selain itu, potong jatah konsumsi karbohidrat pada waktu makan berikutnya dan lebih fokus pada protein.

Protein dapat membuat Anda kenyang sehingga mengurangi keinginan untuk makan makanan lain termasuk manis. Beberapa makanan kaya protein antara lain hidangan laut, susu, keju, yoghurt, telur, kacang polong, kedelai, dan daging sapi tanpa lemak.

Sementara itu, makanan tinggi serat bisa ditemukan pada rasberi, pir, apel, kismis, pisang, oatmeal, nasi merah, almon, brokoli, kentang, dan wortel.

Anda juga bisa makan satu sendok selai kacang atau segenggam penuh kacang yang kaya lemak dan protein. Kacang dapat membantu memperlambat penyerapan gula sederhana.

Selain itu, Anda pun bisa mengonsumsi probiotik untuk melancarkan pencernaan, bahkan dapat berpengaruh dalam mengurangi depresi dan meningkatkan kesehatan jantung.

Probiotik berasal dari makanan yang difermentasi seperti kombucha, yoghurt, keju, kefir, acar, tempe, kimchi, miso atau bumbu khas Jepang yang dibuat dengan memfermentasi kedelai dengan garam dan sejenis jamur yang disebut koji, serta sauerkraut atau irisan kubis halus yang telah difermentasi yang populer di Eropa.

Jangan lupa untuk menghidrasi tubuh dengan banyak minum karena dapat membantu membersihkan kelebihan gula yang Anda konsumsi. Anda bisa minum air putih atau teh hijau dengan lemon tanpa gula.

Tak hanya makanan, Anda juga bisa melakukan yoga setelah banyak makan manis. Sebab, yoga bisa mengalihkan perhatian Anda dari mengidam makanan manis. Saat sedang yoga, Anda hanya akan fokus pada napas dan setiap gerakan dapat menyembuhkan kecanduan.

Meski masih liburan, sebaiknya hindarilah kebiasaan tidur siang. Gunakan waktu luang untuk olahraga semacam bersepeda, naik turun tangga, atau jalan-jalan di sekitar rumah Anda.

Menurut studi dalam jurnal Diabetes Care, orang dewasa yang lebih tua yang rutin berjalan selama 15 menit setiap habis makan memiliki kadar gula darah lebih rendah daripada mereka yang berjalan selama 45 menit di pagi hari atau sebelum makan malam.

Laila Tabatabai, MD, ahli endokrin di Houston Methodist Hospital mengatakan, bahwa olahraga dapat mengurangi nafsu makan dan mengurangi keinginan Anda untuk tambahan gula. Untuk itu, olahraga setelah makan memang disarankan.

Kemudian, buatlah rencana untuk mengurangi gula pada makanan Anda. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah penggunaan saus dan bumbu, yang tanpa Anda sadari mengandung gula tersembunyi, contohnya saus tomat, kecap, atau saus salad.

Bila membeli bumbu kemasan, selalu perhatikan label. Sebab, bisa saja tidak tertulis gula secara jelas, tetapi disebut dengan nama sirup jagung fruktosa tinggi, dekstrosa, sirup beras, atau molase, yang semuanya pada dasarnya adalah gula.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR