KESEHATAN

Usir sembelit pakai dingklik

Ilustrasi buang air besar.
Ilustrasi buang air besar. | Gpointstudio /Shutterstock

Menempatkan kaki di atas kursi kecil atau dingklik saat buang air besar bisa menyembuhkan sembelit. Begitu klaim sebuah penelitian baru.

Time melaporkan, menurut para peneliti posisi duduk di toilet pada umumnya menciptakan tikungan pada area dubur. Ini membuat kita lebih sulit buang air besar.

Tetapi dengan dingklik masalah ini bisa diatasi. Sebagai tumpuan, dingklik membuat tubuh berada pada posisi jongkok yang lebih alami.

Alhasil meluruskan dubur dan memudahkan kotoran untuk lewat. Buang air besar pun lebih lancar.

Tim peneliti dari The Ohio State University Wexner Medical Center mengatakan, dingklik adalah cara yang murah dan efektif untuk meredakan masalah ringan pada usus dibandingkan dengan obat pencahar dan prosedur enema.

Untuk penelitian ini, tim yang beranggotakan Dr. Peter Stanich, asisten profesor gastroenterologi, hepatologi dan nutrisi di Wexner Medical Center merekrut 52 peserta. Mereka diminta mengumpulkan data tentang pergerakan usus selama empat minggu.

Meski semua peserta dalam keadaan sehat, 44 persen melaporkan sering merasa tegang ketika buang air besar. Hampir sepertiga dari peserta bilang mereka harus berjuang untuk mengosongkan usus.

Dr. Stanich dan tim mencatat lebih dari 1.000 pergerakan usus. Selama dua pekan para peserta tidak menggunakan dingklik, dua pekan berikutnya mereka menggunakannya sebagai tumpuan kaki.

Pada akhir periode penelitian, lebih dari 70 persen peserta melaporkan proses buang air besar jadi lebih cepat. Bahkan 90 persen peserta mengaku ketegangan saat menuntaskan kewajiban itu jadi berkurang.

"Yang penting, pada akhir penelitian, dua pertiga peserta mengatakan mereka akan terus menggunakan dingklik," kata Dr. Stanich dalam rilis penelitian.

"Dingklik toilet ini adi populer melalui video viral dan media sosial, tetapi selama ini belum ada bukti medis yang menunjukkan apakah mereka efektif atau tidak."

Lewat riset ini para peneliti mengonfirmasi, dingklik sangat efektif membantu karena mengubah posisi tubuh waktu duduk di toilet.

Saat kaki berada pada sudut 90 derajat ke torso, otot puborectalis, yang melewati dasar panggul, tidak dalam kondisi relaks. Rektum bengkok, ini membuat buang air besar jadi sulit.

Sementara meletakkan kaki di atas tumpuan membuat posisi tubuh seperti jongkok alami. Layaknya posisi tubuh saat menggunakan jamban ala zaman baheula, posisi ini mengendurkan puborectalis dan meluruskan dubur.

“Semakin tegak sudutnya, semakin mudah buang air besar. Menyangga kaki di dingklik mengubah sudut pinggul untuk menempatkan Anda pada posisi jongkok lebih optimal," urai Dr. Stanich.

Ilustrasi posisi duduk ideal saat buang air besar.
Ilustrasi posisi duduk ideal saat buang air besar. | Solar22 /Shutterstock

Seseorang dikatakan mengalami sembelit manakala frekuensi buang air besarnya kurang dari tiga kali dalam sepekan.

Mengutip Konsensus Nasional Penatalaksanaan Konstipasi di Indonesia yang disusun Perkumpulan Gastroenterologi (PGI), konstipasi alias sembelit adalah masalah yang umum terutama di negara-negara barat. Di Amerika Serikat (AS), tingkat kejadian konstipasi dua sampai 27 persen.

Sembelit berakhir dengan 2,5 juta kunjungan ke dokter, dan hampir 100 ribu kali rawat inap di rumah sakit setiap tahun.

Bukan hanya di AS, sebuah survei pada lansia berusia lebih dari 60 tahun di beberapa kota di Tiongkok menunjukkan, tingkat kejadian sembelit mencapai 15 hingga 20 persen.

Laporan lain pada percobaan terhadap orang dengan rentang usia 18 hingga 70 tahun di Beijing memperlihatkan sekitar 6,07 persen kejadian sembelit.

"Pergerakan usus bukan hal mudah untuk dibicarakan, tidak banyak orang yang ingin membahas masalah sembelit mereka," kata rekan penulis penelitian Rachel Shepherd. Shepherd adalah seorang ahli terapi fisik di Wexner Medical Center.

"Tetapi jika ada sesuatu yang sederhana seperti mengubah posisi dengan menambahkan bangku, maka itu adalah perbaikan mudah yang bisa dicoba siapa pun."

Ketika tidak diobati, sembelit bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan termasuk fisura ani dan wasir. Ini bisa membuat orang merasa tidak nyaman dan menyebabkan sakit perut.

Bagaimanapun kotoran adalah cara tubuh membuang sampah, jadi proses itu sudah semestinya dipastikan kelancarannya.

Sementara mengandalkan obat-obatan seperti obat pencahar bukanlah solusi jangka panjang yang baik. Mungkin ada efek samping, seperti mengganggu fungsi dan struktur usus serta menyebabkan dehidrasi. Belum lagi bisa menimbulkan ketergantungan.

Cara lain yang lebih alami adalah dengan mengubah pola makan. Meningkatkan asupan serat dan cairan, juga melakukan lebih banyak aktivitas fisik secara umum bisa membantu pergerakan kotoran di usus.

Namun, karena cara-cara alami itu pun belum tentu berhasil terwujud, trik mudah yang disarankan para peneliti ini sangat layak dicoba

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR