Verona, toko baju muslim pertama di AS

Hijab kini hadir dengan berbagai model
Hijab kini hadir dengan berbagai model
© Robert Fowler /Shutterstock

Mipster alias muslim hipster--komunitas bikinan Abbas Rattani --menentang stereotip muslim di Amerika Serikat. Visi dan misi serupa juga menggerakkan Verona, rumah mode khusus busana muslim pertama di AS.

Para mipster memperlihatkan para kaum muda muslim juga bisa bergaya kekinian, Verona pun menginginkan hal serupa. Pemiliknya, Lisa Vogl, ingin melawan Islamaphobia terhadap perempuan Muslim yang melanda masyarakat barat.

Fusion melansir, Vogl ingin mematahkan anggapan-anggapan yang salah tentang perempuan muslim dan hijab yang dikenakannya. "Ada kecenderungan pandangan bahwa perempuan berhijab tertekan, dipaksa mengenakannya, dan tidak berpendidikan. Padahal kami, dan bisnis saya tidak demikian," tegas Vogl.

Semula Vogl adalah seorang juru foto dan perancang busana. Pada 2011 Ia memeluk agama Islam sebagai keyakinannya.

Saat itu, ia mengakui betapa sulitnya menjadi kaum minoritas. Berhijab di negara yang tidak memiliki banyak orang yang berkeyakinan sama dengannya sangat menantang.

Misalnya saja ketika berbelanja pakaian di pusat perbelanjaan. Vogl kesulitan menemukan pakaian yang sesuai dengan aturan Islam yang ia ketahui.

"Mencari kemeja lengan panjang yang keren dan baju panjang tanpa belahan tinggi tak semudah yang Anda kira. Saya bisa menghabiskan berjam-jam mencari pakaian tertutup yang kelihatan bergaya," cerita Vogl.

Vogl yang gemar merancang dan menjahit pakaiannya sendiri semasa kecil ini akhirnya menseriusi dunia busana muslim. Ia lalu memutuskan untuk mendirikan rumah mode khusus hijab di tahun 2013.

Didorong oleh rasa optimistis bahwa butik ini akan mengubah pandangan masyarakat, ia pun memberanikan diri membuka butik pakaian hijab pertama di pusat perbelanjaan besar di Florida, AS. Butik ini segera menjadi perhatian banyak orang.

Sama dengan versi toko daringnya, di butik Verona menjual pakaian bermodel sederhana. Pilihan warna busana di butik milik Vogl membuat Anda mudah melakukan padu padan. Di Verona, Vogl menjual atasan, gaun, bahkan pakaian olah raga lengkap dengan beragam hijabnya.

"Perempuan berhijab juga senang belanja pakaian. Mereka juga ingin mengikuti tren berbusana yang ada, sama seperti perempuan pada umumnya," ujar Rayyan Sokkarie, narablog fashion sekaligus model untuk Verona.

Menurutnya, Verona membuka pintu bagi semua pembeli. Bahkan menurut Vogl ia punya banyak pelanggan non muslim. Perempuan yang senang tampil keren, sederhana, dengan bujet terjangkau.

Meskipun begitu, ibu satu anak ini tak gentar. Ia malah sudah berencana untuk membuka toko kedua dan ketiganya di London dan Paris.

Berdasarkan data yang dihimpun Warta Ekonomi dari Kementerian Perdagangan, pasar pakaian muslim pada tingkat global diprediksi bakal mencapai angka USD327 miliar pada tahun 2020. Tak heran jika banyak pihak tertarik berkecimpung di bisnis busana muslim.

Tak hanya pengusaha seperti Vogl, namun juga jenama besar yang sudah terlebih dahulu merilis koleksi hijab dan busana muslim lain. Sebut saja DKNY, Oscar de la Renta, Tommy Hilfiger, D&G, Zara, Mango, Uniqlo, dan H&M.

A photo posted by @veronacollection on

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.