KESEHATAN

Waspada wabah Flu Singapura

Ilustrasi HFMD.
Ilustrasi HFMD. | Mama Lita /Shutterstock

Pada Kamis (19/07), Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) mengeluarkan rilis media tentang wabah Flu Singapura atau penyakit tangan kaki dan mulut atau hand foot and mouth disease (HFMD) di negara tersebut.

Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr. Noor Hisjam Abdullah dalam pernyataannya menyebutkan bahwa selama tahun 2018 tercatat 33.425 kasus penyakit tangan kaki dan mulut di seluruh Malaysia.

Di Singapura, seperti dilaporkan Outbreak News Today, terjadi peningkatan sebesar 23 persen penyakit tersebut selama semester pertama tahun 2018. Kantor kesehatan Singapura melaporkan bahwa tercatat 21.675 kasus penyakit tangan kaki dan mulut.

Hal ini berarti terjadi peningkatan lebih dari 4.000 kasus atau 23 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 17.661 kasus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), HFMD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus biasa. Termasuk penyakit ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease).

Penyakit ini biasanya menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun. Akan tetapi, ada juga kasus yang terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Gejala-gejala penyakit ini biasanya diawali dengan demam, menurunnya nafsu makan, tenggorokan sakit, dan merasa tidak enak badan atau lemas.

Satu atau dua hari setelah demam, ditambahkan oleh Mayo Clinic, akan muncul lesi atau semacam luka di lidah, gusi dan bagian dalam pipi. Lesi tersebut akan terasa sakit atau nyeri, dan berwarna kemerahan.

Kemudian akan muncul bercak-bercak merah, yang tidak gatal, kadang-kadang terjadi lepuhan kulit di telapak tangan, telapak kaki dan bagian pantat.

Luka atau sariawan yang terdapat di lidah, gusi dan bagian dalam pipi, dapat berkembang hingga mulut bagian dalam dan tenggorokan.

Kendati penyakit ini bukan termasuk penyakit parah, namun membuat penderita menjadi sangat tidak nyaman dan mudah menular. Masalah utama yang timbul dari paparan penyakit ini adalah hilangnya nafsu makan dan minum karena nyeri yang dirasakan setiap kali makanan atau minuman melewati mulut dan tenggorokan.

Penularan penyakit tangan, kaki dan mulut terjadi karena kontak dengan penderita, atau melalui sesuatu yang pernah terpapar oleh virus coxsackie, seperti mainan, pegangan tangga, gelas, sendok, kenop pintu dan sebagainya.

Channel News Asia menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian pihak berwenang, wabah penyakit tangan, kaki dan mulut di Penang, Malaysia, terjadi karena anak-anak melakukan kontak dengan pegangan troli di pasar-pasar swalayan serta permainan anak-anak di pusat-pusat perbelanjaan.

Sementara pelempar New York Mets, Noah Syndergaard tertular penyakit ini setelah dia membantu perkemahan anak-anak di New Jersey pada Kamis (19/07), seperti diberitakan New York Times.

Kendati termasuk penyakit ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun pasien harus segera berkonsultasi dengan dokter jika sariawan di rongga mulut sudah sangat mengganggu.

Apalagi jika anak-anak sama sekali tidak mau makan dan minum, yang dapat menyebabkan mereka menderita dehidrasi dan mengakibatkan keadaan fisik mereka memburuk hingga akhirnya memperparah penyakit ini.

Dokter Jennifer Shu, seorang dokter anak di Atlanta, kepada CNN mengatakan, yang dibutuhkan adalah perawatan yang dapat mengurangi rasa nyeri akibat sariawan dan menghidrasi. “Untungnya, kebanyakan orang akan sembuh dalam satu minggu tanpa masalah berarti, kecuali rasa tidak nyaman atau nyeri di mulut,” katanya.

Dokter Shu menambahkan bahwa penyakit ini justru paling menular sebelum ruam di kulit muncul, sehingga sulit untuk mendeteksi apakah seseorang telah terpapar virus coxsackie.

Sementara dokter Mark Pasternack dari MassGeneral Hospital for Children mengatakan wabah ini dapat dengan mudah terjangkit di tempat yang ‘terbatas’, seperti rumah, tempat penitipan anak, hingga sekolah dan tempat bermain.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan masa inkubasi tiga hingga lima hari, sebaiknya kita menjaga agar ruangan-ruangan serta tempat-tempat tersebut tetap bersih. Serta memastikan anak untuk mencuci tangan sebelum mereka menyentuh daerah wajah.

Kementerian Kesihatan Malaysia mengeluarkan saran untuk menghindari penularan, seperti tidak mengabaikan gejala sekecil apapun, tidak membawa anak-anak yang sedang sakit atau memperlihatkan gejala penyakit tangan, kaki dan mulut ke tempat-tempat umum atau sekolah untuk menghindari penyebaran virus, serta tidak berbagai peralatan makan, minum sikat gigi, mainan serta handuk dengan orang lain.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR