KESEHATAN

Waspadai angin duduk yang mematikan

Angin duduk
Angin duduk | Sasin Paraksa /Shutterstock

Selain penyakit jantung, nyeri pada area dada juga bisa jadi tanda angin duduk. Tak kalah berbahaya bagi kesehatan, angin duduk juga bisa berisiko sebabkan kematian.

Apa itu angin duduk atau angina dan apa saja gejalanya? Berikut penjelasannya.

Angin duduk adalah jenis nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Kondisinya sering digambarkan sebagai tekanan berat, sesak, atau sakit di dada.

Gejala angin duduk meliputi nyeri ketidaknyamanan pada dada, rasanya seperti tertekan atau terbakar, juga sakit pada lengan, leher, rahang, bahu atau punggung. Anda pun mungkin merasa mual, lelah, berkeringat, dan pusing.

Kebanyakan kondisi angin duduk disebabkan oleh penyakit jantung. Zat berlemak yang disebut plak menumpuk di arteri, menghalangi aliran darah ke otot jantung. Ini memaksa jantung bekerja dengan lebih sedikit oksigen dan menyebabkan rasa sakit.

Siapa saja bisa sebenarnya bisa terkena angin duduk, tetapi risikonya lebih besar pada penderita diabetes, karena penyakit ini meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, yang menyebabkan angin duduk dan serangan jantung dengan mempercepat aterosklerosis, kemudian meningkatkan kadar kolesterol.

Risiko juga lebih besar bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, merokok, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, usia laki-laki di atas 45 tahun dan perempuan di atas 55 tahun, kurang olahraga, kegemukan, atau orang yang sedang mengalami stres.

Jenis angin duduk

Kondisi angin duduk terdiri dari beberapa jenis, misalnya angin duduk stabil. Ini disebabkan oleh aktivitas fisik atau stres, umumnya berlangsung beberapa menit, kemudian hilang saat Anda beristirahat.

Selain itu, ada juga angin duduk tidak stabil yang bisa terjadi saat Anda sedang istirahat atau tidak terlalu aktif. Rasa sakitnya bisa kuat dan tahan lama, dan bisa kembali lagi.

Angina tidak stabil. Anda dapat memiliki ini saat Anda sedang istirahat atau tidak terlalu aktif. Rasa sakit bisa kuat dan tahan lama, lalu dapat kembali lagi.

Terakhir, ada angin duduk varian atau angina prinzmetal, yang lebih jarang terjadi. Kondisi ini bisa menyerang Anda saat sedang tidur, ditandai dengan arteri jantung tiba-tiba menegang atau menyempit.

Perawatan untuk atasi angin duduk

Anda bisa melakukan pengobatan untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan gejala angin duduk, serta menurunkan risiko serangan jantung dan kematian.

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk atasi angin duduk, termasuk nitrat yang dapat memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke otot jantung.

Aspirin juga dapat dikonsumsi untuk mengurangi kemampuan darah membeku, membuatnya lebih mudah bagi darah untuk mengalir melalui arteri jantung yang menyempit.

Anda juga bisa diberi obat pencegah gumpalan darah atau beta blockers yang bekerja dengan menghalangi efek hormon epinefrin, yang juga dikenal sebagai adrenalin. Akibatnya, jantung berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih sedikit, sehingga mengurangi tekanan darah.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, tanda-tanda gagal jantung atau penyakit ginjal kronis, dokter kemungkinan akan meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah.

Ada dua kelas utama obat untuk mengobati tekanan darah, yaitu inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE) atau angiotensin receptor blockers (ARB).

Jika telah didiagnosis dengan angin duduk, kehidupan tetap bisa berjalan dengan normal bila mengubah gaya hidup. Seperti menerapkan pola makan seimbang, mengurangi alkohol, tidak merokok, mempertahankan berat badan ideal, dan berolahraga secara teratur untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung dan strok.

Untuk makanan, pilihlah produk lemak jenuh dalam jumlah terbatas, perbanyak biji-bijian, buah, dan sayuran. Namun, hindari makanan besar yang membuat Anda merasa terlalu kenyang. Selain itu, belajarlah untuk menghindari stres dan menemukan cara untuk tetap relaks.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR