KESEHATAN

Waspadai kanker tenggorokan

Kanker tenggorokan
Kanker tenggorokan | Khaoniewping /Shutterstock

Tenggorokan adalah bagian dari leher yang berfungsi untuk membantu kita menelan, berbicara, dan bernapas.

Termasuk dalam kelompok organ vital, tenggorokan pun perlu diperhatikan kesehatannya, jangan sampai Anda mengalami kanker tenggorokan yang akan membuat Anda kesulitan menelan atau bernapas.

Kondisi kanker tenggorokan pernah dialami Rakesh Roshan, pembuat film sekaligus ayah dari aktor India, Hrithik Roshan.

Produser sekaligus sutradara film Bollywood Koi... Mil Gaya tersebut didiagnosis dengan karsinoma sel skuamosa (KSS) tahap awal.

KSS adalah jenis kanker tenggorokan yang memengaruhi sel-sel yang melapisi tenggorokan.

Penyakit ini cenderung tumbuh dengan cepat. Mendapatkan perawatan lebih cepat akan memberi Anda kesempatan terbaik untuk melawan kanker dan menjaga kualitas hidup yang baik.

Paparan sinar matahari, kebersihan mulut yang buruk, paparan radiasi ke kepala dan leher, serta paparan bahan kimia juga menjadi faktor risiko yang mungkin untuk mengembangkan kanker tenggorokan.

Kemungkinan penyebab lain ialah infeksi HPV (human papillomavirus) melalui seks oral tanpa pengaman.

Mengenali gejala kanker tenggorokan

Untuk mendeteksi kanker tenggorokan lebih awal, kenali beberapa tanda dan gejalanya, yaitu perubahan suara, sulit menelan atau bernapas, penurunan berat badan, sakit tenggorokan, batuk terus menerus bahkan berdarah, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, dan sakit telinga.

Segera temui dokter bila mengalami gejala di atas selama beberapa minggu.

Dokter akan melakukan pemeriksaan, salah satunya dengan cara biopsi atau mengambil sampel kecil jaringan dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diuji. Anda juga bisa dipindai, termasuk CT scan dan MRI.

Pemeriksaan pun bisa dilakukan dengan menggunakan endoskop, tabung panjang dan tipis dengan cahaya dan kamera di ujungnya. Alat tersebut dimasukkan ke tenggorokan untuk mencari tanda-tanda kanker. Kemudian, dilakukan tes HPV dan tes genomic untuk mencari mutasi genetik

Risiko kanker

Ada beberapa kebiasaan dan gaya hidup tertentu yang meningkatkan risiko terkena kanker tenggorokan, termasuk merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, gizi buruk, dan kebersihan gigi buruk.

Kanker tenggorokan juga telah dikaitkan dengan jenis kanker lain. Beberapa orang dengan kanker tenggorokan juga didiagnosis kanker lain, seperti paru-paru atau kandung kemih pada saat yang sama.

Pengobatan dan pencegahan

Untuk pengobatan, ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan.

Sebelumnya, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli onkologi untuk melakukan prosedur bedah seperti pengangkatan tumor, ahli onkologi radiasi yang merawat kanker Anda menggunakan terapi radiasi, serta ahli patologi yang memeriksa sampel jaringan dari biopsi.

Pilihan pengobatan untuk kanker tenggorokan adalah operasi. Jika tumor di tenggorokan Anda kecil, dokter Anda mungkin akan mengangkat tumor dengan operasi. Operasi ini dilakukan di rumah sakit saat Anda sedang dalam keadaan tenang.

Dokter dapat merekomendasikan prosedur bedah, seperti operasi endoskopi untuk mengobati kanker tahap awal, cordectomy untuk menghilangkan semua atau sebagian pita suara atau laryngectomy untuk menghilangkan semua atau sebagian dari kotak suara.

Pilihan pengobatan lain adalah terapi radiasi. Setelah pengangkatan tumor, dokter Anda dapat merekomendasikan terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker ganas.

Jenis terapi radiasi antara lain radioterapi, brachytherapy, dan kemoterapi.

Sebenarnya tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tenggorokan, tetapi ada cara untuk mengurangi risikonya, seperti berhenti merokok, kurangi alkohol, pertahankan gaya hidup sehat dengan banyak makan buah, sayur, daging tanpa lemak, dan terlibat dalam aktivitas fisik setidaknya 2,5 jam seminggu.

Anda juga perlu mengurangi risiko terhadap HPV. Konsultasikan dengan dokter perlukah Anda mendapatkan vaksin HPV.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR