Aborsi legal masih terganjal

Beberapa aspek dalam aborsi legal. IDI ingin urusan aborsi diperketat supaya tak disalahgunakan
Beberapa aspek dalam aborsi legal. IDI ingin urusan aborsi diperketat supaya tak disalahgunakan | Antyo /Beritagar

“Melegalkan aborsi sama saja dengan membunuh,” kata Titik Haryati, komisioner bidang kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kepada Koran Tempo (Kamis, 15/8/2014).

Aborsi legal, istilah dari khalayak untuk aborsi yang diatur dalam PP 61/2014 tentang Kesehatan Reproduksi, oleh sementara pihak dianggap belum jelas. Misalnya dari Ikatan Dokter Indonesia, sehingga mengajukan tiga syarat (lihat ilustrasi).

“Bisa saja ada hamil di luar nikah, tapi ngaku-ngaku karena pemerkosaan,” kata H.M. Nazar, Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI, tentang dalih indikasi pemerkosaan untuk aborsi. Maka IDI pun berharap dilibatkan dalam aturan pelaksanaan — Menkes Nafsiah Mboi sedang menyiapkan Permenkes.

Pada prinsipnya aborsi adalah hal yang tak muda dibuat terutama secara hukum. Ancaman hukuman maksimum untuk pelaku aborsi tak sesuai ketentuan, menurut Pasal 194 UU Kesehatan, adalah 10 tahun penjara dan Rp1 miliar denda.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR