Agar cowok 16 tahun sah menikahi nenek 71 tahun

CINTA | Aha! Cinta tak peduli apa saja, katanya. Tapi kalau menyangkut perkawinan, negara selalu mengaturnya. Ada sejumlah syarat. Antara lain batas usia termuda untuk berumah tangga.
© Antyo /Beritagar.id

Maka masygullah Menteri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kala beroleh kabar perkawinan Nenek Rohaya (71) dan seorang remaja pria, S (16), yang menjadi suami ketiga. Kemensos sudah mengecek, mereka tak punya buku nikah.

"Sesuai dengan perkiraan awal saya, karena kalau menikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) jelas tidak mungkin karena mempelai prianya masih di bawah umur," kata Bu Menteri (Kompas.com, 5/7/2017).

Hari ini kabar tentang pasangan yang terpaut 55 tahun dari Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Komering Ulu, Sumatra Selatan, itu masih beredar. Beragam kisahnya, dari kemesraan sampai kecemburuan si pria sehingga mengunci istrinya di dalam rumah (Bangka Pos, 6/7/2017).

Lalu apa masalah selisih usia dalam perkawinan mereka sila lihat infografik, yang antara lain merujuk UU Perkawinan dan PP No. 9 Tahun 1975 serta UU Perlindungan Anak.

Soal usia dan kedewasaan memang bergantung kepada jenis urusan. Lantas sebagai pria muda yang sudah menjadi suami, masih layakkah S diperlakukan sebagai anak, karena ia masih di bawah 18 tahun?

Dari UU Administrasi Kependudukan hingga UU Pemilu dan Pilkada, boleh disimpulkan batas kedewasaan itu 17 tahun ke atas atau sudah kawin. Maka menyebut nama S itu boleh, lagi pula ini bukan kasus kriminal.

Nama lelaki belia itu Selamat Riyadi. Artinya selamat hari raya.

Kabar perihal mereka merebak setelah Idulfitri lalu.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.