Agus Salim, tokoh hebat tapi melarat

Haji Agus Salim (1884-1954) salah satu Bapak Bangsa Indonesia
Haji Agus Salim (1884-1954) salah satu Bapak Bangsa Indonesia | AR/Beritagar

Hari ini, 8 Oktober 2014, genap 130 tahun kelahiran Haji Agus Salim (lihat ilustrasi ). Tentang kepemimpinan Salim, Anies Baswedan menulis, "Inilah kepemimpinan yang menggerakkan. Menginspirasi, bukan mendikte. Saya kurang setuju pada pemimpin yang menawarkan diri: lihat, saya datang untuk menyelesaikan masalah Anda. Mohon maaf, itu kuno."

Banyak tulisan tentang salah satu bapak bangsa ini. Yang ringkas dan ringan dilakukan oleh Intisari: H. Agus Salim Antara Homeschooling dan Bahasa Kambing. Jenggot Salim memang pernah diledek mirip kambing. Paket terakhir tulisan lengkap yang kemudian dikemas menjadi buku adalah laporan Tempo dalam serial bapak bangsa.

Sebagai politikus Islam, Salim memiliki pandangan bahwa tugas Kementerian Agama adalah menjamin kebebasan beragama.Dalam tafsir cendekiawan muslim Ahmad Sahal, "Ia juga menegaskan Kementerian Agama sebagai lembaga negara yang berperan merawat kebebasan berkeyakinan, termasuk keyakinan warga yang ateis maupun politeis, asal tak mengganggu ketenteraman publik."

Beberapa segi kehidupan Salim adalah poliglot, pelaku home schooling, pintar, wicaksana, dan... melarat. Di Jakarta dia, istri, dan ketujuh anaknya berpindah dari kontrakan ke kontrakan, malah pernah mereka hanya menempati satu kamar di Jatinegara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR