Ahok, rutan, dan lapas

BERBEDA | Secara teknis dan konsep hukum, rutan dan lapas memang dua hal yang berbeda. Intinya sih sama: mengekang kebebasan. Dalam istilah awam lebih mudah: penjara.
© Antyo /Beritagar.id

Dini hari tadi (10/5/2017), Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dipindahkan dari penjara di Cipinang, Jakarta Timur, ke rumah tahanan di Markas Komando Brigade Mobil Polri di Kelapadua, Depok, Jawa Barat. (CNN Indonesia).

Penjara? Itu istilah umum; kata benda. Kata itu juga bisa menjadi kata kerja: memenjarakan (aktif) dan dipenjara (pasif). KUHP pun mengenal "pidana penjara".

Lalu Ahok, terdakwa penistaan agama yang divonis dua tahun penjara, oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dengan 19 kali sidang yang berlokasi di Jakarta Selatan (9/5/2017), itu dikirim ke Cipinang. Ahok menyatakan banding, sehingga statusnya belum menjadi terpidana.

Ada yang bilang Ahok dikirim ke rutan (rumah tahanan negara). Ada pula yang menyebutkan ia langsung dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan (lapas).

Yang benar, Ahok ditahan di Rutan Cipinang. Bukan Lapas Cipinang. Bangunannya terpisah namun berdiri di atas lahan yang sama.

Hakim Dwiarso Budi Santiarto memutuskan, "Pidana penjara 2 tahun, meminta terdakwa ditahan. Membebankan terdakwa biaya perkara 5.000 rupiah."(BBC Indonesia,9/5/2017)

Apa perbedaan rutan dan lapas, sila simak infografik yang merujuk UU Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah No. 92 Tahun 2015 (yang mengubah PP 27/1983). Ihwal masa penahanan bagi tersangka dan terdakwa, pernah menjadi infografik tersendiri.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.