Angkutan DKI lumayan bila dibandingkan LA

AKSES | Bukan hanya pengangkutnya tersedia tetapi juga seberapa mudah warga menjangkaunya.
AKSES | Bukan hanya pengangkutnya tersedia tetapi juga seberapa mudah warga menjangkaunya. | Antyo /Beritagar.id

Inilah contoh keluhan klise di Jakarta Raya: waktu habis di jalan, harus gonta-ganti angkutan, dan diperparah oleh kemacetan. Proses pertambahan usia dan sebagian proses degeneratif juga berlangsung di jalan.

Jawaban terhadap keluhan tadi juga klise. Tinggallah di apartemen dekat kantor, atau indekos, atau jadilah doktor (mondok di kantor).

Ada juga ide simpel tapi bikin kesal bos dan sejawat: pindahkanlah kantor dekat rumah, supaya tak perlu menempuh 30km saat berangkat kerja.

Transportasi publik memang jadi masalah. Sebenarnya di luar kota besar malah lebih berat, tapi tak dianggap masalah kalau jarak antartempat tak sejauh Jakarta.

Meskipun begitu, untuk para pengeluh yang gagal menemukan solusi bagi diri sendiri (bukan untuk keluarga atau kantor), sadarilah bahwa Jakarta ini masih mendingan.

Ya, masih lumayanlah bila dibandingkan Los Angeles Metro dan Washington D.C. Metro di Amerika Serikat dalam hal people near transit (PNT). Oh ya, kalau mau lengkap berganda, greater metro menjadi metro raya.

PNT adalah indikator kualitas ketersediaan angkutan umum di sebuah kota berdasarkan persentase warga yang dapat menjangkau layanan angkutan massal secara mudah.

Ukuran mudah adalah jarak dari rumah ke halte, atau stasiun, paling jauh satu kilometer, bisa ditempuh dalam 10-15 menit berjalan kaki.

Tercakup dalam angkutan massal misalnya bus rapid transit (BRT) seperti Transjakarta dan jaringan kereta rel listrik Commuter Line.

Menurut studi Institute for Transportation and Development Policy (ITDP, New York, AS), yang diterbitkan pekan ini, Kota Paris, Prancis, menduduki peringkat pertama dari 52 kota di dunia: 100 persen.

Akan tetapi angka itu menjadi berbeda jika menyangkut Paris Metro Raya: 50 persen.

Luas Paris Metro Raya 161 kali Kota Paris. Sedangkan jumlah pendduk Paris Metro Raya enam kali lipat Kota Paris.

Untuk kasus Jabodetabek, dengan PNT 16 persen, sistem transportasinya menuntut kerja sama DKI Jakarta dan provinsi tetangga.

Maka Transjakarta dari Bekasi Timur ke Pasar Baru, Jakarta Pusat, pun tersedia sejak Mei lalu (Berita Satu, 20/5/2016).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR