Darurat? Pencet saja 112, bebas pulsa

SATU NOMOR | Semoga berfungsi penuh dengan cakupan layanan yang kian meluas, termasuk oleh semua operator, sehingga warga pun terbantu.
© Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Dari tontonan Hollywood, sudah lama orang Indonesia mengenal nomor darurat 911 -- berikut cara mengejanya: nine-one-one. Kini Indonesia punya 112. Hanya saja belum mencakup banyak hal.

Tiga digit yang disebut NTPD (nomor tunggal panggilan darurat) 112 itu pemerintah tetapkan pada Agustus 2015, lalu diterapkan Desember 2016, untuk sepuluh kota.

NTPD 112 mencakup layanan ambulans, kebakaran, dan tindak kriminal. Selama ini ada sejumlah nomor pusat layanan, dan semoga Anda hafal semua, namun lebih penting lagi semoga semuanya fungsional.

Misalnya 110 (polisi), 118 dan 119 (ambulans), 115 (search and rescue; SAR), 129 (posko bencana alam), 113 dan 1131 (pemadam kebakaran), 123 (Perusahaan Listrik Negara), dan... 112 (panggilan darurat dari ponsel dan telepon satelit).

Ada juga yang panjang. Misalnya untuk Jakarta: 021-425-0767 dan 021-422-7875 (keracunan); 021-725-6526, 021-725-7826, dan 021-722-1810 (pencegahan bunuh diri).

Selain itu ada pula hotline 500-454 untuk masalah kejiwaan, dari Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan.

Kenapa Indonesia belum punya semacam 911 yang komplet?

Menurut komisioner Ombudsman Adrianus Meliala kepada Beritagar.id, nomor-nomor layanan darurat di Indonesia belum terintegrasi seperti 911 di Amerika Serikat. Maka ia pun mengingatkan, kalau warga berharap ada 911 di Indonesia saat ini, malah akan kecewa.

Adrianus, yang pernah menjadi komisioner di Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), bilang, "Untuk keamanan, misalnya orang-orang mending menggunakan jalur pribadi, siapa yang kenal dengan pejabat kepolisian..."

Hal lain soal nomor 911 untuk Indonesia memang masih sulit diterapkan karena angka awal 9, menurut seorang pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika, sudah dialokasikan untuk Bakrie Telecom (CNN Indonesia, 16/08/2015).

Layanan 112 ini, menurut Menkominfo Rudiantara, gratis. Pulsa habis tak menjadi kendala (Okezone News, 2/12/2016). Janjinya sih begitu.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.