Demokrasi tak sempurna tapi dipercaya dan disuka

DIPERCAYA | Demokrasi masih dipercaya dan jadi pegangan. Yang masih belum jelas adakah pihak yang akan memanfaatkan demokrasi untuk meraih kekuasaan untuk kemudian mengenyahkan demokrasi.
DIPERCAYA | Demokrasi masih dipercaya dan jadi pegangan. Yang masih belum jelas adakah pihak yang akan memanfaatkan demokrasi untuk meraih kekuasaan untuk kemudian mengenyahkan demokrasi. | Antyo /Beritagar.id

Sejauh ini mayoritas orang Indonesia (68,7 persen) puas terhadap demokrasi. Kepuasan itu terdiri dari jenis: sangat puas (3,3 persen) dan cukup puas (65,4 persen).

Tentu kalau dilihat dalam sebuah rentang waktu panjang, kepuasan itu bisa naik turun. Pada April 2004 kepuasan hanya 30 persen, sementara ketidakpuasan lebih banyak: 49 persen.

Lalu Juli 2009, kepuasan mencapai 76 persen. Itu adalah angka tertinggi selama April 2004 hingga Mei 2017.

Saat kepuasan bisa menggapai 76 persen, ketidakpuasan terhadap demokrasi mencapai 17 persen.

Demikian temuan dari survei oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Jakarta, yang dipublikasikan bulan ini, menyusul survei tentang pandangan orang Indonesia terhadap khilafah.

Survei nasional Kondisi Politik Nasional Pasca-Pemilihan Gubernur DKI Jakarta itu untuk menjawab pergunjingan politik: apakah orang gamang dengan perjalanan dirinya sebagai bangsa dalam sebuah negara?

Ternyata mayoritas responden (74,8 persen) menilai perjalanan bangsa Indonesia masih ke arah yang benar.

Yang menarik, meski demokrasi tak sempurna toh masih banyak yang memercayainya (74 persen).

BACA JUGA