KESEHATAN

Infografik: Dilema kratom, pencaharian warga, bahaya bagi pengguna

Daun kratom berkhasiat meredakan rasa nyeri. Kratom banyak tumbuh di Kalimantan Barat, diekspor ke Amerika Serikat.  Di balik manfaatnya, penyalahgunaan kratom bisa membuat kecanduan dan membahayakan jiwa. Bila dilarang, banyak warga lokal kehilangan mata pencaharian.
Daun kratom berkhasiat meredakan rasa nyeri. Kratom banyak tumbuh di Kalimantan Barat, diekspor ke Amerika Serikat. Di balik manfaatnya, penyalahgunaan kratom bisa membuat kecanduan dan membahayakan jiwa. Bila dilarang, banyak warga lokal kehilangan mata pencaharian. | Bagus Triwibowo /Beritagar.id

DILEMA| Daun kratom (Mitragyna speciosa) atau daun purik adalah tanaman obat tradisional asli Asia Tenggara yang berkhasiat antinosiseptif yaitu meredakan rasa nyeri. Harga kratom anjlok sejak Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan larangan mulai 2022 mendatang.

Orang Kalimantan dan Papua Nugini secara tradisional mengonsumsi kratom, dengan cara dikunyah dalam keadaan mentah atau diseduh seperti teh.

Sekitar 90 persen kratom yang dikonsumsi di AS berasal dari Indonesia, dibudidayakan di Kalimantan Barat (Putussibau, Kapuas Hulu) dan Aceh. Jalur ekspor lewat dua jalur, kantor pos dan kargo.

Menurut Kepala Kantor Pos Pontianak Zainal Hamid, volume kratom yang dikirim rata-rata 30 ton sebulan, atau 400 ton setahun dengan nilai 130 juta USD, dikirim dalam bentuk bubuk.

Dengan ongkos kirim Rp5,5 juta per koli, 80% penghasilan kantor Pos Pontianak berasal dari pengiriman kratom. Kantor Pos Pontianak hanya melayani pengiriman kratom yang dipesan atau dikirim Asosiasi Pengusaha Daun Kratom. Sementara pengiriman lewat kargo tidak terdeteksi.

Harga ekspor kratom ke AS mencapai Rp5 miliar per ton atau Rp5 juta kilogram. Harga kratom di tingkat petani Putusibau awalnya mencapai Rp32.000 per kilogram, kini anjlok ke angka Rp7.000 per kilogram setelah BNN menggolongkannya sebagai narkotika.

Albert Einstein Healthcare Network, Philadelphia, mengungkap dari 404 penderita sakit liver, 8 di antaranya kemungkinan besar disebabkan oleh kratom. Pada 2017, FDA mencatat 44 kematian terkait kratom.

Sebenarnya kratom jarang menjadi satu-satu penyebab kematian. Penyalahgunaan kratom yang fatal umumnya disertai penggunaan zat lainnya seperti heroin, benzodiazepin, dan kokain. Melalui uji toksikologi post-mortem, dari 27.338 kematian overdosis, hanya tujuh kematian yang dinyatakan positif kratom sebagai zat tunggal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR