KINERJA BUMN

Infografik: Jiwasraya dilaporkan ke Kejaksaan Agung

Polemik gagal bayar Jiwasraya.
Polemik gagal bayar Jiwasraya. | Bagus Triwibowo /Beritagar.id

GAGAL BAYAR | Kesalahan dalam pengelolaan dana yang dilakukan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) perlahan-lahan mulai terpapar ke permukaan. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun melaporkan kasus gagal bayar polis Jiwasraya ke Kejaksaan Agung.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menilai Jiwasraya sudah melakukan praktik bisnis yang tak lazim dengan menawarkan produk investasi dengan return terlalu tinggi. Banyak instrumen investasi yang dinilai mencurigakan yang seharusnya tak layak untuk menjadi aset dasar dari produk investasi jangka pajang.

Ia mengatakan masalah yang sedang dihadapi Jiwasraya sangat kompleks sehingga harus ada langkah konkret yang dilakukan.

"Mereka (manajemen Jiwasraya) itu banyak investasi di saham gorengan. Kita tahu lah, itu saham saham gorengan. Karena itu kita tanyakan kehatia-hatiiannya. Jadi kita ingin menanggulangi kerugian yang dialami nasabah dan pihak-pihak lain," kata Arya.

Kasus Jiwasraya ini terungkap pertama kali dari laporan nasabah pada Oktober 2018. Asuransi jiwa pelat merah ini terpaksa menunda pembayaran kewajiban polis jatuh tempo.

Problem kesulitan likuiditas menjadi alasan keterlambatan pembayaran yang disampaikan oleh perusahaan asuransi plat merah tersebut. Keterlambatan pembayaran polis jatuh tempo terdapat di produk bancassurance. Nilainya mencapai Rp 802 miliar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR