Kekuatan sementara di belakang Ahok

MENGHANGAT | Isu pemetaan bandat (bakal kandidat) Gubernur DKI sudah bergema padahal pencalonan resmi belum mulai.
© Antyo /Beritagar.id

Jadi, Ahok pasti kuat lalu menang? Walah, ditetapkan secara resmi saja belum.

Siapa saja yang ingin menjadi kontestan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 itu, termasuk inkumben atau petahana Basuki Tjahaja Purnama (49), belum ditetapkan oleh KPU DKI.

Mereka semua masih bakal calon (balon) atau bakal kandidat (bandat) versi wacana publik -- itu pun menurut media, termasuk Beritagar.

Pekan lalu Partai Gerindra, bekas partai Ahok, mengumpulkan sejumlah bandat versi mereka. Kalau yang diundang sih mencapai 14 nama (Liputan 6, Jumat 12/2/2016)

Sejauh ini Ahok masih bilang akan berpacu di trek independen. Masih kabar melulu, ada tiga partai yang akan ikut mendorong Ahok -- yakni PDIP, Partai Hanura, dan Partai NasDem.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pekan lalu menyatakan sudah merembuk dukungan untuk Ahok dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Tempo, 12/2/2016).

Lalu ke mana kubu yang masih ragu (37 dari 106 kursi) itu akan menyorongkan badan ke arah bandat tertentu secara terang-terangan?

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, putra Betawi yang juga bandat, menyatakan Ahok tak memenuhi satu syarat: kesantunan (CNN Indonesia, 12/2/2016).

Sejauh ini Demokrat adalah anggota kubu bimbang yang di sana.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.