Kiat menyetel tinggi ideal sadel sepeda

© Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Pesepeda awam, memosisikan sadel secara sederhana. Ketika duduk kaki bisa menelapak ke tanah. Alasannya cukup masuk akal. Ketika pesepeda kehilangan keseimbangan, kaki leluasa mengamankan dengan menginjak tanah. Begitu pun ketika berhenti, kedua kaki dengan mudah difungsikan sebagai standar.

Apakah cara itu salah? Jawabnya: tidak -- tapi tidak tepat. Mengukur tinggi sadel sepeda yang ideal punya alasan teknis. Yaitu agar pesepeda bisa mendistribusikan tenaga lebih optimal dalam mengayuh pedal. Selain supaya menghindarkan cidera otot kaki ketika bersepeda jarak jauh.

Lalu bagaimana cara mendapatkan posisi sadel yang ideal? Ada banyak cara.

Teknik tradisional yang masih banyak dipraktikkan adalah memanfaatkan panjang lengan. Cara mengukurnya, ketiak diletakkan di atas sadel, telapak tangan mesti berada tepat di bottom bracket atau as pedal (crankset).

Cara yang lebih modern adalah dengan mengukur panjang panjang kaki bagian dalam (inseam). Panjang inseam ini kemudian dikalikan 109%. Itulah ketinggian sadel dihitung dari pedal ketika pedal berada di posisi jam 6. Sebagai penyeimbang, panjang inseam bisa dikalikan 88,3%. Tapi yang ini adalah ukuran tinggi sadel sampai bottom bracket saja.

Dikutip dari BikeDinamics, ada cara lain, yaitu, dengan mengukur sudut lutut saat pengendara duduk di sadel, dengan posisi kaki di atas pedal. Sudut ideal adalah 143-148 derajat, ini untuk pesepeda mountain bike dengan medan cross country. Tapi untuk pesepeda road bike (sepeda balap), sudut idealnya ada di 160-170 derajat. Sudah barang tentu pengukuran model ini harus dibantu teman.

Metode Holmes, adalah cara pengukuran yang berbeda. Cara mengukurnya, pesepeda duduk di sadel, dengan ujung kaki menginjak tanah. Nah, posisi ideal adalah ketika tulang kering berada di posisi tegak lurus dengan tanah, tungkai kaki membentuk sudut 25-35 derajat. Sayangnya pengukuran cara ini yang paling akurat mesti menggunakan alat ukur goniometer, yang tidak setiap orang punya.

Apa pun cara yang Anda pilih, ada hal bisa menyempurnakan posisi sadel yang ideal. Yaitu mengatur posisi maju-mundur sadel. Ini bisa dilakukan secara sederhana. Cukup siapkan seutas tali yang beri pemberat pada ujungnya.

Saat posisi kaki berada pada pukul tiga, letakkan tali tersebut di samping lutut dengan pemberat menggantung ke bawah. Bila posisi bandul tepat di as pedal, artinya posisi sadel memang sudah tepat. Bila belum, tentu posisi sadel harus digeser ke depan atau ke belakang.

Selamat mencoba.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.