Pak Raden dan Suyadi: dua dalam satu

SOSOK PRIA JAWA | Suyadi (1932-2015) adalah Pak Raden dan demikian pula sebaliknya.
SOSOK PRIA JAWA | Suyadi (1932-2015) adalah Pak Raden dan demikian pula sebaliknya. | Ilustrasin utama: Ponti Indra |Desain: Antyo /Beritagar.id

Sosok Pak Raden (wafat Jumat, 30/10/2015; usia 82) melekati penggemar serial Si Unyil yang diputar di TVRI selama 1981-1993 (Lihat: Wikipedia Indonesia). Lekatan itu, sebagai misal, adalah musikus Bondan Prakoso.

Bondan, kelahiran 1984, pernah tumbuh bersama Unyil dan Pak Raden. Ia mengibaratkan dirinya hard disk kosong yang terisi serial Si Unyil (Kompas, Sabtu 31/10/2015).

Bondan juga pernah menggalang dana untuk Suyadi, nama resmi Pak Raden, pada 2012 dengan Ngamen untuk Pak Raden. Sebelumnya, 2011, presenter TV Lucy Wiryono (kelahiran 1978) dan teman-temannya menggerakkan #PeduliPakRaden (lihat: Blog Lucy).

Doktorandus Suyadi, demikian bila penyebutan nama oleh media itu disebut lengkap, dalam film boneka maupun saat mendongeng membawa boneka selalu memerankan diri sebagai pria Jawa produk lama: berbelangkon, surjan, berbicara dengan logat Jawa.

Suyadi bukan hanya memproyeksikan citra karakter diri menjadi tokoh komikal. Orang lain pun ia manfaatkan. Misalnya Abdul Hamid, yang saat melayat mengenang, "Boneka Pak Ogah kan dibuat berdasarkan (wajah) saya oleh beliau. Jadi, tanpa beliau, enggak ada itu yang namanya Pak Ogah." (Kompas, 31/10/2015).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR