Pole dance di jalanan Jakarta

Tari tiang atau pole dance di tengah keramaian pejalan kaki selama hari tanpa mobil di Jakarta, Ahad (18/1/2015)
Tari tiang atau pole dance di tengah keramaian pejalan kaki selama hari tanpa mobil di Jakarta, Ahad (18/1/2015) | Fanny Octavianus/AR /Antara Foto/Beritagar

Ada yang beda dalam hari tanpa mobil (car free day) di Bundaran HI, Jakpus, pagi-siang tadi (18/1/2015): tari tiang di tengah keramaian. Seorang, dan kemudian dua orang, wanita penari meliuk, memuntir badan, meluncur pada tiang di atas trotoar.

Akhirnya masyarakat terbiasa dengan pole dance. Kursusnya muncul di sejumlah tempat. Bahkan wadahnya pun ada: Indonesia Pole Dance Association (IPDA) yang bermarkas di Kemang, Jaksel.

Beberapa hari sebelum kegiatan di Bundaran HI, laman Facebook IPDA sudah mengabarkannya. Mereka bilang akan ada workshop. Ringkasan kisah ada dalam ilustrasi.

Tari tiang bisa untuk pria dan wanita. Usia pun bukan halangan. Buktinya People tiga hari lalu mencontohkan Greta Pontarelli, penari tiang berusia 61 tahun dari Amerika! Greta belajar tari tiang sejak usia 59.

Di YouTube bertebaran video tari tiang — di dalamnya ada juga atraksi gagal. Tari tiang memang tak mudah dan bisa membahayakan penarinya.

BACA JUGA