Survei Spotify: dokter bedah suka rock saat bekerja

YEAHHHH... | Rock. Musik semua orang. Ralat: bukan semua tapi banyak orang.
© Antyo /Beritagar.id

Musik rock adalah genre yang disukai dokter bedah di ruang operasi. Angkanya mencapai 49 persen.

Demikianlah temuan dari hasil survei oleh Figure 1 untuk layanan pengaliran musik Spotify, Juni lalu, dan siaran persnya diterima Beritagar.id pekan ini (8/8/2017).

Figure 1 adalah platform berbagi pengetahuan untuk para profesional medis. Sedangkan Spotify, yang juga ada di Indonesia, saat ini beroperasi di 60 negeri dengan 140 juta pengguna aktif dan 60 juta pengguna berbayar.

Sebagian ringkasan cerita tim bedah sudah terangkut oleh infografik. Yang tak terangkut ke sana adalah data dari tim bius -- dokter, ko-asisten, dan perawat bius.

Dari kaum pembius itu yang doyan rock selama bekerja ada 44 persen, dan sisanya (59 persen) menyukai pop. Menang demikian angka perbandingan dalam rilis.

Survei tersebut menyodorkan 12 pertanyaan. Untuk menjawab tuntas butuh waktu enam menit. Tujuh puluh tiga persen, dari hampir 700 responden di 50 negeri, menjawab dari ponsel mereka. Dalam rilis tak tersebutkan secara spesifik tentang responden dari Indonesia.

Apakah musik, apalagi rock, tak mengganggu proses operasi? Seorang responden menyatakan, "Nyawa orang ada di tangan saya dan mendengarkan rock membantu saya menjadi tenang sehingga perhatian penuh saya terfokus pada pasien."

Dalam rilis juga tak tersebutkan rentang usia mayoritas responden. Namun isi daftar lagu untuk disigi memuat banyak trek klasik rock.

Seorang dokter dikutip, "Saya mendengarkan band dari masa muda saya, dan merasakan nostalgia yang membuat saya tenang dan fokus."

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.