Aktivitas seksual tak tingkatkan risiko serangan jantung

Aktivitas seksual tak tingkatkan risiko serangan jantung
Aktivitas seksual tak tingkatkan risiko serangan jantung | FreeImages.com

Mungkin hanya terjadi di drama-drama televisi saja ketika hubungan seksual memicu terjadinya serangan jantung. Penelitian ilmiah terbaru yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology justru memunculkan fakta bahwa aktivitas seksual tidak akan menyebabkan terjadinya serangan jantung.

"Berdasarkan data, nampaknya aktivitas seksual tidak memicu serangan jantung," kata Dietrich Rothenbacher, peneliti dari Institute of Epidemiology and Medical Biometry di Ulm University, Jerman dikutip NBCNews,com.

Penelitian ini dimulai pada sekitar tahun 2000 dengan melacak pola seksual dari 536 pasien yang berumur antara 30 sampai 70 tahun. Semua pasien itu pernah menderita myocardial infarction atau yang biasa disebut serangan jantung oleh orang awam.

Awalnya pasien diminta melaporkan seberapa sering mereka melakukan aktivitas seks sebelum serangan jantung terjadi. Mereka juga diminta mencatat hubungan seks terakhir sebelum serangan jantung yang mereka alami.

Ternyata, kurang dari satu persen pasien yang melaporkan bahwa mereka baru saja melakukan aktivitas seks satu jam sebelum serangan jantung itu terjadi. Nyaris 80 persen mengatakan bahwa mereka melakukan hubungan seks lebih dari 24 jam sebelum serangan jantung itu terjadi.

Para dokter melakukan tindak lanjut penelitian ini selama 10 tahun. Selama masa itu terjadi lebih dari 100 kali serangan jantung terhadap orang-orang yang dilibatkan dalam penelitian. Para peneliti mengatakan aktivitas seksual tidak memainkan peran penting dalam memicu serangan jantung. Faktanya, demikian para ahli mengatakan, seks tidak secara khusus membuat jantung menjadi berdetak berlebihan dan pengerahan tenaganya mirip dengan jalan cepat atau menaiki tangga dua tingkat.

"Jelas bahwa aktivitas seksual (setelah terjadinya serangan jantung) adalah aman dan bahkan menguntungkan," kata Rothenbacher kepada WashingtonPost.com.

Namun penelitian tersebut juga membawa kabar buruk seperti dikabarkan SeattleTimes, yaitu banyak obat untuk penderita serangan jantung yang kemungkinan menyebabkan disfungsi ereksi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR