Bayi lahir akhir pekan lebih berisiko meninggal

Bayi lahir akhir pekan lebih berisiko meninggal
Bayi lahir akhir pekan lebih berisiko meninggal | Shutterstock

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan Inggris Raya mengungkapkan adanya "efek akhir pekan" yaitu bayi-bayi yang dilahirkan pada akhir pekan mempunyai risiko kematian yang tinggi dalam tujuh hari pertama kehidupan mereka.

Meski mempunyai kesimpulan yang seperti itu, para peneliti seperti dilaporkan EurekAlert menekankan bahwa studi lanjutan dibutuhkan "untuk memahami faktor-faktor organisasional mungkin mempengaruhi efek akhir pekan."

Para peneliti dari Imperial College London menggunakan induk data dari Hospital Episode Statistics untuk menganalisis rincian kelahiran bayi di rumah sakit-rumah sakit umum di Inggris antara 1 April 2010 dan 31 Maret 2012.

Mereka memfokuskan pada kasus infeksi, masuk lagi ke rumah sakit, cedera, dan kematian perinatal - lahir mati atau meninggal pada tujuh hari pertama setelah bayi dilahirkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian perinatal pada bayi yang dilahirkan pada akhir pekan adalah 7,1 per 1.000 kelahiran, sementara itu perinatal pada bayi yang dilahirkan pada hari kerja adalah 6,5 per 1.000 kelahiran.

Ilmuwan memperkirakan, jika kinerja pihak rumah sakit di akhir pekan sama baiknya seperti pada hari kerja selama seminggu, kematian bayi baru lahir akan menurun sekitar 770 lebih sedikit dan 470 infeksi maternal lebih sedikit setiap tahunnya dibandingkan dengan saat ini.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka melihat penjelasan lain dari kemungkinan terjadinya hal ini, seperti usia kehamilan, berat lahir, usia ibu dan masalah kesehatan yang sudah ada pada ibu seperti diabetes. Tetapi, efek akhir pekan masih tetap signifikan secara statistik.

"Dalam studi kami, kami mencoba untuk memperhitungkan fakta bahwa perbedaan dalam tingkat komplikasi pada hari yang berbeda mungkin karena kebetulan, atau karena kelahiran pada hari-hari tertentu lebih rumit dalam beberapa cara."

"Namun, bahkan setelah kami melakukan penyesuaian ini, kami menemukan tingkat komplikasi bervariasi pada hari yang berbeda," kata Profesor Paul Aylin dari Imperial College London.

Jonatah Snowden dan Aaron Caughey, dua orang ahli kebidanan, yang menuliskan komentar terhadap hasil penelitian itu, kepada MedicalNewsToday mengatakan bahwa kelahiran pada akhir pekan "tak terelakkan lagi merupakan praktik yang harus dijalani setiap hari".

Kedua ahli itu juga menyerukan untuk mencari solusi "untuk menentukan dampak protektif seperti apa yang menyebabkan kelahiran pada hari kerja lebih aman dan bagaimana hal itu juga bisa memberikan manfaat bagi perempuan yang akan melahirkan pada akhir pekan, dan juga bagi bayi yang dilahirkan."

Menurut statistik dari WHO pada 2009, sekitar 2,6 juta kematian saat lahir terjadi pada tahun itu, setara dengan 8.200 kematian per hari. Di antara 133 juta bayi lahir setiap tahun, 2,8 juta meninggal dunia pada pekan pertama setelah dilahirkan.

Studi yang mirip pernah diterbitkan oleh International Journal of Sports Medicine yang menyebutkan bahwa bayi yang lahir pada Oktober dan November secara fisik lebih cepat, lebih bugar dan lebih kuat daripada bayi yang dilahirkan pada bulan-bulan lainnya dalam setahun.

Bahkan ada pula studi yang menyebutkan bahwa risiko seorang bayi mengalami obesitas ditentukan oleh tahun berapa dia dilahirkan.

Sementara itu sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan dari Johns Hopkins pada 2012 menganalisis dampak akhir pekan dan apa yang menyebabkan fenomena itu. Para peneliti itu menemukan orang tua yang mengalami trauma kepala yang dirawat pada akhir pekan ternyata mempunyai risiko kematian yang lebih besar dibandingkan mereka yang dirawat pada hari kerja.

Setelah diteliti ternyata tidak ada dokter dan perawat yang berpengalaman yang mendapat giliran pada akhir pekan. Selain itu, pada kasus penelitian bedah saraf, jumlah dokter spesialis juga lebih sedikit yang bertugas pada akhir pekan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR