Poligami tingkatkan risiko serangan jantung empat kali lipat

Ilustrasi seorang pria bersama dua orang istri
Ilustrasi seorang pria bersama dua orang istri | Shutterstock

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria yang berpoligami berisiko terkena serangan jantung empat kali lipat dibandingkan pria yang beristri seorang wanita saja.

Penelitian yang dipaparkan dalam Asian Pacific Society of Cardiology Congress, di Abu Dhabi, menunjukkan bahwa pria-pria yang mempunyai lebih dari seorang wanita sebagai istri berisiko mengidap penyakit penyumbatan arteri, dibandingkan dengan pria yang monogami. Masalah jantung ini biasanya terbentuk karena kolesterol yang menghalangi pasokan udara ke organ-organ vital.

"Kami menemukan hubungan antara meningkatnya jumlah istri dan bertambahnya penyumbatan koroner," kata Dr. Amin Daoulah, dari King Faisal Specialist Hospital and Research Centre di Jeddah, Saudi Arabia, seperti dikutip EurekAlert.

"Ini bisa disebabkan karena kewajiban untuk menyediakan banyak kebutuhan rumah tangga yang terpisah yang meningkatkan beban keuangan dan menyita emosi. Masing-masing istri harus diperlakukan adil dan merata, dan nampaknya stres saat melakukannya bagi bagi banyak pasangan dan mungkin beberapa keluarga menjadi penyebabnya," lanjut Amin seperti dilansir Telegraph.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa stres jangka panjang meningkatkan risiko masalah jantung.

Studi ini menganalisis rekam medis dari 687 orang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sepertiganya mempunyai lebih dari satu istri. Dua orang dari pria-pria itu mempunyai empat istri, jumlah terbanyak dalam sampel ini, sementara kebanyakan hanya mempunyai dua istri.

"Laki-laki yang mempunyai istri lebih dari satu harus didukung kemampuan finansial, dan meskipun orang-orang Arab disokong oleh pemerintahnya, para penganut poligami mungkin memerlukan lebih dari satu sumber penghasilan," Amin menambahkan.

"Oleh karena itu para suami yang melakukan poligami mungkin melakukan kerja ekstra atau mengalami tekanan saat melakukan perjalanan harian ke wilayah perkotaan untuk mendapatkan upah yang lebih tinggi karena poligami biasanya lebih umum terjadi di wilayah pedesaan," kata Amin.

Menanggapi hasil penelitian itu, Professor Michel Komajda, mantan presiden European Cardiology Society kepada Mirror mengatakan,"Kita tahu bahwa stress jangka panjang dalam kehidupan keluarga meningkatkan risiko penyakit jantung. Tentu akan menarik untuk melihat bagaimana efek poligami terhadap jantung para istri."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR