KULINER NUSANTARA

Rendang selalu menarik perhatian orang asing

Ilustrasi rendang
Ilustrasi rendang | 1057388828 /shutterstock

Salah satu masakan khas Padang, Sumatra Barat, ini memang selalu menggugah selera. Daging empuk, resapan bumbu nan gurih, dan pedas, akan semakin lezat jika dinikmati dengan nasi hangat.

Ternyata, citarasa rendang yang sering menimbulkan rasa rindu untuk kembali menyantapnya tidak hanya dirasakan oleh orang Indonesia. Sebab, menurut hasil riset CNN, rendang menduduki peringkat pertama dalam 50 sajian terlezat di dunia.

Seorang koki profesional yang telah lama berdomisili di Inggris, Petty Elliot, mengatakan bahwa orang-orang asing sangat menyukai rendang.

"Saya masak untuk orang yang belum pernah ke Indonesia dan belum pernah coba makanan Indonesia. Orang selalu pilih rendang," jelas Petty yang telah merilis dua buku bertajuk Papaya Flower dan Jakarta Bites, seperti dinukil Kompas.com.

Dia mengatakan bahwa kegandrungan orang asing dengan rendang bisa jadi karena rasanya mirip kari.

"Orang di seluruh dunia tahu kari tetapi mungkin rendang ini rempahnya unik. Tidak bikin enek seperti kari Thailand atau Afrika. Citarasanya sendiri pas, mudah diterima oleh semua orang," imbuhnya.

Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh Eka Moncarre, Country Manager Visit IndonesiaTourism Officer.

Menurut dia, saat acara pameran kuliner Village Intenational de la Gastronomie yang berlangsung di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu, yang berhasil mengumpulkan total visitor sekitar 40.000 orang, hampir semuanya mengunjungi stan Indonesia untuk menikmati rendang.

Eka menambahkan bahwa pada acara tersebut antrean paling ramai terjadi pada area rendang.

"Sampai ada yang datang khusus untuk cari rendang," jelas Eka.

Orang Perancis, kata dia, lebih menyukai rendang yang disajikan dengan kuah lebih banyak. Sebab, mereka lebih suka makanan yang tidak terlalu kering.

Cara pengolahan dan memasak rendang bisa dibilang tidak terlalu mudah karena membutuhkan banyak tahapan dan cenderung memakan waktu hingga berjam-jam.

Namun, tahukah Anda bahwa ada alternatif lain menghemat waktu untuk mengolah rendang.

Seorang chef bernama Herry Adi Nugraha mengatakan bahwa rendang yang diolah dari daging impor tidak membutuhkan waktu lama. Apabila menggunakan sapi lokal, rendang mesti diolah selama tujuh sampai delapan jam, tetapi jika menggunakan daging sapi impor hanya perlu dimasak selama dua jam.

Selain itu, rendang dari daging sapi impor menghasilkan rasa yang lezat karena lemaknya lebih wangi.

"Dari pakannya, sapi kita (lokal) makan apa saja. Kalau sapi Amerika kan diperlakukan khusus dengan pakan 100 persen jagung. Kita lihat jagung menghasilkan cairan wangi seperti susu setelah diperas. Nah, US beef mendapatkan lemak yang wangi karena itu," jelas Herry dalam acara Buka Puasa Nusantara Kedutaan BesarAmerika Serikat, beberapa waktu lalu, seperti dilansir detik.com.

"Masak rendang pakai daging impor enggak bisa lama seperti daging lokal. Perlu diakalin masaknya," imbuhnya.

Selain jenis daging, dia juga mengatakan, teknik pengadukan bumbu dan rendang kala dimasak memiliki peranan penting. Sebab, jika diaduk terlalu cepat, maka daging akan hancur.

"Triknya adalah aduk daging perlahan. Kalau terlalu keras daging bisa hancur terlebih jika teksturnya sudah rapuh karena lama dimasak," pungkasnya.

Dia menambahkan bahwa cara pengadukan tersebut bertujuan untuk mencegah bagian bawah daging gosong karena bumbu yang terkaramelisasi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR