Para penggawa Avengers di dalam kokpit pesawat milik Captain Marvel
Para penggawa Avengers di dalam kokpit pesawat milik Captain Marvel Tangkapan layar akun Marvel Entertainment di YouTube
AVENGERS ENDGAME

Avengers; durasi panjang, untung menjulang

Film Avengers Endgame yang berdurasi 181 menit diprediksi kuat menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia

Mengenakan pakaian lengan panjang hitam, Joe Russo (47), duduk di atas kursi kayu berdampingan dengan kakaknya, Anthony, yang dua tahun lebih tua.

Duo ini adalah sutradara Avengers: Endgame. Tayang mulai 24 April 2019 di Indonesia alias dua hari lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat.

Kehadiran Russo bersaudara --demikian julukannya-- dalam rangka sesi wawancara dengan laman situs web Collider (5/2/2019).

Turut hadir bersama mereka adalah Dan Deleeuw, Russell Earl, dan Kelly Port dari departemen visual efek.

Steve Weintraub sebagai pewawancara langsung mengajukan pertanyaan soal Endgame yang kabarnya berdurasi tiga jam.

Jika benar, maka film tersebut menjadi yang terpanjang dari keseluruhan 22 film dalam lingkup Marvel Cinematic Universe (MCU).

Dengan hati-hati Joe menjawab bahwa film tersebut tampaknya akan berdurasi tiga jam. Pada momen tersebut, Joe --begitu juga Anthony-- memang belum dapat memastikan karena penyuntingan gambar masih terus berlangsung.

Keseluruhan proses akhirnya rampung memasuki pekan pertama April 2019.

Saat menghadiri ajang CinemaCon di Las Vegas, Russo bersaudara mengumumkan secara resmi bahwa bagian pamungkas dari saga Infinity War tersebut berdurasi tiga jam. Tepatnya 181 menit seperti termaktub dalam laman film tersebut di situs IMDB.

Jagat maya kontan dipenuhi berbagai respons dari para warganet. Ada yang menyambut antusias, tapi tak sedikit pula melontarkan keluhan menyoal panjangnya durasi film. Sebagian lagi menjadikannya bahan gurauan.

“Bahaya bahaya bahaya. Nyokap udah tau durasi endgame 3 jam, tapi tetap gak gentar mau nonton,” kicau pemilik akun Twitter @yosiwahyuni.

Endgame durasi tiga jam, siap-siap nahan kencing tiga jam,” tulis @Rifqy_Ardiyan10.

Ngumpulin niat buat ngerjain skripsi ibarat durasi film avangers endgame #lama,” demikian @aiiainie_ menulis status.

Hasil olah data tim Lokadata Beritagar.id merujuk Box Office Mojo dan The Numbers, sejak MCU dengan kisah perjalanan Infinity War diperkenalkan pertama kali lewat Iron Man (2008), hingga Endgame yang menjadi film ke-22, seri Avengers selalu muncul dengan durasi paling lama.

Walau demikian, tampaknya panjang durasi tak membuat antusiasme penonton film di Indonesia menyusut.

Semakin lama durasi film Marvel justru makin menarik minat penonton. Misalnya, Infinity War dengan durasi waktu terlama 156 menit justru meraup keuntungan paling banyak dibandingkan film Marvel lainnya.

Sementara, Thor (2011) yang berdurasi 113 menit, termasuk tiga film MCU berdurasi lebih singkat dari lainnya, juga meraup keuntungan paling sedikit yakni $273 ribu AS.

Dari skala global maupun di Indonesia, Infinity War tetap menjadi primadona dibanding film Marvel lainnya. Fakta itu terlihat dalam grafik di bawah ini.

Saat tayang di Indonesia mulai 25 April 2018, Infinity War mendulang pemasukan hingga $25,29 juta AS. Film ini bertahan selama lima pekan di layar-layar jaringan bioskop Tanah Air.

Jika hendak mengonversinya menjadi jumlah penonton, dengan asumsi rerata Rp37 ribu per tiket, total ada lebih dari 8 juta penonton yang menyaksikan film arahan Russo bersaudara itu di bioskop.

Jumlah tersebut jauh melampaui rekor Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 sebagai film Indonesia terlaris dengan 6,8 juta penonton.

Menurut kalkulasi Sigit Prabowo, sosok pemilik akun @BicaraBoxOffice, saat ditemui Beritagar.id (10/4), Infinity War hingga saat ini masih memuncaki daftar film impor terlaris di Indonesia.

Posisi di bawahnya jadi milik The Fast and the Furious 8 (2017) produksi Universal yang mengantongi $19,3 juta AS. Film asing terlaris ketiga jadi milik Aquaman ($17,5 juta).

Total jenderal, 21 film MCU yang sudah tayang di Indonesia mengumpulkan $9,18 juta AS. Angka itu mengungguli pendapatan delapan seri The Fast and the Furious.

Waralaba dengan bintang jagoan Vin Diesel itu termasuk yang juga sangat “disegani” oleh para produser dalam negeri.

Keseluruhan pemasukan mereka di Indonesia menyentuh angka $7,5 juta. Itu pun dengan catatan film pertama yang rilis 2001 tak sempat terdata penghasilannya.

Film MCU lain yang durasinya merentang lebih dari 140 menit, tapi meraih banyak pemasukan di Indonesia adalah Captain America: Civil War (2016) dan Avengers: Age of Ultron (2015).

Kedua film tersebut menempati peringkat ketiga dan keempat dengan pendapatan $15,61 juta AS dan $15,50 juta AS.

Posisi kedua ditempati Captain Marvel (2019) yang berdurasi 124 menit. Pemasukannya mencapai $17,60 juta AS.

Seiring perilisan Endgame yang tinggal menghitung hari, Sigit memprediksi rekor Infinity War di Indonesia juga akan tumbang.

Bahkan saat mendarat di Tanah Air kemungkinan besar jaringan-jaringan bioskop akan mengalokasikan sekitar 1500 layar khusus untuk film ini.

Pasalnya tidak ada pesaing yang cukup punya nama besar untuk bisa “merampas” kuota layar milik gabungan pahlawan super Marvel ini.

Merujuk data Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia, hingga tutup tahun 2018 ada sekitar 334 lokasi bioskop dengan 1759 layar yang tersebar di kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Katakan sekarang jumlah layar bioskop kita genap 1800, artinya film-film lain --impor maupun lokal-- harus rela saling memperebutkan jatah 300 layar tersisa.

Pada titik ini dapat dimaklumi jika film Sekte arahan William Chandra yang semula dijadwalkan rilis 25 April, sehari setelah Endgame tayang, memilih mundur.

Jadwal baru yang didapatkan film horor produksi Open Door Films, Silver Bullet Film, dan Yellow Box itu adalah 2 Mei 2019.

Sutradara, produser, dan tiga pemain Avengers Endgame menghadiri acara untuk penggemar di London Inggris (10/4/2019)
Sutradara, produser, dan tiga pemain Avengers Endgame menghadiri acara untuk penggemar di London Inggris (10/4/2019) | Facundo Arrizabalaga/EPA

Berdasarkan rekam jejak di filmindonesia.or.id, ada 45 film Indonesia yang rilis berdekatan dengan pekan penayangan film-film MCU.

Dari total tersebut, hanya separuhnya yang berhasil kami dapatkan catatan jumlah penontonnya.

Setelah dikerucutkan, ada tiga film yang jumlah penontonnya melebihi satu juta.

Tiga film tersebut percaya diri karena punya cukup amunisi untuk tampil mencuri perhatian.

Ambil misal Ada Apa dengan Cinta 2 (2016). Saat harus bersemuka dengan jadwal tayang Captain America: The Civil War tetap bisa meraup 3,6 juta penonton.

Lalu Surga yang Tak Dirindukan dan Comic 8: Casino Kings Part 1 yang tak gentar menghadapi Ant-Man (2015). Dua film nasional itu sama-sama mencatat lebih dari satu juta penonton.

Kali ini Endgame tampak melenggang sendirian. Kisah film sepanjang 181 menit juga bukan halangan dalam meraup banyak penonton.

Pasalnya menyaksikan film berdurasi panjang sebenarnya bukan hal asing bagi sebagian penonton kita di bioskop. Mereka sudah terlatih, utamanya lewat suguhan film-film India.

Ingatlah Dil To Pagal Hai (1997) yang berdurasi 179 menit. Atau panjang waktu penceritaan Kabhi Khushi Kabhie Gham hingga 3 jam 30 menit. Kedua film yang dibintangi Shahrukh Khan itu tetaplah menjadi favorit masyarakat.

Gejalanya sudah tampak jelas. Di negara asalnya, sesi prajual tiket Endgame tujuh hari pertama mencatat peningkatan lima kali lipat dibandingkan Infinity War pada rentang waktu sama.

"Saya tidak akan terkejut melihat banyaknya pekerja yang tiba-tiba beralasan sakit atau mengambil hari libur pada tanggal 26 April nanti. Itu karena mereka ingin menonton Endgame saat hari pertama pemutarannya," kata Erik Davis, Managing Editor di Fandango, sebuah layanan penjual tiket bioskop.

Hal serupa juga berlaku di Atom Tickets, perusahan kompetitor Fandango. “Ini membuktikan bahwa Endgame berada di tingkatan tersendiri,” ujar Matthew Bakal, salah satu pendiri Atom Tickets.

“Antisipasi dan kegembiraan untuk film ini tak tertandingi. Kami mengagumi karya kreatif Marvel, Disney, para pemain, dan kru yang telah membuat Endgame menjadi acara global untuk semua penggemar,” sambung Bakal.

Tingginya minat terhadap tiket Endgame menjalar ke sejumlah negara lain. Semisal di Cina. Hanya dalam waktu satu jam sejak prapenjualan tiket Endgame dibuka, jumlahnya sudah melewati tiket prajual Infinity War yang laku selama 24 jam.

Antusiasme serupa terjadi pula di negeri jiran, Singapura dan Malaysia. Bahkan situs Cathay Cineplexes dan Golden Village Cinemas di Singapura sempat jeblok musabab tidak bisa menampung tingginya pesanan yang masuk.

Untuk mengakomodir banjir peminat film Endgame di Malaysia, ekshibitor Golden Screen Cinemas akhirnya menambah satu jam pemutaran lebih pagi, tepatnya pukul 07.00 waktu setempat. Kebijakan serupa juga dilakukan TGV Cinemas.

Rasa penasaran dan tak ingin mengulur waktu karena khawatir mendapatkan bocoran cerita (spoiler) turut menjadi alasan utama.

Pertimbangan lainnya karena Endgame merupakan fase perpisahan sejumlah pemain utama MCU karena kontrak mereka telah berakhir. Juga bab penutup dari sebuah perjalanan yang menjanjikan spektakel.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR