Ilustrasi keragaman cita rasa nasi goreng dalam setiap wilayah di Indonesia
Ilustrasi keragaman cita rasa nasi goreng dalam setiap wilayah di Indonesia Tito Sigilipoe / Beritagar.id
NASI GORENG

Beda wilayah, beda cita rasa

Bumbu jadi pembeda setiap wilayah, namun lima bumbu ini selalu ada dalam setiap jenis nasi goreng.

Meski setiap daerah memiliki keunikan nasi goreng masing-masing, menurut Prof. Murdijati Gardjito, tipikal kuliner Indonesia kental dalam penggunaan bahan-bahan di sekitarnya. Memanfaatkan bahan dan bumbu yang paling mudah didapatkan untuk diolah sebagai bahan makanan, termasuk nasi goreng.

Dalam penelitiannya, Murdijati menyebutkan bumbu menjadi salah satu kunci dan pembeda dari seluruh ragam nasi goreng antarwilayah. Dari seluruh jenis nasi goreng yang ditabulasi dalam penelitiannya, terdapat lima bumbu yang selalu atau bumbu utama yang selalu ada dalam setiap jenis nasi goreng itu yakni, bawang putih, bawang merah, garam, cabai merah dan lada.

Tidak semua nasi goreng sepenuhnya menggunakan lima bumbu utama itu. Dari 36 ragam nasi goreng, 34 di antaranya menggunakan bawang putih. Hanya nasi goreng cibitung khas Sunda dan nasi goreng ikan asin khas Bugis yang tidak menggunakan. Lima bumbu utama itu secara komplit terdapat dalam tiga jenis nasi goreng yaitu, nasi goreng sunda 1, nasi goreng jawa, dan nasi goreng bali.

Nasi goreng bali memiliki variasi bumbu terbanyak. Dalam tabulasi nasi goreng yang disusun Prof. Murdijati, wilayah Bali terdapat tiga jenis nasi goreng. Dari tiga jenis nasi goreng bali itu, dalam penggunaan bumbu minimal enam variasi bumbu dan terbanyak menggunakan 13 variasi bumbu.

Selain nasi goreng bali, nasi goreng aceh juga identik dalam penggunaan bumbu yang beragam. Dalam catatan Murdijati, nasi goreng aceh paling banyak menggunakan sepuluh variasi bumbu.

Satu hal yang menjadi unik dalam nasi goreng aceh, penggunaan tiga jenis kecap sekaligus dalam proses memasaknya. Nasi goreng aceh, dalam riset Murdijati, satu-satunya nasi goreng yang menggunakan kecap manis, kecap asin dan saus tiram sekaligus, bahkan tanpa menambahkan garam dalam olahannya.

Selain dengan banyaknya jenis bumbu yang digunakan, dalam sejumlah nasi goreng juga terdapat penggunaan bumbu khas. Bumbu khas di sini berarti unik, khusus, dan tidak digunakan dalam nasi goreng di wilayah lain.

Nasi goreng bumbu bali dalam hal ini memiliki variasi dan penggunaan bumbu khas terbanyak. Terdapat 5 bumbu khas yang digunakan untuk mengolah nasi goreng bumbu bali yaitu, bubuk kunyit, jeruk nipis, terasi bakar, gula aren, dan kacang.

Jika selama ini kaldu identik dengan untuk bagian dari bumbu untuk makanan jenis soto dan bubur ayam, namun juga digunakan sebagai bagian olahan nasi goreng. Nasi goreng babat dari Semarang juga khas dalam bumbu yakni, penggunaan kaldu dalam pengolahan nasi goreng.

Artikel Terkait