Lenggak-lenggok Reza Rahadian (kanan) dan Delia Husein dalam film Benyamin Biang Kerok. Tayang perdana di bioskop mulai 1 Maret 2018.
Lenggak-lenggok Reza Rahadian (kanan) dan Delia Husein dalam film Benyamin Biang Kerok. Tayang perdana di bioskop mulai 1 Maret 2018. Falcon Pictures
LAPORAN KHAS

Benyamin Biang Kerok rasa baru

Hari pertama penayangannya di jaringan bioskop (1/3/2018), film Benyamin Biang Kerok dapat jatah sekitar 160 layar dan meraup 82.538 penonton.

Lantai delapan Grand Indonesia, Sabtu (24/2/2018) malam, penuh sesak. Dari anak-anak hingga orang tua tumplek blek di lokasi jaringan bioskop CGV itu.

Pasalnya sedang berlangsung gala premiere film Benyamin Biang Kerok. Ini adalah versi ulang buat film lawas produksi PT. Harapan Film Corporation Ltd. pada 1972 yang dibintangi seniman besar Betawi, Benyamin Sueb (1939-1995).

Untuk menghibur calon penonton yang datang, Falcon Pictures menyediakan panggung kecil berisi band yang membawakan lagu-lagu Bang Ben, sapaan akrab mendiang Benyamin. Tak ketinggalan beberapa pajangan ondel-ondel (boneka berukuran raksasa) ditempatkan di sekitar CGV.

Para pemain bersama Hanung Bramantyo selaku sutradara satu persatu meluncur menggunakan eskalator dari lantai atas. Kemunculan mereka diawali rombongan peniup tanjidor dan penari tradisional Betawi.

Setelah itu, Hanung ditemani Reza Rahadian, Delia Husein, Rano Karno, Meriam Bellina, Omas, Hamka Siregar, Jelita Ramlan, Billa Barbie, Aci Resti, Adjis Doaibu, dan Chintya Candranaya menaiki panggung kecil lain yang diletakkan di bagian dalam CGV.

Saat jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, dari alat pengeras suara meluncur pengumuman bahwa film sesaat lagi akan diputar. Semua keramaian berpindah ke dalam studio.

Undangan yang dikantongi Beritagar.id merujuk Auditorium 1, studio yang juga ditempati para pemain dan kru, juga tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar Benyamin S. Nama-nama populer seperti Christine Hakim, Jay Subyakto, dan Chelsea Islan tampak hadir.

Beberapa penonton yang ditemui Beritagar.id mengaku penasaran ingin menyaksikan seperti apa bentuk interpretasi Reza memerankan Pengki, tokoh yang kadung lekat dengan Benyamin S.

Duet Reza dan Delia yang berperan sebagai Aida terlebih dahulu unjuk kebolehan menyanyikan lagu ciptaan Djoko Subagyo berjudul "Ondel-Ondel" sambil menari.

Selama sekitar 95 menit durasi film, Reza (30) menunjukkan kapasitasnya sebagai aktor versatile yang mampu menjelma sebagai tokoh dengan karakter apa saja. Koleksi empat Piala Citra dari Festival Film Indonesia dan gelar "Best Actor" dalam 57th Asia-Pacific Film Festival (APFF) adalah bukti.

Reza Rahadian merasa tertantang memerankan tokoh Pengki karena tugasnya bukan hanya berusaha menduplikasi Benyamin Sueb
Reza Rahadian merasa tertantang memerankan tokoh Pengki karena tugasnya bukan hanya berusaha menduplikasi Benyamin Sueb | /Falcon Pictures

Harus Reza Rahadian

Memerankan tokoh Pengki yang telah lama identik dengan Benyamin jelas bukan pekerjaan mudah.

Beberapa orang bahkan menganggap bahwa Bang Ben adalah Pengki sehingga kerap menilai bahwa Benyamin Biang Kerok versi ulang buat ini merupakan biografi (biopic) tentang Benyamin.

Reza dan Hanung menyatakan anggapan tersebut salah kaprah. "Biarkan film yang lama menjadi legenda tersendiri. Kami bikin versi baru yang sangat berbeda," ujar Hanung saat peluncuran trailer film ini di studio Karno's Film, Cibubur (24/1).

Pun demikian, bukan berarti pekerjaan Reza menjadi lebih ringan. Menurutnya, memerankan Pengki justru memberikan tantangan karena memberinya tugas ganda.

"Pemeran film ini harus menjadi Benyamin terlebih dahulu. Setelah itu menghidupkan karakter Pengki yang diperankan Bang Ben. Jadi penggalian karakternya berlangsung dua kali," ungkap Hanung.

Hanung dan Falcon Picutres bulat mengatakan bahwa tak ada yang lebih pantas mengemban tugas itu selain Reza Rahadian. Alhasil pria kelahiran Bogor berdarah Maluku itu jadi pilihan pertama tanpa melalui proses casting.

"Kami sangat mempertimbangkan kenyamanan sutradara saat bekerja dengan orang yang dia percaya dan andalkan kemampuannya. Jadi keputusan bulat memilih Reza," terang Frederica, produser dari Falcon Pictures, kepada Beritagar.id usai gala premiere.

Pemilihan Reza sebagai pelakon Pengki disambut antusias oleh keluarga besar mendiang Benyamin S. Mereka puas melihat performa sang aktor.

Sementara pemain-pemain seperti Rano Karno, Meriam Bellina, Lidya Kandou, dan H. Komar juga terpilih tanpa melalui proses audisi.

"Kami anggap mereka sesuai dengan karakter yang dibutuhkan tokoh-tokoh dalam film ini. Sebagai pemain senior dengan kualitas akting mumpuni, enggak mungkin mereka kami casting," kata Erica, sapaan Frederica.

Beda kasus dengan pemeran tokoh Aida. Sejak awal Hanung dan Falcon menyasar pemain baru. Oleh karena itu, diadakan casting untuk peran tersebut.

"Alasan Delia terpilih di antara para pendatang baru lainnya yang ikut casting, ia punya kelebihan bisa menyanyi. Sama dengan Ida Royani. Awalnya kan Mbak Ida itu penyanyi. Setelah itu jadi pemain film," tambah Erica

Selama sesi reading dan workshop yang berlangsung sebulan, Hanung dan Reza coba menafsirkan ulang beberapa ciri khas Bang Ben, seperti gelak tawa, gerakan tubuh, dan warna vokal.

Bukan pekerjaan gampang mengingat Bang Ben punya gaya ketawa dan suara yang susah ditirukan. Penerima anugerah Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia itu punya jenis suara bariton coloratura yang membuat vokalnya sangat lentur dan lincah dalam memproduksi nada demi nada.

Saat bernyanyi, Bang Ben enteng atau ringan saja menaik-turunkan suaranya. Pun seolah tanpa beban berarti saat menirukan variasi warna suara ala kakek-nenek, anak-anak, pelan, keras, dan sebagainya.

Riset yang dilakukan Reza untuk mengeksplorasi karakter Pengki, antara lain menonton film-film lama, melihat foto-foto, dan mendengarkan rekaman suara Benyamin.

Pada sisi lain, usaha untuk menjadikan Pengki versi baru punya keistimewaan dan ciri khas tersendiri juga tetap dilakukan. Salah satunya pemilihan kostum.

"Beruntung Mas Hanung memberikan saya kebebasan untuk mengembangkan karakter Pengki dalam film ini," terang Reza.

Dari segi tampilan, ia sengaja memanjangkan rambut dan membiarkan penata rambut mencari potongan paling pas untuk menunjang karakternya sebagai Pengki versi modern.

"Model rambut keriting acak-acakan yang digunakan dalam film ini telah melalui proses gonta-ganti 12 kali model rambut," kata Reza.

Reza Rahadian (tengah) diangkat jadi anggota keluarga besar Benyamin Sueb saat Jakarta Car Free Day di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat (25/2/2018)
Reza Rahadian (tengah) diangkat jadi anggota keluarga besar Benyamin Sueb saat Jakarta Car Free Day di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat (25/2/2018) | /Koleksi album foto akun Twitter Bens Radio

Mencoba kontekstual

Pengki dalam film ini ditampilkan sebagai anak Betawi yang melek teknologi, bukan sopir tengil yang kerap bikin majikannya blingsatan karena suka usil demi kepentingan pribadi.

"Kami melanjutkan spirit Bang Ben dalam serial Si Doel Anak Sekolahan yang ingin melihat anaknya jadi (tukang) insinyur. Jadi, Betawi yang diwakili sosok Nyak Mami dalam film ini saya tempatkan pada level kelas sosial teratas," jelas Hanung.

Agar tetap kontekstual dengan kondisi sosial yang terjadi di Indonesia saat ini, Hanung menyinggung sedikit soal penggusuran, polemik reklamasi, dan kongkalikong antara pejabat pemerintahan dengan pengusaha kaya.

Mengambil latar cerita kekinian, Pengki dikisahkan putra pasangan Juleha (Meriam Bellina) dan Sabeni (Rano Karno) yang setiap hari bangun kesiangan.

Nyak Mami --panggilan Juleha-- punya porsi lebih besar dalam film ini karena digambarkan sebagai pengusaha teknologi telekomunikasi yang kaya raya. Sementara Babe Sabeni sehari-hari berkutat dengan kambing dan opelet.

Kelakuan Pengki yang sering nongkrong di kompleks rumah susun (rusun) bareng Somad (Adjis) dan Achie (Aci), juga melatih anak-anak rusun bermain sepak bola yang dikapteni Juki (Baharudin), membuat Nyak Mami khawatir dengan masa depan putra semata wayangnya itu.

Hidup Pengki mulai berubah setelah tidak sengaja bertemu Aida (Delia), penyanyi yang diidolakannya.

Ia tak lagi hanya memikirkan kehidupan penghuni rusun yang terancam penggusuran, tapi menyusun siasat untuk mengambil hati sang pujaan hati yang ternyata tersandera oleh mafia bernama Said Toni Rojim (H. Qomar).

Untuk membebaskan Aida, Pengki melakukan sebuah misi pembebasan didukung Hengki (Hamka Siregar) dan Margareth (Melaney Ricardo), kakak-beradik yang juga mafia tapi berkonfrontasi dengan Said.

Aneka potongan cerita tulisan Bagus Bramanti, Senoaji Julius, dan Hilman Mutasi itu berdesakan muncul. Selain berbalut komedi yang kental, Hanung menjadikan film komedi aksi spionase seperti Austin Powers dan Johnny English sebagai referensi.

Ditampilkan pula aksi Reza dan Delia mendendangkan beberapa lagu yang pernah dipopulerkan duet Benyamin-Ida Royani, seperti "Hujan Gerimis", "Di Sini Aje", "Abang Pulang", dan "Manis Sayang". Total ada delapan lagu. Semuanya terangkum dalam album soundtrack yang tersedia secara digital.

Temu penggemar dan nonton bareng film Benyamin Biang Kerok di Bekasi, Jawa Barat (26/2/2018)
Temu penggemar dan nonton bareng film Benyamin Biang Kerok di Bekasi, Jawa Barat (26/2/2018) | Risky Andrianto /Antara Foto

Promosi jorjoran

Falcon Pictures termasuk rumah produksi yang jorjoran ketika mempromosikan film. Misal ketika film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss - Part. 1 dirilis pada 2016. Ongkos promosi sebesar Rp15 miliar melebihi biaya produksi yang tercatat sekitar Rp10 miliar.

Hal serupa mereka lakukan untuk mendukung kesuksesan Benyamin Biang Kerok yang dijadwalkan menjadi trilogi.

Meski masih enggan mengungkap angka spesifik, uang yang digelontorkan Falcon tampaknya tak beda jauh dengan Warkop DKI Reborn.

Segala lini promosi konvensional seperti pemasangan poster, iklan, kunjungan ke berbagai media massa, temu penggemar, hingga nonton bareng ke berbagai wilayah sudah diagendakan.

Reza dan Delia bahkan menyambangi perkampungan yang jadi basis pemukiman masyarakat Betawi di Jakarta. Kegiatan tersebut diakui Reza baru pertama kali dilakukannya.

Terobosan baru lain yang dilakukan Falcon adalah membuat materi promosi berupa 3D trick arts yang menghiasi lantai beberapa bioskop.

Memasang wrapping sticker untuk menutupi satu sisi Gedung Veteran RI yang terletak di samping Plaza Semanggi, Jakarta Selatan --salah satu area protokol di ibu kota-- juga tetap dilakukan.

Berkaca pada pengalaman Warkop DKI Reborn, uang sebesar Rp2 miliar harus dikeluarkan untuk mengongkosi bentuk promosi tersebut. "Durasi pemasangannya satu bulan," bocor Erica (2/9/2016).

"Kami memang selalu total mempromosikan produk. Apalagi Bang Ben seniman besar yang sudah jadi milik masyarakat luas. Sudah sepantasnya film tentang beliau disebarluaskan juga," tegas Erica.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR