Perancang busana Barli Asmara saat sesi foto dengan Beritagar.id di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu pagi (19/10/2016).
Perancang busana Barli Asmara saat sesi foto dengan Beritagar.id di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu pagi (19/10/2016). Wisnu Agung Prasetyo / Beritagar.id

Desainer Barli Asmara: Presiden butuh konsultan fashion

Barli memandang fashion Jokowi bukan semata soal estetika. Tapi mewakili citra sederhana

Dua tahun lampau adalah pertemuan kesatu Barli Asmara dengan Joko Widodo (Jokowi). Ia ingat betul Jokowi menampakkan diri dengan batik cokelat dan senyuman lebar di Balai Kota.

"Dia masih Gubernur yang calonkan diri jadi Presiden," ujar desainer yang sudah 15 tahun berlanglang di industri fashion itu.

Sudah tak terhitung kesohor yang jadi pelanggan mereknya. Mereknya terdiri dari tiga label: Barli Asmara untuk koleksi adibusana, Barli by Barli Asmara untuk koleksi siap pakai, kemudian Sui, lini busana bergaya semi formal.

Mulai Krisdayanti hingga Agnes Monica pernah memercayakan busananya ke Barli. Namun yang paling berkesan bagi Barli adalah mendesain kemeja untuk Jokowi.

Di Balai Kota itu ia diberi 15 menit untuk menunjukkan beberapa sketsa rancangannya--di hadapan Jokowi sendiri. "Beliau maunya sederhana: kemeja putih dengan dua kantong di dada," ujarnya.

Kemeja putih memang identik dengan Jokowi. Kemeja itu biasanya tidak dimasukkan ke celana dengan bagian lengan digulung.

Tak hanya pas blusukan, penampilan serupa dilakoninya ketika acara negara. Salah satunya ketika mengumumkan menteri untuk Kabinet Kerja.

Daya tarik publik terhadap kemeja Jokowi bisa jadi karena cerita di baliknya. Di berbagai media disebutkan kemeja itu dibuat Suparto Arjuno, penjahit Solo. Harga jahitan Suparto cukup terjangkau: Rp 125 ribu per kemeja.

Suparto dipercaya 10 tahun lebih sampai Jokowi jadi Gubernur DKI. Sementara rancangan kemeja Barli dibuat beberapa saat sebelum Jokowi dilantik jadi Presiden.

"Sebuah kehormatan membuatkan Presiden kemeja," kata Barli kepada Fajar WH dan Heru Triyono serta fotografer Wisnu Agung Prasetyo saat wawancara di kediamannya kawasan Cilandak Jakarta Selatan, Selasa malam (18/10/2016).

Yang jadi sorotan, selain identik dengan kemeja, penampilan Jokowi juga identik dengan kritik. Netizen menyoalkan Jokowi yang berseragam militer ketika menerima tamu di Istana, lalu memakai topi ala rapper, serta dikira pakai wig saat berbusana adat Batak.

Semua kritik itu dihasilkan Jokowi selama menjabat Presiden. "Beliau memang butuh konsultan fashion," ujar pria berusia 38 itu.

Lewat wawancara Barli, Beritagar.id mau menggali sisi lain Jokowi dari segi fashion, dalam rangka dua tahun usia pemerintahannya--yang jatuh pada 20 Oktober 2016.

Selama satu jam Barli menjelaskan bagaimana Jokowi bisa menyampaikan pesan politiknya melalui fashion dan 'memasarkan diri' secara berbeda dengan penampilannya. Berikut perbincangannya:

Perancang busana Barli Asmara saat sesi foto dengan Beritagar.id di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu pagi (19/10/2016).
Perancang busana Barli Asmara saat sesi foto dengan Beritagar.id di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu pagi (19/10/2016). | Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

Bagaimana awalnya dapat order merancang kemeja putih untuk Presiden?
Saat itu ada staf Pak Jokowi cari desainer. Kebetulan adik saya kerja di Balai Kota dan kenal dengan staf itu. Tak disangka, staf itu hubungi saya dan bilang kalau Pak Jokowi mau bertemu sekaligus ingin melihat rancangan saya.

Saat itu Jokowi sudah dilantik jadi Presiden?
Belum. Tapi sudah diumumkan sebagai pemenang. Pertemuan digelar di Balai Kota beberapa hari sebelum dia dilantik. Perasaan saya senang melebihi apapun, karena bertemu idola saya yang selama ini worawari di televisi he-he.

Lho bukan kah Anda sering merancang busana untuk figur-figur ternama...
Yang ini beda. Bahkan ketika diminta harus datang satu jam sebelumnya, saya datang dua jam sebelumnya--saking gembiranya. Jam 08.00 tiba, baru bertemu 11.30. Kemudian saya menunjukkan sketsa ke Pak Jokowi selama 15 menit di ruang kerjanya.

Cukup hanya dengan waktu 15 menit? Tidak ada sesi ukur badan agar setelan pas?
Dia sibuk dan enggak mau diukur. Jadi saya membuatnya berdasar baju contoh saja.

Discuss The Designs ✌️🙏 #barliasmara #fashiondesigner #jokowi #jokowido2 #salam2jari

A photo posted by Barli Asmara (@barliasmara) on

Ketika itu berapa sketsa kemeja yang dipresentasikan?
Beberapa. Tapi beliau tertarik dengan kemeja yang ada dua kantong di dada. Biar volume dadanya bertambah, karena kan Pak Jokowi agak kurus.

Sebelumnya Anda sudah membayangkan apa-apa saja yang diinginkan Jokowi?
Stafnya bilang kalau Pak Jokowi tidak mau ada unsur macam-macam. Jadi sketsa yang saya tawarkan juga sederhana.

Apa filosofinya aksen dua kantong di bagian dada?
Inspirasinya dari Sukarno. Aksen dua kantong di dada itu memperlihatkan karakter pekerja. Sama seperti PDH (Pakaian Dinas Harian) pegawai negeri sebenarnya. Warnanya saja yang membedakan.

Presiden Joko Widodo sedang memantau kebakaran hutan di Banjar Baru, Kalimantan Selatan (22/9/2016).
Presiden Joko Widodo sedang memantau kebakaran hutan di Banjar Baru, Kalimantan Selatan (22/9/2016). | Bagus Indahono /EPA

Berapa yang harus dibayar Jokowi untuk kemeja putih rancangan Anda?
Saya ada di dunia fashion 15 tahun. Sama sekali tidak persoalkan bayaran. Sudah bisa bertemu, memperlihatkan rancangan dan bisa mengunggah foto bareng dengan Pak Jokowi di Instagram adalah sebuah achievement (pencapaian) bagi saya.

Apalagi saya didukung pemerintah untuk menampilkan tema Kain Negeriku di New York Fashion Week pada 2015 lalu.

Kalau dinominalkan harganya kira-kira berapa?
Rp850 ribu.

Lalu, berapa kali Presiden pesan kemeja ke Anda?
Hanya sekali. Tapi sepertinya beliau mereplika rancangan saya untuk membuat kemeja-kemeja berikutnya.

Ada pejabat lain yang juga pesan ke Anda setelah membuat kemeja untuk Jokowi?(Tersenyum) Enggak ada.

Dari mata seorang desainer apakah gaya ikonik Jokowi dengan kemeja putihnya itu bagus?
Tergantung. Intinya seorang Presiden tidak harus fashionable, jangan salah.

Pertanyaannya adalah bagus atau tidak...
Saya tidak membela Presiden ya. Ada hal lebih penting yang mungkin dia pikirkan selain fashion. Buat saya penampilan Presiden sudah cukup. Kan fashion tidak selalu soal estetika.

Kira-kira personal branding yang bagaimana yang ingin ditunjukkan Jokowi lewat penampilannya?
Karakter Presiden sederhana ya. Nah, citra yang sudah lama terbentuk itu adalah refleksi perjalanan hidup Pak Jokowi.

Dalam arti fashion-nya itu mewakili pikiran dan ide-idenya, yakni kesederhanaan tadi. Makanya dia tidak pernah memakai baju super mahal, apalagi sepatu mahal.

Tidak terlalu simpel ya untuk penampilan seorang Presiden yang notabene simbol negara?
Setelan berlebihan yang diterapkan ke Pak Jokowi justru akan terkesan maksa dan malah tidak nyaman dilihat.

Beberapa penampilannya mengundang kritik. Seperti memakai seragam militer saat menerima tamu, memakai topi ala rapper dan terakhir dikira pakai wig saat berbusana adat Batak. Bagaimana Anda melihatnya...
Itu bukan kesalahan Presiden.

Oke. Tapi kan Presiden bisa menolak untuk memakainya?
Saya rasa bahasa menolak dari seorang Pak Jokowi agak sulit, bukan berarti dia no power ya. Dia lebih kepada menghormati kepada yang memberikan. Baju itu kan atribut tradisional.

Kami sepakat kalau soal adat, tapi penutup kepala yang unik seperti wig itu sepertinya tidak pas untuk Jokowi...
Saya paham jatuhnya jadi culun. Harus diakui. Tapi mungkin di lapangan saat itu serba gerak cepat. Jadi tak ada penanganan khusus. Orang sekitarnya yang harus aware and beware. Kalau hal kecil dibiarkan akan mengundang komentar orang.

Perancang busana Barli Asmara saat sesi foto dengan Beritagar.id di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu pagi (19/10/2016).
Perancang busana Barli Asmara saat sesi foto dengan Beritagar.id di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu pagi (19/10/2016). | Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

Apakah Anda pernah geregetan ketika melihat penampilan Jokowi?
Begini. Waktu awal beliau menjabat saya konsern sekali dengan jasnya. Saya melihat kufner (pelapis jas) Pak Jokowi kurang pas, karena kempis. Kufner ini penting untuk menahan dada. Karena enggak semua dada bidang.

Saya pernah melihat kufner di jas Pak Jokowi bergelombang, yang efeknya membuat jasnya jadi keriting. Mungkin sudah dicuci dua kali sehingga bergelombang.

Di beberapa kesempatan Presiden juga tampak memakai jas yang longgar, sebenarnya dia itu cocok tidak sih memakai jas?
Memang jas yang dipakai (Jokowi) bukan yang body fit. Jas itu ada dua gaya: American dan European. Yang American modelnya agak boxy (kaku dan lurus). Sementara yang European agak slim fit (mengikuti lekuk tubuh).

Tidak mungkin seorang Presiden memakai yang slim. Pertama soal keleluasaan gerak dan kedua adalah cuaca.

Presiden Barack Obama yang juga kurus tetap saja enak dilihat dengan jasnya...
Sama saja. Kenapa enak dilihat? Karena pemilihan bahannya. Lagi pula Obama memakai konsultan fashion. Lihat juga busana Michelle Obama. Mereka ini amat mendukung perkembangan desainer New York, seperti Alexander Wang atau Thakoon Panichgul, yang juga mereka pakai karyanya.

Setahu Anda apakah Jokowi memiliki penasihat fashion?
Saya rasa pasti ada. Tidak mungkin Presiden berpikir busananya sendiri. Tapi mungkin penerapan fashion-nya tidak seperti kami-kami yang sudah lama berkutat di industri fashion.

Sepertinya Jokowi tak terlalu memerhatikan fashion dirinya sendiri?
Mungkin. Fokus ke persoalan negara saja susah, bagaimana mau konsern ke fashion he-he.

Anda bersedia jika diminta menjadi konsultannya?
Sebuah kehormatan.

"Tidak mungkin seorang Jokowi memakai jas yang slim. Pertama adalah soal keleluasaan gerak dan kedua adalah soal cuaca"

Barli Asmara

Menurut Anda apa yang harus diperbaiki dari penampilan Jokowi?
Satu adalah tentang pemilihan bahan busananya. Tidak harus yang extravaganza (detail tinggi dan bahan mahal). Ada juga bahan dengan harga biasa tapi tidak lapuk.

Kalau jas, saran saya, pilih yang tidak menggantung. Lapisan kufner-nya juga harus pas, agar jangan eplek-eplek.

Selama dua tahun sebagai Presiden apakah ada peningkatan dari penampilan Jokowi?
Tentu saja ada. Dia sudah bisa menyesuaikan warna kulit dan warna batiknya. Ibu negara (Iriana) juga semakin bagus.

Saya jadi ingat Ibu Tien Soeharto. Pada akhirnya masyarakat menilai pasangan ini dari keasliannya, dan itu jadi kunci dalam membentuk citra Presiden di masyarakat.

Siapa pejabat yang menurut Anda penampilannya bagus dan sudah ideal?
Ya Sukarno. Dia begitu fashionable. Dia mampu mencocokkan gaya dan bahan yang dipakainya. Itu menunjukkan dia memerhatikan hingga rincian terkecil.

Kalau pejabat yang sekarang ada yang sudah ideal?
Belum ada ya. Sama rata semuanya.

Bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono?
Dia rapi ya, berikut juga istrinya, Ibu Ani.

Jangan-jangan faktor istri juga memengaruhi penampilan seorang pejabat?
Ha-ha. Fashion itu adalah kesesuaian busana dengan karakter si pemakai. Ideal di mata kita belum tentu buat orang lain. Ini soal selera juga.

Selera Jokowi sudah baik?
Ya kembali lagi. Dia sederhana dan tidak pamer. Itu pesan politiknya.

Sepertinya Anda cukup sadar politik?
Kan di organisasi saya (Ikatan Perancang Mode Indonesia) juga ada politiknya he-he.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR