73 TAHUN MERDEKA

Kenapa logo 73 Tahun Merdeka tanpa lomba terbuka

| Antyo /Beritagar.id

Sekarang serbamudah. Berkas logo 73 Tahun Merdeka, untuk 2018, mudah Anda dapatkan karena pemerintah menyediakan. Panduan penerapannya pun tersedia.

Urusan selanjutnya adalah otak-atik di komputer lalu menyerahkannya ke percetakan digital. Beberapa percetakan digital malah menyediakan berkas siap unduh. Misalnya Cetakdisini.com di Kampung Sewu, Surakarta, Jawa Tengah.

Kalau dulu, katakanlah 23 tahun silam?

Pada 1995, era kepresidenan Soeharto, pemerintah merayakan 50 Tahun Indonesia Merdeka dengan logo resmi. Logo itu dirancang oleh Tjahjono Abdi (1952-2005), salah seorang tokoh desain grafis Indonesia.

Saat itu berkas gambar digital belum merasuki kehidupan. Begitu pula konten media dalam layar tabung apalagi dalam layar LCD dan LED: belum terjangkau semua orang.

Kenyataannya pada 1995 banyak pengakses koran dan TV, kaum yang kini berusia 45 ke atas, tahu ada logo itu. Tahu ada perayaan 50 Tahun Indonesia Merdeka. Sekarang mungkin masih ada yang ingat.

Prangko juga memampangkan logo perayaan. Sejumlah dekorasi tujuh belasan -- dari gerbang kampung sampai kantor pemerintah -- mencoba meniru logo resmi. Hasilnya tak seragam karena belum ada cetak digital. Dulu belum ada berkas gambar vektor siap bagi dan pakai. Desain disebarkan untuk kalangan pengguna berupa film separasi empat warna untuk cetak offset.

Arsip gambar logo, dengan tanda tangan Soeharto, dapat Anda lihat di laman Desain Grafis Indonesia yang didirikan desainer Hanny Kardinata.

Amplop dan prangko hari pertama 50 Tahun Indonesia Merdeka karya Yus Rusnaedi Arwadinata, milik filatelis Windu Stamp Collection
Amplop dan prangko hari pertama 50 Tahun Indonesia Merdeka karya Yus Rusnaedi Arwadinata, milik filatelis Windu Stamp Collection | Repro /windustampcollection.blogspot.com

Logo era SBY dan Jokowi

Waktu terus berjalan. Ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan terus dirayakan. Pada era Presiden Joko "Jokowi" Widodo, kehadiran logo resmi lebih terasa -- tapi baru bisa dimulai 2015, karena Jokowi dilantik Oktober 2014, dua bulan setelah Agustus.

Lalu berkah teknologi terus berbiak: berkas digital dan internet menjadikan pesan lebih menjangkau khalayak. Dokumen panduan visual lebih mudah didapatkan. Kios cetak digital ada di mana-mana, juga di dekat pasar dan terminal sehingga warung pecel lele tak memakai kain yang digambari oleh tangan. Pun media sosial memberi kesempatan siapa saja untuk memuji maupun mengejek desain logo kemerdekaan. Kontroversi bukan hal tabu.

Logo 71 Tahun Merdeka pada 2016, misalnya. Ada tudingan bahwa logo karya Adityayoga itu meniru logo Ulang Tahun ke-71 Divisi Infanteri Amerika Serikat saat Perang Dunia Kedua (Seni.co.id, 16/8/2016).

Logo peringatan ulang tahun kemerdekaan era Jokowi
Logo peringatan ulang tahun kemerdekaan era Jokowi | Antyo / Beritagar.id

Tentu, pada era sebelum Jokowi pun ada logo resmi. Dalam masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), misalnya. Logo resmi itu ada. Konsisten dari tahun ke tahun. Bentuknya serupa. Namun mata Anda mungkin dapat cepat membedakan ultah ke-62, ke-63, dan ke-65. Tentang jumlah bendera dalam setiap logo silakan Anda tafsirkan.

Untuk logo resmi sebelum SBY, bahkan sebelum 1995 saat peringatan 50 Tahun Indonesia Merdeka -- kalau ada -- memang harus dicari. Arsip foto dan majalah bekas dapat membantu.

Logo ultah kemerdekaan era SBY
Logo ultah kemerdekaan era SBY | /infobandung.co.id

Lomba terbatas, tanpa tender

Jokowi seorang pedagang yang paham industri kreatif (termasuk mebel) dan pemasaran sehingga ia membentuk Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Badan pimpinan Triawan Munaf, pebisnis periklanan, yang dulu rocker, sebagai kibordis Giant Step, itu terlibat dalam pencitraan visual pemerintah.

Logo peringatan kemerdekaan juga melibatkan Bekraf. Begitu pun logo Asian Games 2018 yang pelaksanaannya berbarengan dengan tujuh belasan.

Seperti umumnya logo untuk kegiatan pemerintah, Bekraf bikin lomba. Namun ada perbedaan dengan lomba logo lainnya. Bekraf bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) melakukan lomba terbatas. Bukan mengumumkan di koran lalu siapa pun boleh mengirimkan desain, untuk dikirim via amplop cokelat seperti zaman lawas, tetapi panitia menyeleksi di awal. Menyaring sebelum ada karya masuk.

Panitia menyaring ratusan portofolio profesional grafis sampai terpilih 60 desainer. Dari 60 itu diperas lagi tinggal sepuluh desainer. Kesepuluh terpilih itulah yang berhak mengikuti lomba. Dari sepuluh karya, terpilihlah lima terbaik.

Lantas dari lima desain, Jokowi memilih karya Kevin Raozan dari Bandung, Jawa Barat. Pada 12 Juli 2017 Sekretariat Negara mengumumkan logo itu. Kerja dan energi menjadi pesan logo.

Cara versi Bekraf dan ADGI ini "... efektif menghindari spekulasi (permainan tender dan free pitch) yang kadang diterapkan dalam proyek pemerintah". Demikian yang tertulis dalam Retas, majalah Bekraf, Juli lalu.

Kevin, sang perancang, sejak awal ingin ingin agar logo kemerdekaan dan Asian Games 2018 bisa hadir bersama. Ia mengatakan, “Saat merancang, saya berusaha agar ketika disandingkan ada keselarasan antara dua logo ini,.

Pertanyaan warga

Logo ulang tahun ke-73 ini tak terlepas dari kritik di media sosial. Di Twitter ada yang menganggapnya mirip logo Point Blank, permainan tembak menembak di komputer.

Di Twitter pula ada warga bertanya maksud teks "TH" (tahun) dalam desain logo kepada akun Badan Bahasa dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Biarlah pihak yang merasa ditanya itu menjawab -- sejak kemiripan desain logo perayaan Indonesia Merdeka dengan game sampai penggunaan "TH".

Pastilah "TH" tersebut bukan imbuhan akhir setelah angka untuk menyatakan kesekian, seperti dalam bahasa Inggris, karena kali ini angkanya adalah 73 -- butuh "RD", bukan "TH".

Penjelasan desain logo dalam buklet panduan visual
Penjelasan desain logo dalam buklet panduan visual | /Bekraf
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR