Foto udara pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018).
Foto udara pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018). Hafidz Mubarak A / Antara Foto
LAPORAN KHAS

Masa depan masih ada di Meikarta?

Ada pembeli yang masih yakin akan keberlangsungan proyek. Ada juga yang melepas diri. Tapi, pengembangan masih terus berjalan.

Sebelum Meikarta dikenal orang banyak lewat genjotan promosi edun di pelbagai platform media, bumi Cikarang Selatan cuma mafhum akan Orange County dengan jargonnya, "The New California City".

Lokasi proyek properti kelolaan unit usaha Grup Lippo itu sebenarnya sama persis. Acuannya, deskripsi yang termaktub dalam laporan tahunan (pdf) PT Lippo Cikarang 2016. Di situ jelas tertulis: Orange County terletak "di antara Lippo Cikarang, Delta Mas dan Jababeka; dan dekat dengan akses gerbang tol Cibatu".

Boleh saja menambah keyakinan sedikit dengan membaca sekeping berita pertengahan Oktober 2018. Katadata mengutip Denny Indrayana, yang menyatakan bahwa pada akhir Agustus 2018 Meikarta telah melakukan serah terima fisik 863 unit apartemen Tower Irvine Suites dan Westwood Suites kepada pembeli.

Dan begini laporan keuangan yang tadi dinukil memerinci sebuah hal nan merujuk November 2014: "Lippo Cikarang meluncurkan Irvine Suites dan Westwood, kompleks apartemen yang merupakan “rumah pertama” di Orange County yang akan memiliki 32 fasilitas kelas dunia dan terletak di tengah-tengah Lippo Cikarang, Delta Mas dan Jababeka.

Denny Indrayana penasihat hukum PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang Meikarta. Mantan wakil menteri urusan hukum dan hak asasi manusia itu berdiri di sisi Lippo sejak kasus dugaan suap melibatkan pembesar Kabupaten Bekasi dan petinggi Lippo Group terkuak.

Neneng Hasanah, pembesar dimaksud, bupati dari wilayah yang kesohor dengan kawasan industrinya, diangkut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (15/10).

"Sistem perizinan kita, sistem pembangunan kita, memang tidak semudah yang kita bayangkan," ujar Denny saat Beritagar.id menemuinya di Integrity, kantor firma hukum yang dia rintis, di Jakarta Pusat, pada pagi 24 Oktober. "Tapi," katanya melanjutkan, "ini proyek yang feasible. Mesti harus dirapikan tanpa mengganggu proses di KPK".

Dia berdalih, maksud "dirapikan" itu merujuk berbagai perbaikan yang diupayakan dalam proses bisnis MSU agar tak berseberangan dengan prinsip-prinsip antikorupsi.

Mungkin kata-kata Denny--yang diuarkan dengan sikap terukur--mencerminkan bagaimana Meikarta bergerak di tengah gema pemberitaan bertubi-tubi atas dugaan suap.

"Orang lihat pembangunan tetap jalan, progress tetap bagus, MSU bisa deliver hasilnya, kualitasnya, waktunya. Orang kan bisa melihat sendiri," ujarnya mengisyaratkan kepercayaan diri khas advokat.

(Calon) pembeli akhirnya sanggup memiliki perhitungan masing-masing ihwal prospek investasi di kawasan Provinsi Jawa Barat itu.

Hilda Hutagalung, sebagai misal. Dia perempuan 79 tahun yang pada 2017 memutuskan ambil dua unit type C di Tower B.

Waktu wartawan Beritagar.id. Elisa Valenta, mengajukan tanya kepadanya pada 23 Oktober, mengenai kasus dugaan suap dalam proyek Meikarta, Hilda mengaku tak memiliki kecemasan atasnya.

"Proyeknya udah jalan. Desember nanti dijanjiin serah kunci untuk unit pertama. Kunci buat unit kedua nanti di bulan Maret-April tahun depan. Tower kita aman, karena udah dapat izin. Yang kemarin kasus belum ada izin itu (kata pihak pemasaran) jauh dari tower kita," kata Hilda.

MSU sempat diwartakan bakal melakukan serah terima tahap berikut pada akhir Februari 2019. Pada saat itu, sebanyak 28 menara apartemen dengan ketinggian 32 hingga 42 lantai akan diserahkan kepada pembeli.

Kepercayaan barang mahal. Dan Meikarta pasti mencari profil pembeli seperti Hilda.

Dia membayar secara tunai. Dia menjadi masa depan bagi pengembang. Meniru jargon proyek bernilai ratusan triliun pada sebuah banner di dinding lingkar layang Tol Cibatu, jalan yang menjadi akses utama: "Meikarta: The Future is here today".

Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/10).
Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/10). | Risky Andrianto /Antara Foto

Saat Beritagar menyambangi lokasi proyek dimaksud, masa depan itu tak tampak di cakrawala petang. Namun, itu semata karena kaki langit tertutup gedung menjulang yang tinggal menunggu penyempurnaan. Alat derek masih beroperasi hari itu, meski tak ke semua gedung.

Seorang pekerja proyek di lokasi menggemakan lagi kata-kata Denny mengenai keberlangsungan pembangunan Meikarta. Meski, menurutnya, pekerjaan di sejumlah bangunan dihentikan.

Namun, tak seperti Hilda, Richard Setiawan memutuskan untuk tak mengalami masa depan di Meikarta.

Pria dari Cikarang Baru itu mengetahui proyek Meikarta pada 2017 dari kawan-kawannya yang bekerja di Lippo Group.

Dia bermaksud membeli sebuah unit untuk ditinggali, bukan untuk berinvestasi. Maka itu, setelah beberapa kali konsultasi dengan pihak pemasaran, dia segera memesan dengan membayar Rp2 juta. Kisaran harga unit waktu itu, Rp290-300 juta.

Namun, pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Deddy Mizwar, mengenai perizinan Meikarta mengubur niatnya. Keraguan membeludak pada dirinya.

"Uang tersebut tidak dapat di-refund. Ketika akan cancel (pembelian), pihak Meikarta terus-menerus menghubungi saya. Bahkan menawarkan keuntungan-keuntungan penyewaan jika ingin beli untuk investasi," ujarnya, Jumat (26/10/2018). "Padahal orang sales yang sempat menghubungi saya juga sudah di-PHK sebulan setelah saya booking".

Sebagai proyek Lippo yang digadang-gadang terbesar dalam 67 tahun terakhir, Kota Baru Meikarta menjadi semacam pertaruhan akbar kelompok usaha bentukan Mochtar Riady.

Namun, laporan keuangan PT Lippo Cikarang Tbk. pada 2017 memuat informasi bahwa Grup Lippo ternyata sudah tidak sepenuhnya memiliki dan mengontrol perusahaan pengembang megaproyek tersebut sejak Maret 2017.

Pengembang Meikarta, MSU, sudah mengalihkan sahamnya ke Peak Asia Investment (PEAK) melalui penerbitan saham baru.

"Bagian saham yang akan diambil oleh PEAK tidak melebihi 50% dari jumlah kepemilikan saham yang diterbitkan oleh MSU," begitu detail laporan (pdf) berbunyi.

Di luar itu, kasus dugaan suap yang terkuak kemungkinan bakal kian menodai citra tegas Presiden Joko Widodo terhadap laku korupsi.

Sudah begitu, salah satu tersangka kasus dugaan suap dalam proyek Meikarta, Billy Sindoro, pada 2009 pernah divonis penjara selama tiga tahun karena terbukti menyuap Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Iqbal.

Pada sisi Lippo, tak ada proyek pengembangan properti besar lain di luar Meikarta, begitu Bloomberg mengabarkan. Perkembangan kasus dugaan suap dengan KPK, karena itu, bakal membuat para investornya menajamkan pandang.

Lini bisnis lain milik Lippo juga mengalami dampak perlemahan konsumsi rumah tangga. Pendapatan bersih Toserba Matahari tahun lalu tergerus 5,6 persen. Itu penurunan pertama sejak, setidaknya, 2010.

Bahkan, Matahari Putra Prima, sayap bisnis Lippo di sektor pasar swalayan, melaporkan kerugian bersih hingga Rp1,2 triliun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR